Konten dari Pengguna

8 Makanan yang Baik Dikonsumsi Penderita Asam Lambung

Go Dok Indonesia

Go Dok Indonesiaverified-green

Aplikasi kesehatan yang menyediakan fitur Tanya Dokter Gratis & Ragam Artikel seputar kesehatan di www.go-dok.com/ragam-artikel-godok/

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Go Dok Indonesia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

8 Makanan yang Baik Dikonsumsi Penderita Asam Lambung
zoom-in-whitePerbesar

Go Dok – Memiliki penyakit asam lambung memang akan membuat tidak nyaman. Jika salah makan atau minum, asam lambung akan naik dan Anda akan merasakan sensasi perut terbakar yang luar biasa. Bukan hanya itu, penderita juga harus menjaga pola makan tetap teratur agar terhindar dari perut kembung dipenuhi gas jika telat mengonsumsi makanan.

Oleh karena itu sangat penting bagi penderita asam lambung untuk bijak dalam memilih makanan dan minuman agar proses pencernaan juga lancar. Gejala asam lambung bisa bervariasi, lho.

Kembung dan mual mungkin yang paling awam ditemui. Namun tidak jarang, dalam kondisi yang parah penderita bisa sampai muntah.

Nah, sejumlah makanan dan minuman yang tinggi lemak dan mengandung asam dapat meningkatkan asam lambung, lho. Selain itu, makanan seperti cokelat, keju, alpukat, dan cabai (makanan pedas) juga bisa meningkatkan asam lambung. Minuman seperti alkohol, soda, minuman berkafein, serta susu tinggi lemak juga dapat memicu penyakit asam lambung.

Wah, banyak juga ya pantangan yang harus diikuti. Nah, agar dapat terhindar dari asam lambung tanpa kekurangan nutrisi baik, ada kok beberapa makanan yang baik dikonsumsi jika asam lambung kambuh.

Berikut makanan untuk penderita asam lambung yang aman untuk dikonsumsi:

1. Yogurt

Yogurt mengandung probiotik (Foto: Thinkstock)
zoom-in-whitePerbesar
Yogurt mengandung probiotik (Foto: Thinkstock)

Selain enak dan menyegarkan, yogurt juga bisa menjadi pilihan Anda yang memiliki masalah asam lambung. Sebuah penelitian American Journal of Clinical Nutrition menyebutkan dengan menambahkan seporsi yogurt yang mengandung probiotik dapat meredakan asam lambung, lho. Bakteri baik yang terdapat dalam yogurt juga dipercaya ampuh untuk meredakan penyebaran bakteri H. pylori di dalam lambung.

Banyaknya varian rasa yang dijual di pasaran juga memberi kebebasan bagi Anda untuk dipilih sebagai makanan untuk penderita asam lambung ini. Namun, perlu diingat, lebih baik mengonsumsi yogurt tawar tanpa perasa dan rendah lemak, ya.

2. Bawang putih

Bawang Putih (Foto: Thinkstock)
zoom-in-whitePerbesar
Bawang Putih (Foto: Thinkstock)

Bumbu dapur yang satu ini, sejak zaman dahulu memiliki kandungan anti peradangan dan antibakteri yang bagus untuk membasmi bakteri H. pylori penyebab asam lambung.

Memakan 1-2 siung bawang putih secara mentah dipercaya sebagai obat alami yang ampuh meredakan asam lambung, lho. Selain baik untuk lambung, penyedap rasa alami ini juga dipercaya mampu menahan laju pertumbuhan sel kanker.

3. Brokoli

Brokoli adalah finger food yang bagus untuk bayi (Foto: Thinkstock)
zoom-in-whitePerbesar
Brokoli adalah finger food yang bagus untuk bayi (Foto: Thinkstock)

Sayuran ini mengandung senyawa sulphoraphane yang ampuh untuk “membasmi” bakteri Helicobacter pylori (H. pylori) penyebab asam lambung, lho. Selain itu, Anda juga disarankan untuk mengonsumi cabang brokoli muda, karena terbukti memiliki kandungan sulphoraphane hingga 50 kali lebih banyak dari brokoli yang sudah tua.

4. Jahe

Rempah Jahe (Foto: Thinkstock)
zoom-in-whitePerbesar
Rempah Jahe (Foto: Thinkstock)

Jahe memiliki sifat anti peradangan alami, dan ini adalah pengobat alami untuk rasa panas dalam perut dan masalah gastrointestinal lainnya. Anda bisa menambahkan jahe parut atau irisan ke resep atau minuman teh jahe untuk mengurangi gejala asam lambung.

5. Oatmeal

Oatmeal Dapat Mencegah Penyakit Kardiovaskular (Foto: Thinkstock)
zoom-in-whitePerbesar
Oatmeal Dapat Mencegah Penyakit Kardiovaskular (Foto: Thinkstock)

Makanan untuk penderita asam lambung selanjutnya adalah oatmeal. Oatmeal adalah sarapan favorit setiap orang karena mengandung gandum utuh sebagai sumber serat yang sangat baik.

Oatmeal bisa menyerap asam di perut dan mengurangi gejala asam lambung. Anda bisa memilih pilihan serat lainnya seperti roti whole grain dan nasi gandum utuh.

6. Buah noncitrus

Buah-buahan sehat (ilustrasi). (Foto: Pixabay/Couleur)
zoom-in-whitePerbesar
Buah-buahan sehat (ilustrasi). (Foto: Pixabay/Couleur)

Kalau yang ini jelas ya, buah-buahan mengandung asam seperti jeruk, apel, buah beri, persik, dan pepaya dapat meningkatkan asam lambung. Makanya, sebaiknya Anda menggantinya dengan buah noncitrus seperti melon, pisang, apel, dan pir yang kaya antioksidan dan aman untuk lambung.

7. Rempah alami

Rempah-rempah. (Foto: Pixabay)
zoom-in-whitePerbesar
Rempah-rempah. (Foto: Pixabay)

Indonesia sempat dijajah karena memiliki harta yang sangat berharga pada saat itu, yaitu rempah-rempah. Nah, selain sebagai penambah rasa, beberapa rempah alami seperti Licorice (akar manis), Fedel (adas), dan bunga lawang juga bagus untuk meredakan asam lambung, lho.

Akar manis dikenal memiliki senyawa glycyrrhizic untuk meredakan nyeri pada lambung. Selain itu, senyawa ini juga dikenal dengan kandungan anti-radang, anti-diabetik, anti-oksidan, anti-tumor, dan anti-bakteri. Wow, jarang dikenal namun banyak manfaat, ya!

8. Permen karet

Permen karet, Singapura (Foto: Thinkstock)
zoom-in-whitePerbesar
Permen karet, Singapura (Foto: Thinkstock)

Terakhir, makanan untuk penderita asam lambung yaitu permen karet. Pasti Anda terkejut kan dengan pilihan makanan yang satu ini.

Yups, cemilan ini ternyata dapat mengurangi gejala asam lambung, lho. Pasalnya, mengunyah permen karet dapat meningkatkan produktivitas air liur.

Banyaknya produksi air liur dapat membantu mengurangi jumlah asam di kerongkongan Anda. Namun perlu diingat, jangan pilih dengan rasa peppermint atau spearmint ya, karena rasa tersebut bisa mengendurkan kerongkongan dan menyebabkan asam.

***

Nah, itulah ragam makanan untuk penderita asam lambung. Ingat, hanya Anda sendiri yang bisa mengatur asupan makanan Anda. Jadi, semuanya tergantung dengan diri Anda sendiri. Semoga bermanfaat!