Konten dari Pengguna

Melihat Kembali Karier Singkat Michael Jordan Sebagai Pemain Baseball

Gosip Atlet

Gosip Atlet

olahraga bukan cuma soal analisis, tapi gosipnya juga penting!

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Gosip Atlet tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Seri dokumenter 'The Last Dance' sedang mengharu-biru para penggemar Michael Jordan dengan mengangkat kembali nostalgia karier sukses sang legenda di lapangan basket. Namun, ada sepenggal kisah menarik yang sering luput dibicarakan, yaitu karier singkat Jordan sebagai pemain baseball (bisbol).

Selain dikenal sebagai pebasket kelas dunia, Jordan juga pernah menjajal olahraga baseball. Keputusan berpindah cabang olahraga ini diambilnya pada pertengahan dekade 1990-an.

instagram embed

Dalam 'The Last Dance', Jordan mengatakan bahwa ia memutuskan menjadi pemain baseball untuk menghormati ayahnya, mendiang James Jordan. Sang ayah yang tewas terbunuh oleh perampok adalah mantan pemain baseball semi-profesional. Maka, Jordan ingin merealisasikan impian ayahnya dengan serius menggeluti olahraga itu.

Tentu saja, keputusan juara NBA tiga kali berpindah ke lapangan baseball membuat kaget publik dunia. Pada tahun 1993, ia pun bergabung dengan Birmingham Barons, tim Minor League (semacam tim pelapis) untuk Chicago White Sox.

sumber: Instagram @__jumpman__

Beberapa adegan di 'The Last Dance' menampilkan wawancara dengan pelatih Baron, Terry Francona dan Mike Barnett. "Rasanya sirkus media mengikuti kami sepanjang musim panas (1994)," kata pemilik Baron, Glenn DiSarcina, kepada TIME. "Itu kegilaan yang terjadi setiap hari."

Sebagai tim kecil, manajemen Barons tentu saja kaget karena tiba-tiba 10.000 penonton muncul muncul di tiap pertandingan kandang mereka. "Kami selalu dipenuhi banyak orang dan media," kata eks rekan Jordan di Barons, Chris Snopek. "Itu menjadi tahun yang luar biasa."

instagram embed

Berbanding terbalik dengan sorotan media, penampilan Jordan di lapangan baseball terbilang biasa-biasa saja. Namun sedikit demi sedikit, ia berhasil meningkatkan performanya. Pada akhir musim 1994, ia telah sukses membukukan tiga home run, 51 run dan memenangkan 30 base.

Lebih lanjut, DiSarcina mengatakan andai Jordan serius menggeluti baseball saat remaja, mungkin dia sudah menjadi pemain papan atas. "Ini terlihat dari profesionalisme dan cara dia meningkatkan performa pada musim panas. Andai ia sudah terjun ke baseball pada usia 18 atau 19 tahun, dia pasti sudah bergabung di major league!"

instagram embed

Jordan juga sempat tampil sebentar di kompetisi musim gugur 1994 bersama Scottsdale Scorpions sebelum akhirnya meninggalkan dunia itu untuk selamanya. Setelah sekitar satu setengah tahun asyik di dunia baseball, ia lalu kembali ke lapangan basket untuk bergabung dengan Chicago Bulls.

Andai Jordan terlalu asyik dengan karir baseballnya, mungkin kita tak akan pernah melihat kehebatannya bersama para superstar Bulls lain di periode 1995-1998.

instagram embed

Perjalanan Jordan di lapangan baseball diabadikan di adegan awal film komedi Space Jam, film yang dirilis pada tahun 1996. Di film komedi bercampur kartun itu, terlihat ia memparodikan karir singkatnya tersebut.

Tonton beberapa aksi Jordan di lapangan baseball di sini:

instagram embed