Industri Halal Indonesia: Lebih Baik dari Negara Lain?

Mahasiswa Ekonomi Syariah IPB University Angkatan 2020
Konten dari Pengguna
28 Maret 2022 14:07
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari Asma Taqiyyah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
ADVERTISEMENT

Industri halal memiliki peran strategi dalam meningkatkan perekonomian nasional. Hal tersebut dibuktikan dengan banyaknya negara di dunia dalam mengembangkannya. Termasuk negara-negara memiliki populasi muslim yang relatif sedikit, seperti Brazil, Thailand, Korea, dan Tiongkok. Indonesia harus bekerja lebih keras bersaing dalam merebut pangsa pasar global industri halal,

Prof. Dr. K. H. Ma’ruf Amin

Indonesia menempati peringkat ke-3 dalam sektor fesyen muslim berdasarkan State of the Global Islamic Economy Report 2020-2021. (source: unsplash.com)
zoom-in-whitePerbesar
Indonesia menempati peringkat ke-3 dalam sektor fesyen muslim berdasarkan State of the Global Islamic Economy Report 2020-2021. (source: unsplash.com)
Indonesia merupakan negara yang memiliki potensi yang besar untuk memperluas industri halal. Saat ini, Indonesia menempati urutan ke-4 dari keseluruhan sektor halal berdasarkan Global Islamic Economy Indicator pada tahun 2020. Di Setiap sektor halal, Indonesia selalu berada di peringkat 7 teratas pada tahun yang sama. Sayangnya, saat ini Indonesia masih lebih dominan menjadi konsumen produk halal dari negara lain dibandingkan produsen industri halal. Bahkan, Indonesia sering menjadi target konsumen produk halal dari negara yang mayoritasnya adalah nonmuslim.
ADVERTISEMENT

Bagaimana industri halal di negara nonmuslim saat ini?

Makan dan Minuman Halal
Salah satu negara yang memiliki kemajuan dalam industri makanan dan minuman halal adalah Jepang. Sebagai negara maju, mereka percaya bahwa industri makanan halal dapat menjadi katalis untuk perkembangan sektor potensial lainnya yang terkena dampak negatif dari perekonomian yang kacau balau. Meskipun masyarakat muslim di Jepang hanya 0,14% dari total penduduknya, Jepang sudah mengembangkan industri halal sektor pangan bahkan market size-nya mencapai 120 miliar yen pada tahun 2014.
Dengan jumlah masyarakat muslim yang sedikit, Jepang memfokuskan industri halalnya untuk para wisatawan dengan menerapkan konsep pangan halal pada kantin universitas, bandara internasional, dan restoran. Bahkan, Jepang juga sempat memberikan gratis pembuatan visa untuk beberapa negara mayoritas muslim seperti Indonesia dan Malaysia untuk meningkatkan jumlah wisatawan muslim.
ADVERTISEMENT
Kosmetik dan Farmasi Halal
Korea Selatan adalah negara yang terkenal dengan sektor kosmetiknya, termasuk kosmetik halal. Negara dengan mayoritas muslim, seperti Indonesia, Malaysia, dan India menjadi target ekspor kosmetik halal dari Korea Selatan yang saat ini masyarakat muslimnya kurang dari 1% dari total populasi negara tersebut. Hingga pada tahun 2019, total ekspor kosmetik ke negara Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) mencapai 271 dollar AS. Meskipun belum semua produk ekspor tersebut halal, perkembangannya sangat pesat dengan meningkatnya jumlah sertifikasi kosmetik halal.
Selain itu, pemerintah Korea Selatan telah melakukan persetujuan dengan Halal Development Corporation (HDC) untuk memproduksi kosmetik halal di Malaysia dan juga memberikan training session mengenai sertifikasi halal untuk kosmetik dan juga farmasi. Hingga saat ini, sudah ada 11 produsen kosmetik dan obat halal dari Korea dan akan terus bertambah.
ADVERTISEMENT
Fesyen Muslim
Dengan jumlah muslim sebesar 4,8%, Italia menjadi negara urutan ke 6 dari 73 negara pada tahun 2020 dengan kriteria negara perkembangan terbaik dari sektor fashion halal dilihat dari jumlah ekspor ke negara OKI, awareness, dan price index. Hingga tahun 2016, Italia telah mengekspor fashion halal ke negara OKI hingga 1 miliar dollar AS. Beberapa Fashion Week telah dilaksanakan termasuk fashion halal. Selain itu, pemerintah salah satu kota di Italia bekerja sama dengan Dubai Chamber dan Dubai Islamic Economy Development Center menyelenggarakan acara pada 28 Juli 2015. Acara ini bertujuan untuk mengembangkan sektor modest fashion dan dipertunjukkan kepada konsumen muslim maupun pengusaha Italia yang tertarik memperluas merek mereka ke segmen konsumen tersebut.
ADVERTISEMENT
Media dan Rekreasi Halal
Siapa yang tidak tahu aplikasi Muslim Pro? Muslim Pro merupakan aplikasi yang dibuat oleh perusahaan Singapura yang berisi beberapa fitur seperti jadwal sholat, Al-Qur’an beserta terjemahannya, arah kiblat, dan lain-lain. Saat ini, Muslim Pro telah di-download lebih dari 110 juta orang. Penggunanya sudah meluas hingga berbagai negara, seperti Indonesia, Amerika Serikat, Prancis, Malaysia, India, dan beberapa negara lainnya. Dengan modal marketing yang tidak ada sama sekali, Muslim Pro berhasil menduduki peringkat pertama di Playstore kategori lifestyle.
Pariwisata Halal
Taiwan menjadi negara non-OKI peringkat ke-2 dengan predikat muslim tourism-friendly pada tahun 2021. Meskipun penduduk muslim di Taiwan tidak sampai 1%, mereka sudah menyiapkan agen ataupun website untuk mempermudah wisatawan muslim dalam perjalanannya. Bahkan pemerintah Taiwan sudah sempat menggelar festival Halal Taiwan Week untuk mengenalkan dan mempromosikan Taiwan sebagai negara yang ramah muslim.
ADVERTISEMENT
Produk-produk halal yang dihasilkan oleh Jepang, Korea Selatan, Italia, Singapura dan Taiwan menargetkan negara OKI, salah satunya Indonesia, sebagai konsumennya. Hal ini dikarenakan mereka percaya bahwa pasar halal di negara OKI sangatlah besar dan akan terus berkembang. Pemerintah Indonesia sudah memberikan beberapa kemudahan untuk ekonomi industri halal di Indonesia lebih maju, di antaranya dengan meningkatkan kualitas dan produktivitas dari Usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dan juga mempermudah urusan sertifikasi halal. Masyarakat pun juga harus ikut andil dalam menyukseskan industri halal di Indonesia dengan membeli produk halal UMKM tersebut supaya lebih berkembang hingga mencapai tingkat global.