Konten dari Pengguna

Mourinho Tolak Ide Format Satu Leg di Babak Knock Out Liga Champions

Gosip Pemain Bola

Gosip Pemain Bola

sepak bola bukan cuma soal analisis, tapi gosipnya juga penting!

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Gosip Pemain Bola tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

sumber foto: instagram
zoom-in-whitePerbesar
sumber foto: instagram

Keberadaan COVID-19 membuat pelaksanaan Liga Champions musim 2019-2020 melakukan penyesuaian. Jika pada periode Maret hingga Juli kompetisi teratas di benua biru ini terpaksa harus dihentikan, maka pada awal Agustus Liga Champions kembali dilanjutkan dengan format baru dengan tujuan untuk memangkas waktu.

Turnamen yang telah sampai di babak perempat final tersebut akhirnya diteruskan dengan menggunakan format single match-- bukan dengan sistem home-away seperti biasanya--serta dimainkan di tempat netral.

Lalu apakah format baru di babak knock-out ini akan terus dipatenkan dan mengabaikan format lama home away?

Pemenang dua kali Liga Champions, Jose Mourinho memberikan pandangannya.

Pelatih yang membawa Porto dan Inter Milan menjadi juara tersebut berujar bahwa ia lebih memilih format lama alih-alih memilih single match. Gairah yang diciptakan, mentalitas yang dipertaruhkan, ketahanan skuad menghadapi jadwal padat menjadi alasan mengapa ia lebih menyukai sistem home-away di fase knock out.

"Sebab sepak bola adalah untuk para fans dan karena sepak bola tentang gairah dan tentang kekuatan mental untuk mengatasi pertandingan besar, semifinal, perempatfinal, serta bermain melawan 70.000 fans lawan di stadion dan saya menyukai perasaan ini," ujarnya kepada DAZN seperti dikutip dari Mirror.

Masih menurut Mou, format single match ini justru lebih cocok dan memberi keuntungan bagi kuda hitam, tak heran jika kuda hitam seperti RB Leipzig dan Olympique Lyon musim ini berhasil tembus hingga babak semifinal dengan mengalahkan tim-tim unggulan.

"Anda harus sangat kuat untuk bermain dua leg dan bermain dengan kekuatan mental. Saya pikir satu leg lebih baik untuk klub non unggulan, jika Anda adalah non-unggulan Anda bermain satu pertandingan apapun bisa terjadi, tapi saya menyukai tekanan besar di laga home-away," imbuhnya.

"Dan itu juga mengukur ketahanan klub karena memainkan semifinal dan dua atau tiga hari kemudian klub akan bermain di laga besar di liga domestik, dan Anda harus mengatasi semua hal ini. Anda harus membuat keputusan besar sepanjang musim secara keseluruhan, jadi saya lebih memilih laga home-away."

instagram embed

Meskipun Liga Champions musim ini terasa amat panjang namun pada akhirnya turnamen yang memperebutkan trofi Kuping Besar ini telah menemui titik ujungnya dengan mempertemukan Paris Saint Germain dan Bayern Muenchen di laga final yang akan diselenggarakan di Estadio da Luz, Lisbon, Portugal, pada Senin (24/08) dini hari nanti WIB.

instagram embed

Perjalanan skuad Tottenham Hotspurs di Liga Champions sendiri harus terhenti di babak 16 besar setelah tumbang di tangan RB Leipzig. Pun di musim depan mereka harus absen di turnamen yang sama sebab The Lily White hanya mampu bertengger di posisi ke-6 klasemen akhir Liga Inggris musim 2019-2020.