Kenal Budaya Jepang Lewat Boneka Teru-teru Bozu Bersama Mahasiswa KKN Undip

Saya mahasiswa Universitas Diponegoro Fakultas Ilmu Budaya jurusan Sastra Jepang. Selain menonton drama korea, menulis menjadi bagian kehidupan saya untuk mengedukasi serta menghibur masyarakat melalui hasil pikiran atau apa yang saya rasakan.
Tulisan dari grace senty stefania tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Klaten – Pada hari Sabtu (25/01/2023) Grace Senty Stefania, mahasiswa KKN Undip Tim I dari Fakultas Ilmu Budaya program studi Bahasa dan Kebudayaan Jepang, merangkul siswa TK Pertiwi yang terletak di Desa Sudimoro, Kecamatan Tulung mempelajari kebudayaan Jepang melalui kerajinan tangan berupa boneka teru-teru bozu dari tisu.
Menurut legenda Jepang, teru-teru bozu merupakan boneka yang mampu mendatangkan cuaca cerah ketika turun hujan. Boneka tersebut terbuat dari tisu atau kain putih yang digulung, kemudian diikat dengan benang dan digantung dekat jendela. Berdasarkan unsur bahasa, teru berarti cerah sedangkan bozu diartikan sebagai biksu. Pada era Edo, popularitas teru-teru bozu meningkat terutama pada masyarakat urban. Pada era tersebut, anak-anak memohon cuaca cerah seraya bernyanyi “pendeta cuaca baik, cerahkan cuaca esok hari.”
Latar belakang dari pelaksanaan kegiatan tersebut yakni untuk mengedukasi siswa TK Pertiwi terkait kebudayaan Jepang, mengembangkan kemampuan motorik dan meningkatkan kreatifitas siswa serta guru TK Pertiwi. “Biasanya anak-anak diajarin origami, mewarnai, menggambar, menulis dan membaca saja mbak, untuk seluruh kegiatan disini kami yang persiapkan,” ungkap Ibu Titik selaku guru di TK Pertiwi ketika diwawancarai oleh mahasiswa KKN Undip Tim I pada hari Kamis (23/01/2023) terkait pembelajaran di TK Pertiwi.
Kegiatan diawali dengan mahasiswa KKN Undip menunjukan boneka teru-teru bozu yang dinamai Toto dan Ruru kepada siswa TK Pertiwi. Para siswa nampak antusias ketika mahasiswa KKN Undip menunjukan boneka tersebut. Tidak hanya memamerkan boneka teru-teru bozu, mahasiswa KKN Undip juga menceritakan mengenai legenda boneka teru-teru bozu kepada siswa TK Pertiwi. Suasana di kelas begitu khusyuk ketika mendengerkan legenda terkait teru-teru bozu yang diutarakan oleh mahasiswa KKN Undip.
Sebelum membuat boneka teru-teru bozu, tenaga pendidik di TK Pertiwi serta mahasiwa KKN menyusun tempat duduk dengan posisi melingkar sehingga siswa dan siswi mampu menirukan langkah-langkah membuat boneka teru-teru bozu yang didemonstrasikan oleh tim mahasiswa KKN Undip. Alat dan bahan yang digunakan dalam membuat boneka teru-teru bozu yakni tisu, karet gelang, dan benang jahit.
Meskipun mengalami kendala ketika membuat boneka teru-teru bozu, hal tersebut tentunya tidak menyurutkan semangat siswa dan siswi TK Pertiwi. Terlihat dari kerasnya usaha para siswa TK Pertiwi dalam menggulung tisu, membungkus, dan mengikat tisu dengan karet gelang sehingga tercipta kepala dari boneka teru-teru bozu. Usai membuat boneka teru-teru bozu, tim mahasiswa KKN Undip bertanya kepada seluruh siswa terkait nama boneka yang telah mereka rangkai.
“Ini nama bonekanya Yanto, karena kepalanya botak,” ujar Brian, salah satu siswi TK Pertiwi. Ucapan Brian lantas mengundang kehebohan para siswa di kelas. Kegiatan membuat boneka teru-teru bozu berlangsung selama dua hari tanggal 25 Januari 2023 dan 27 Januari 2023. Pada hari kedua, tim mahasiswa KKN Undip menggantung boneka teru-teru bozu dengan benang pada langit-langit kelas.
