5 Potret Masa Kecil Pesepak Bola Dunia

sepak bola bukan cuma soal analisis, tapi gosipnya juga penting!
Tulisan dari Gosip Pemain Bola tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Berawal dari bocah biasa yang kemudian menjadi ikon sepak bola dunia, mari kita simak kehidupan masa kecil para pesepak bola top ini, dan mungkin kalian tidak akan menyangka kalau wajah-wajah kecil ini nantinya akan menjadi pesepak bola top dunia. Berikut pemaparan Outside the Pitch terkait 5 foto masa kecil para pesepak bola dunia. Simak ya!
1. Zlatan Ibrahimovic

Tumbuh di Swedia dan pernah mencuri sepeda hanya untuk sesuap nasi, kini Zlatan Ibrahimovic menjadi sosok striker menakutkan di Eropa. Tercatat ia pernah membela klub besar seperti Juventus, Milan, Inter, Barcelona, PSG, dan MU sebelum kini berkarier di LA Galaxy.
2. Cristiano Ronaldo

Pemenang Ballon d’Or 5 kali ini terlahir dari keluarga serba sulit. Ibu kandungnya sendiri pernah berencana melakukan aborsi pada dirinya karena merasa tak sanggup untuk membiayai hidupnya kelak. Ia pun pernah didiagnosa mengidap masalah jantung semasa kecilnya. Siapa sangka kini ia menjadi pesepak bola terbaik di dunia saat ini.
3. Lionel Messi

Rival terberat Cristiano Ronaldo ini juga memiliki 5 Ballon d’Or sepanjang kariernya. Sebelum menjadi sehebat sekarang, ia pernah mengalami masalah pertumbuhan fisik pada tubuhnya. Ia didiagnosa tidak akan memiliki tinggi badan yang normal untuk ukuran pesepak bola. Namun, berkat bakat supernya, Barcelona bersedia membiayai terapi hormon pertumbuhan, sehingga kini ia memiliki fisik yang normal.
4. Steven Gerrard

Bocah tampan yang ada di foto ini, memiliki loyalitas yang luar biasa pada klub yang dibelanya, Liverpool. Bergabung dengan The Reds sejak usia 9 tahun, ia menghabiskan 17 tahun karier sepak bolanya di Anfield sebelum akhirnya pindah ke LA Galaxy musim 2015-16 lalu.
5. Fransesco Totti

Mirip dengan Gerrard, pria yang dijuluki sebagai pangeran Roma ini juga loyal membela klub yang ia bela sejak remaja. Ia terus membela AS Roma selama 25 tahun, sampai akhirnya pensiun di tahun 2017 lalu. Ia mendapat standing ovation di laga terakhirnya. Datang layaknya pangeran dan pensiun seperti legenda.
