Edukasi Pelecehan Seksual bagi Kalangan Remaja melalui Poster

Saya merupakan Mahasiswa Jurusan Ilmu Politik, Universitas Brawijaya.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Glenda Trifena tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Edukasi Pelecehan Seksual merupakan hal yang penting bagi Remaja, seperti yang penulis lakukan di SMP Kristen YBPK Tambakasri, Desa Sidoasri. Edukasi dibagikan melalui media Poster yang dipajang di Majalah Dinding Sekolah.
Pelecehan seksual merupakan tindak atau perilaku yang bersifat seksual yang tidak dikehendaki oleh seseorang yang menjadi korbannya. Bukan hanya soal melakukan hubungan seksual secara paksa semata, tindak pelecehan seksual merupakan penyalahgunaan kekuasaan dari pelaku yang mencoba meyakinkan korbannya untuk "melakukan". Sebenarnya, tidak hanya melalui kontak fisik, tindakan seksual yang dilakukan oleh pelaku baik secara ucapan atau perilaku yang "merujuk" kearah seksualitas dapat digolongkan sebagai pelecehan seksual.
Pelecehan Seksual tidak hanya terjadi pada perempuan, tetapi dapat terjadi juga pada pria. Waspadalah dengan tanda-tanda pelecehan seksual!
Umumnya, pelaku cenderung memilih korban yang lebih muda dan merasa bahwa korbannya tidak memiliki kekuatan yang cukup untuk melawan. Banyak dari para korban pelecehan seksual yang tutup mulut karena alasan-alasan tertentu, seperti kecenderungan menyalahkan korban, dan merasa pelecehan seksual yang dialami merupakan sebuah aib yang harus ditutup. Dampak dari pelecehan seksual tentunya berbeda, dari segi psikologis memungkinkan korban untuk mengalami depresi, perasaan dikhianati, kehilangan motivasi, merasa bahwa dirinya powerless, hingga merujuk pada pikiran mengakhiri hidupnya. Dari segi sosial, korban cenderung kehilangan rasa percaya kepada orang dan lingkungan yang serupa.
Poster ini dihadirkan sebagai salah satu mengajak dan mengedukasi para pembaca agar lebih aware terhadap tanda-tanda pelecehan seksual. Selain pada diri sendiri, kita harus juga lebih peduli pada orang lain terutama korban agar tidak merasa sendiri. Korban pelecehan tidak sepatutnya menjadi "buah bibir" disuatu lingkungan karena dianggap salah, hal yang dibutuhkan korban adalah dukungan dari lingkungannya. Mari suarakan segala bentuk tindak pelecehan seksual, diam bukanlah sebuah pilihan yang bijak!
