Konten dari Pengguna

4 Pemain yang Luput dari 'Hairdryer Treatment' ala Sir Alex Ferguson

Gosip Pemain Bola

Gosip Pemain Bola

sepak bola bukan cuma soal analisis, tapi gosipnya juga penting!

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Gosip Pemain Bola tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sumber: instagram @sir.alex.ferguson.official
zoom-in-whitePerbesar
Sumber: instagram @sir.alex.ferguson.official

27 tahun kebersamaan Sir Alex Chapman Ferguson bersama Manchester United adalah periode keemasan. 13 trofi Premier League, 5 piala FA, 2 trofi Liga Champion dan berbagai macam gelar lainnya adalah bukti.

Tak dapat disangkal pria klahiran Govan, Glasgow, Skotlandia menjadi manajer terbesar bagi Manchester United.

Selain taktik, pendekatan emosional yang dilakukan pelatih yang pernah melatih Aberdeen di awal karier kepelatihannya ini menjadi kunci suksesnya.

Bagi penggemar Manchester United pasti pasti tidak asing dengan Hairdryer Treatment istilah yang muncul dari sikap tegas Sir Alex Ferguson melihat pemainnya bermain buruk atau bertindak nyeleneh di dalam dan di luar lapangan.

Hampir semua pemain yang pernah membela Manchester United di bawah asuhannya pernah merasakan bagaimana didamprat langsung oleh Sir Alex Ferguson.

David Beckham adalah satu pemain yang pernah merasakan kegalakan pelatih yang mempersembahkan 38 trofi bagi Setan Merah tersebut saat sepatu melayang kepadanya setelah laga Man United vs Arsenal pada babak kelima Piala FA 2003.

Namun ternyata, seperti yang diungkapkan oleh Ryan Giggs ada 4 pemain yang pernah membela Manchester United yang luput atau tidak pernah mendapatkan treatment ala Sir Alex Ferguson.

"Ada tiga sampai empat pemain yang tidak pernah mendapatkannya," ucap Giggs kepada beIN Sports.

"Yang pertama adalah (Eric) Cantona. Kemudian Bryan Robson, Roy Keane, dan Cristiano Ronaldo. Mereka semua memiliki caranya masing-masing untuk menjadi pemenang laga," tambah Ryan Giggs.

instagram embed

Namun tidak seperti kepada ke empat pemain tersebut yang diperlakukan spesial, Ryan Giggs justru mengakui ia sering kali dimarahi dan berdebat dengan Sir Alex.

"Saya sering bertengkar dengannya. Sepanjang karier, mungkin enam atau tujuh kali saya kena denda dua minggu gaji karena membalas perkataannya, atau berargumen," kenang pemain asal Wales itu.

"Saat itu tidak terlalu menyenangkan ketika berada di ruang ganti, terutama ketika Anda bermain buruk atau kalah. Saya tidak menolong diri sendiri dengan balik berargumen."

"Lama setelah masa itu, Ferguson pernah bilang dia menyukai sikap saya, karena artinya saya peduli. Dia tetap menjatuhkan denda karena ingin menunjukkan dia lah yang berkuasa, tapi dia sebenarnya menyukainya (beradu argumen), asalkan tidak melewati batas," imbuh Giggs.

Ryan Giggs memang merupakan one club-man. Sepanjang 23 tahun kariernya sebagai pesepak bola di level klub, ia hanya bermain untuk Manchester United di bawah asuhan Sir Alex Ferguson.

instagram embed