SAQTI untuk Pekauman: Digitalisasi UMKM Lewat QRIS, Wujudkan SDGs 8,9,10, dan 17

Mahasiswa Administrasi Publik, Universitas Airlangga
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Gratia Trey Infanta br Kaban tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

PEKAUMAN – Sebagai upaya mempercepat transformasi digital pada sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), mahasiswa Belajar Bersama Komunitas (BBK 8) Universitas Airlangga, menggelar program kerja "SAQTI" (Sosialisasi Akun QRIS untuk Transaksi Pintar UMKM) pada Rabu, 22 Juli 2026, bertempat di Kantor Kelurahan Pekauman. Kegiatan ini diikuti oleh dua perwakilan Karang Taruna dan satu perangkat Kelurahan Pekauman sebagai calon fasilitator lokal.
Pemilihan Karang Taruna dan perangkat desa sebagai peserta utama bukan tanpa alasan. Program ini dirancang berbasis konsep pemberdayaan berkelanjutan: setelah masa BBK berakhir, kedua elemen tersebut diharapkan dapat meneruskan edukasi digitalisasi pembayaran kepada pelaku UMKM lain di Pekauman secara mandiri, tanpa bergantung pada kehadiran mahasiswa.
Dengan semangat tersebut, sosialisasi dirancang berlangsung dalam tiga sesi utama yang saling berkesinambungan. Sesi pertama diisi dengan penyampaian materi oleh mahasiswa, mencakup keunggulan QRIS bagi UMKM, alur dan syarat pendaftaran akun melalui bank maupun e-wallet resmi, hingga cara memonitor transaksi. Selanjutnya, sesi kedua berupa diskusi dan tanya jawab interaktif yang memberi ruang bagi peserta untuk menggali lebih dalam kendala yang kerap dijumpai di lapangan. Sesi puncak kemudian diisi dengan praktik langsung (hands-on trial) pembuatan akun QRIS melalui aplikasi GoPay Merchant, sehingga peserta tidak sekadar memahami teori, tetapi juga cakap mempraktikkannya secara mandiri. Sebagai tindak lanjut, peserta turut menerima modul panduan saku QRIS agar edukasi dapat diteruskan secara berkelanjutan kepada pelaku UMKM baru di Pekauman pada masa mendatang.
Antusiasme atas kegiatan ini turut disampaikan oleh Rangga Agung Kusuma Wardhana, sebagai perwakilan perangkat Kelurahan Pekauman yang juga berperan sebagai salah satu pelaku UMKM setempat dan telah lebih dahulu familiar dengan penggunaan QRIS dalam transaksi usahanya. Posisi ini menjadikannya sosok relevan untuk mendampingi pelaku UMKM lain beradaptasi dengan pembayaran digital. "Sejujurnya saya sendiri belum begitu paham QRIS itu seperti apa dan cara pakainya bagaimana," ujarnya.
Secara garis besar, Program SAQTI sejalan dengan sejumlah target Sustainable Development Goals (SDGs). SDG 8: Decent Work and Economic Growth didukung melalui perluasan akses UMKM terhadap pembayaran nontunai yang efisien dan aman. SDG 9: Industry, Innovation and Infrastructure tercermin dari penguatan infrastruktur keuangan digital di tingkat desa. SDG 10: Reduced Inequalities terwujud lewat kesempatan yang setara bagi pelaku usaha pedesaan untuk mengakses layanan keuangan digital. Adapun SDG 17: Partnership for the Goals tampak dari sinergi antara mahasiswa, perangkat kelurahan, paguyuban UMKM, dan Karang Taruna dalam membangun ketahanan ekonomi digital yang berkelanjutan bagi Kecamatan Pekauman.
Berita ini mendukung SDG 8: Decent Work and Economic Growth, SDG 9: Industry, Innovation and Infrastructure, SDG 10: Reduced Inequalities, dan SDG 17: Partnership for the Goals.
#SDG8 #DecentWorkAndEconomicGrowth #SDG9 #IndustryInnovationAndInfrastructure #SDG10 #ReducedInequalities #SDG17 #PartnershipForTheGoals #SDGsUNAIR
Penulis: Gratia Trey Infanta br Kaban
