Kumparan Logo

Aktivis Pro-Palestina Protes CTO Amazon saat Pidato, Tuduh AI-nya Dipakai Israel

kumparanTECHverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
CTO Amazon, Werner Vogels Foto: Zahrina Noorputeri/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
CTO Amazon, Werner Vogels Foto: Zahrina Noorputeri/kumparan

Pidato Chief Technology Officer (CTO) Amazon, Werner Vogels, dalam konferensi tingkat tinggi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) terkait dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Jenewa, Swiss, terhenti setelah sejumlah aktivis pro-Palestina protes gegara layanan cloud dan infrastruktur Amazon dianggap telah digunakan Israel.

Aksi tersebut terjadi ketika Vogels tampil dalam AI for Good Global Summit di Jenewa, pada 8 Juli 2026. Acara itu diselenggarakan oleh International Telecommunication Union (ITU), badan PBB yang menangani teknologi informasi dan komunikasi.

Berdasarkan rekaman yang dibagikan gerakan Boycott, Divestment, and Sanctions (BDS) melalui platform X dan Facebook, sejumlah aktivis tiba-tiba naik ke panggung ketika Vogels sedang menyampaikan presentasi.

Salah satu aktivis membentangkan spanduk bertuliskan, "No tech for apartheid" atau "Tidak ada teknologi untuk apartheid". Aktivis lainnya menuding Amazon mendapatkan keuntungan dari Project Nimbus, kontrak komputasi awan yang dijalankan Amazon Web Services (AWS) dan Google bersama pemerintah Israel.

Petugas keamanan kemudian langsung menyeret para aktivis dari atas panggung. Kendati mereka tetap meneriakkan seruan agar Amazon membatalkan Project Nimbus.

Menurut aktivis tersebut, Project Nimbus memberikan akses kepada otoritas Israel terhadap teknologi cloud dan machine learning canggih yang dapat digunakan untuk mendukung operasi militer dan pengawasan.

facebook embed

Mereka juga menyebut teknologi yang berkaitan dengan kontrak tersebut digunakan dalam sejumlah sistem militer Israel, termasuk Lavender dan Where's Daddy? Kedua sistem ini sebelumnya dituding oleh kelompok hak asasi manusia dan sejumlah investigasi media membantu proses identifikasi serta penargetan warga Palestina di Gaza.

Apa Itu Project Nimbus?

Project Nimbus merupakan proyek cloud dan machine learning yang dirancang untuk menyediakan infrastruktur komputasi awan domestik bagi Israel. Proyek tersebut mencakup penyimpanan dan analisis data serta kemampuan komputasi tingkat lanjut yang dapat digunakan oleh pemerintah Israel.

Kontrak Project Nimbus diberikan pada April 2021 kepada AWS dan Google. Saat itu, Kementerian Keuangan Israel mengatakan proyek tersebut bernilai sekitar 1,2 miliar dollar AS. Proyek tersebut dirancang untuk memungkinkan Israel membangun pusat data awan lokal sekaligus memperluas penggunaan teknologi cloud computing di lingkungan pemerintahan.

Kontrak tersebut telah berulang kali menjadi sorotan kelompok pro-Palestina. Mereka mengkritik perusahaan teknologi besar yang memiliki kerja sama dengan Israel karena khawatir layanan dan teknologi yang disediakan dapat digunakan dalam operasi militer, pengawasan, serta sistem penargetan.

Aksi di tengah presentasi Vogels menjadi salah satu bentuk terbaru protes terhadap keterlibatan perusahaan teknologi dalam penyediaan infrastruktur digital bagi Israel.