Pesona Batik Leles : Komoditas Unggulan Kelurahan Pekauman yang Siap Go Digital

Mahasiswa Administrasi Publik, Universitas Airlangga
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Gratia Trey Infanta br Kaban tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Bersama BBK 8 UNAIR – Mendukung SDG 8 dan 17
GRESIK —Kelurahan Pekauman, Kecamatan Gresik, menyimpan permata ekonomi kreatif yang bernilai seni tinggi yakni UMKM Batik Leles. Sebagai upaya untuk memperkenalkan komoditas unggulan desa ini ke khalayak luas, tim mahasiswa Belajar Bersama Komunitas (BBK) 8 Universitas Airlangga melakukan kunjungan ke rumah produksi Batik Leles pada Sabtu (25/07/2026). Kunjungan strategis ini menjadi wujud nyata komitmen bersama antara akademisi dan pemerintah daerah dalam mendukung eksistensi karya budaya lokal yang sarat akan potensi.
Kunjungan fokus pada pe ngenalan terkait pesona dan nilai jual yang dimiliki oleh Batik Leles. Sebagai identitas dan komoditas kebanggaan masyarakat Pekauman, Batik Leles tidak hanya menawarkan keindahan motif khas yang digoreskan secara teliti, tetapi juga menjadi tulang punggung penggerak kemandirian ekonomi warga sekitar. Sinergi lintas sektor ini sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada target pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan (SDG 8) serta penguatan kemitraan global untuk pembangunan (SDG 17).
Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa dan perwakilan Kominfo Gresik disambut hangat oleh para perajin dan berkesempatan untuk melihat langsung tingginya dedikasi di balik setiap lembar kain yang diproduksi. Pertemuan ini juga menjadi wadah diskusi terkait masa depan pemasaran produk, perbincangan mengarah pada eksplorasi strategi promosi masa kini, di mana pemanfaatan media digital dan etalase online dipersiapkan untuk memperluas jangkauan pasar, sehingga keindahan Batik Leles tidak hanya dinikmati oleh warga lokal, tetapi siap bersaing di kancah nasional.
Melalui inisiatif kunjungan pengenalan ini, diharapkan nama Batik Leles semakin bersinar sebagai ikon ekonomi kreatif andalan dari Kelurahan Pekauman. Kolaborasi yang terjalin erat antara pelaku UMKM dan mahasiswa BBK 8 UNAIR ini menjadi batu loncatan yang solid untuk mengangkat derajat produk lokal ke level yang lebih tinggi. Kedepannya, komoditas unggulan ini akan terus melebarkan sayapnya, membawa dampak positif bagi peningkatan kesejahteraan perajin, serta mengukuhkan posisi Pekauman sebagai wilayah pelestari mahakarya Nusantara.
Berita ini mendukung SDG 8: Decent Work and Economic Growth, dan SDG 17: Partnerships for the Goals. #SDG8 #SDG17 #DecentWork #PartnershipsForTheGoals #SDGsUNAIR #BatikLeles
