Konten dari Pengguna

Jeremy Lin Kritik Liga Basket China yang Dianggapnya Terlalu Kasar

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Gosip Atlet tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pebasket berdarah Asia pertama yang pernah meraih gelar juara NBA, Jeremy Lin, sedang menikmati akhir kariernya di Liga Basket China. Namun, ia mengangkat sebuah kritik tentang perlindungan pemain di liga tersebut yang menurutnya sangat memprihatinkan.

Lin sampai membutuhkan perawatan di rumah sakit dan mengalami kehilangan separuh pendengarannya. Ini terjadi pasca kekalahan timnya, Beijing Ducks dari Guangdong Southern Tigers.

sumber: Instagram @jlin7
zoom-in-whitePerbesar
sumber: Instagram @jlin7

Pemain berusia 31 tahun itu mengeluhkan serangkaian perlakuan kasar pemain lawan yang membuatnya cedera di pertandingan tersebut. Kekalahan dari Tigers sekaligus menjadi penampilan terakhir Lin di musim pertamanya bermain di China.

"Sejujurnya, kekalahan seperti itu sangat menyakitkan," kata Lin, seperti dikutip Yahoo Sports. "Saya bisa mengerti jika Anda memukul dan melukai lawan secata tak sengaja. Namun, tidak dapat diterima jika Anda melakukannya dengan sengaja atau wasit tidak melindungi para pemain."

instagram embed

Lin juga mengatakan kepada tujuh juta pengikutnya di Weibo (semacam media sosial seperti Twitter) di China bahwa ia tidak tidur sepanjang malam setelah kekalahan yang menyakitkan tersebut.

Pebasket yang memegang paspor Amerika Serikat dan Taiwan ini juga mengaku saat ini memiliki masalah dengan pergelangan kaki, lutut, leher dan telinga, dan perlu melakukan beberapa kunjungan ke rumah sakit untuk memeriksakan pendengarannya.

instagram embed

"Saya hanya ingin kami (para pemain ) ingin aman di lapangan, hanya itu yang bisa saya katakan. Saya serahkan sisanya untuk kalian (media) bicarakan."

Lin pada tahun 2019 lalu menjadi pebasket Asia-Amerika pertama yang memenangi kejuaraan NBA bersama Toronto Raptors.

Pada awal 2020, ia memutuskan untuk melanjutkan karier di China bersama Beijing Ducks untuk menghabiskan penghujung karier usia emasnya sekaligus membantu mempromosikan kompetisi basket di negeri tersebut.

instagram embed