Konten dari Pengguna

Ketika Cantona dan Neil Ruddock Terlibat Pertikaian di Terowongan Old Trafford

Gosip Pemain Bola

Gosip Pemain Bola

sepak bola bukan cuma soal analisis, tapi gosipnya juga penting!

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Gosip Pemain Bola tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sumber foto: Instagram
zoom-in-whitePerbesar
Sumber foto: Instagram

Bagi pecinta sepak bola pada umumnya dan khususnya para Mancunian tentu tahu sejarah tendangan kungfu yang dilayangkan Eric Cantona kepada suporter Crystal Palace pada tahun 1995. Sikap itu menunjukkan sisi temparemental dan keberingasan pemain asal Prancis itu.

Namun tendangan kungfu itu bukan satu-satunya kejadian yang menunjukkan sifat temperamen King Eric. Sebagaimana dilansir dari talkSPORT ia juga pernah berkonfontasi dengan pemain Liverpool Neil "Razor" Ruddock.

Ceritanya, dalam sebuah pertandingan yang mempertemukan Manchester United melawan Liverpool di Old Trafford, Neil Ruddock memprovokasi Eric Cantona dengan mencoba terus menerus menurunkan kerah baju Cantona.

Ya, saat aktif menjadi pemain Cantona memang kerap menaikkan kerah bajunya sebagai ciri khas penampilannya.

Dan seperti tidak suka dengan tindakan Ruddock mereka pun terlibat bentrokan sepanjang pertandingan dan Cantona mengancam akan menghajar Ruddock di terowongan Old Trafford selesai laga.

embed from external kumparan

"Eric Cantona dulu menaikkan kerahnya, dan saya menurunkan kerahnya hanya untuk membuatnya lepas," cerita Ruddock kepada Paddy Power.

“Dia hanya ingin menghajar saya, dia tidak ingin bermain sepak bola, dia menyebut saya pelacur gemuk dan berkata 'saya akan menghajar Anda di terowongan'. Sejujurnya, dia lebih besar dariku, dan aku agak panik."

“Jadi, setelah pertandingan-aku terus melakukannya, dia menendang pantatku, dia mencoba menyikutku, dan terus berkata 'terowongan, terowongan."

Untung saja pertengkaran dua pemain ini tak jadi. Dan Ruddock mengaku bersyukur karena di tahun berikutnya Cantona memutuskan untuk gantung sepatu dan tak memungkinkan untuk menghajarnya.

"Saat peluit akhir, dia melesat ke terowongan di Stretford End. Tentu saja, saya mengejarnya, dan saat saya semakin dekat dengannya dan saya mulai berpikir, sialan, dia cukup besar."

“Saya mulai ragu karena berpikir, dia cukup besar. Kemudian David James datang dan berdiri di sampingku, dan Cantona terlihat sangat menyingkir.

“Saya memandang David James dan berkata, 'Anda akan membiarkan dia lolos begitu saja?' Dan David James, yang tingginya sekitar 7 kaki 10 inci, mengejar Eric Cantona ke dalam terowongan."

“Saya menyusul ke terowongan dan pergi, ke mana perginya orang Prancis sialan itu? Saya akan merobek kepalanya! Cukup beruntung, dia pensiun setelah musim itu, jadi saya tidak pernah bermain melawannya lagi."

embed from external kumparan

Meskipun demikian, Ruddock tetap memberi perlawanan saban bertemu dan bertanding melawan Eric Cantona di lapangan hijau.

"Ada dalam salah satu buku Fergie, bahwa Cantona sering mendapatkan luka saat dia bermain melawan saya."