Kekalahan yang Membuat Jose Mourinho Menangis

sepak bola bukan cuma soal analisis, tapi gosipnya juga penting!
Tulisan dari Gosip Pemain Bola tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sejak membawa Porto menjadi juara Liga Champion pada 2004, nama Jose Mourinho menjadi salah satu manajer dan pelatih hebat. Reputasinya semakin mengkilap setelah sukses bersama Chelsea dan Inter Milan. Sekalipun sejak periode keduanya di Chelsea pelan-pelan strateginya dirasa kurang cocok lagi dengan perkembangan taktik sepak bola.
Secara keseluruhan karier Mourinho mengalami pasang surut. Ia telah mengalami pahit-manis sebagai pelatih yang terangkum dalam ratusan kemenangan yang diraihnya dan kekalahan-kekalahan yang sempat dideritanya.
Namun satu kekalahan diakuinya sempat membuatnya menangis. Yaitu kekalahan dari Bayern Munchen di semifinal liga Champion 2012 saat ia menahkodai Real Madrid.
Mourino bergabung dengan Real Madrid pada musim 2010-2011. Namun musim 2011-2011 menjadi salah satu musim terbaiknya bersama Los Blancos. Di La Liga Spanyol ia berhasil menghentikan dominasi Pep Guardiola dan Barcelona dengan menjadi juara dengan pencapaian 100 poin dan mencetak 121 gol dari 38 laga.
"Kami memiliki identitas bermain yang sangat jelas. Kami selalu terorganisir dengan sangat baik di atas hal-hal lain di lapangan dan semua pemain tahu persis apa yang harus mereka lakukan,"ungkap Mourinho.
"Ada juga sangat disiplin dan organisasi di balik permainan tim itu. Dan kami mampu melakukan transisi yang sangat eksplosif, cepat dan langsung menuju tujuan, selalu melihat ke arah tujuan dengan koneksi yang hampir tak terhentikan.
"Mereka adalah pemain hebat yang bermain seperti tim sejati. Pada akhirnya, itulah kunci segalanya,"kenang Mourinho.
Namun sayang, di Liga Champions justru ia dan skuatnya harus kalah karena faktor ketidakberuntungan. Jika seluruh daya dan upaya telah dikerahkan, adu penalti bak pelempar dadu yang dilempar dewi fortuna, dewi keberuntungan.
Sepakan 12 pas Cristiano Ronaldo, Ricardo Kaka, Sergio Ramos harus mental di hadapan Manuel Nuer.
"Cristiano, Kaka, Sergio Ramos. Mereka adalah tiga monster sepakbola, tidak ada keraguan tentang itu. Tapi mereka juga manusia," kata Mourinho kepada Marca.
Kekalahan dari The Bavaria itulah yang diakui Mourinho menjadi satu-satunya kekalahan yang membuatnya menangis semenjak menjadi pelatih sepak bola.
"Malam itu adalah satu-satunya saat saya menangis setelah pertandingan sepak bola. Saya mengingatnya dengan baik: saya dan Aitor Karanka parkir di mobil di depan rumah saya, menangis. Sangat sulit untuk dipahami karena pada musim 2011-12 kami adalah tim terbaik di Eropa."
Pada akhirnya Jose Mourinho harus angkat kaki dari Real Madrid pada 2013. Selama tiga musim di Santiago Bernabeu ia mempersembahkan 1 piala La Liga Spanyol, 1 Copa del Rey, dan 1 Piala Super Spanyol.
