Konten dari Pengguna

Sosialisasi Leadership sebagai Upaya Pengenalan Konsep Kepemimpinan Bagi Remaja

Glenda Trifena

Glenda Trifena

Saya merupakan Mahasiswa Jurusan Ilmu Politik, Universitas Brawijaya.

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Glenda Trifena tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mahasiswa Universitas Brawijaya yang tergabung dalam Program FISIP Bangun Desa (FBD) Kompak Kelompok 42 mengadakan Sosialisasi Leadership sebagai langkah awal pengenalan konsep kepemimpinan pada remaja yang masih baru dan belum terjun ke ranah organisasi. Selain itu, terdapat Buku Panduan juga mengenai tips and trick menjadi Pemimpin bagi Remaja.

Kegiatan Sosialisasi Leadership di SMP Kristen YBPK Tambakasri, Desa Sidoasri.
zoom-in-whitePerbesar
Kegiatan Sosialisasi Leadership di SMP Kristen YBPK Tambakasri, Desa Sidoasri.

Memasuki tahun ajaran baru menandakan bahwa terjadi regenerasi siswa baik di tingkat SD, SMP, maupun SMA. Tentunya, regenerasi tidak hanya berlangsung secara akademik saja. Organisasi juga perlu beregenerasi secara struktural. Awalnya dijabat oleh Siswa yang telah naik ke tingkat selanjutnya harus berganti ke Siswa tingkat bawah. Hal serupa terjadi di SMP Kristen YBPK Tambakasri, Desa Sidoasri, Kecamatan Sumbermanjing Wetan. Melihat kurangnya pembekalan materi terkait kepemimpinan dan mengutip pernyataan dari Bapak Sri Hariwinoto, S.Pd. selaku Kepala Sekolah bahwa akan diadakan Pemilihan Ketua OSIS menggerakan kami para Mahasiswa yang tergabung dalam Kelompok 42 FBD KOMPAK untuk melaksanakan Sosialisasi Leadership dengan sasaran kegiatan yaitu Siswa dan Siswi Kelas 8 yang nantinya akan terlibat dalam Pemilihan Ketua Osis. Dari kegiatan ini, para Mahasiswa juga meluncurkan sebuah Buku Panduan mengenai Kepemimpinan untuk Remaja.

Program kerja ini bertujuan untuk memperkenalkan konsep kepemimpinan sejak dini. Harapannya, Siswa dan Siswi Kelas 8 SMP Kristen YBPK Tambakasri tidak hanya memahami dari segi teori saja. Tetapi, dapat mengaplikasikannya di lingkungan Sekolah dan di kehidupan sehari-hari.

"Menjadi pemimpin tidak selalu soal Jabatan formal seperti Ketua Kelas atau Ketua Osis, tetapi menjadi pemimpin merupakan mereka yang mampu mendengar pendapat teman-temannya, mengajak berdiskusi, dan memberi teladan baik bagi orang-orang di sekitarnya."

Kata-kata tersebut merupakan highlight mengenai materi leadership yang disampaikan oleh Muhammad Afiandy Dwi Putra yang merupakan salah satu Pemateri dalam Sosialisasi.

Selain itu, Siswa dan Siswi diajak untuk memahami perbedaan antara leader dan boss. Bagaimana seorang leader mengayomi, mengajak, dan mau turut andil bersama-sama dalam grup. Dan, boss yang lebih cenderung memerintah tanpa ikut terlibat langsung bersama-sama dalam sebuah grup. Dari perbedaan yang kontras, Siswa dan Siswi sedikit mulai memahami kedua perbedaan dari leader dan boss. Dari kedua hal tersebut, Siswa dan Siswi diarahkan untuk menjadi leader dengan beberapa cara, yaitu menekanan dari pentingya kerja tim, memiliki rasa tanggung jawab, serta bersikap adil dan teladan.

Sesi FGD saat Sosialisasi Leadership di SMP Kristen YBPK Tambakasri, Desa Sidoasri.

Tidak hanya penyampaian materi, terdapat juga sesi ice breaking berbentuk Focus Group Discussion (FGD) mengenai materi yang telah disampaikan. Siswa dan Siswi dibagi menjadi kelompok kecil dengan dibersamai oleh seorang Mahasiswa sebagai mentor yang memantik Siswa dan Siswi dalam berdiskusi. Suasana saat diskusi berlangsung santai, penuh antusiasme, serta tawa. Namun, hal-hal tersebut juga tidak menutup fokus dari setiap kelompok dalam berdiskusi untuk menjawab pertanyaan. Melalui sesi ini, Siswa dan Siswi diharapkan ketika nantinya memimpin sebuah grup dapat mengimplementasikan sifat yang baik kepada anggotanya. Dan, ketika menjadi anggota, Siswa dan Siswi diharapkan untuk tetap aktif dan membantu leader dalam mengerjakan dan memberi keputusan.