Hacker Retas Ratusan Kulkas Supermarket Prancis, Naikkan Suhu sampai 50° Celcius

kumparanTEKNOverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi es krim di supermarket Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi es krim di supermarket Foto: Shutter Stock

Hacker menyerang sistem pendingin di ratusan supermarket di Prancis dengan menaikkan suhu kulkas dan freezer hingga 50 derajat Celsius, pada Senin (12/10). Serangan yang terjadi semalaman itu menyebabkan kebakaran dan membuat sejumlah makanan rusak.

Kantor Kejaksaan Paris menyatakan bahwa serangan berskala besar tersebut menargetkan kulkas yang terhubung ke jaringan di sejumlah jaringan ritel makanan besar di seluruh Prancis. Akibatnya, supermarket mengalami kerugian berupa makanan yang tidak lagi layak konsumsi hingga insiden kebakaran.

Dilansir Reuters, Perdana Menteri Prancis, Sebastien Lecornu, telah menginstruksikan Badan Keamanan Siber Nasional Prancis (ANSSI) untuk menyelidiki serangan tersebut.

Prancis juga berkoordinasi dengan negara-negara Eropa lain karena serangan serupa berpotensi berdampak pada negara lain. Felix Aime, analis senior intelijen ancaman siber di Sekoia Threat Detection and Research, mengatakan bahwa Spanyol, Portugal, Polandia, Jerman, dan Belgia juga terdampak serangan tersebut.

Ratusan Gerai Supermarket Terdampak

Sejumlah jaringan supermarket di Prancis mengonfirmasi bahwa gerai mereka menjadi sasaran. Carrefour menyebut 80 supermarketnya terdampak. Sedangkan Monoprix, yang mengoperasikan sekitar 490 gerai di Prancis, mengatakan 5 persen tokonya mengalami insiden serupa.

Les Mousquetaires, pemilik jaringan ritel Intermarche, mengaku kulkas di 150 gerai mereka dipanaskan hingga 50 derajat Celsius selama enam jam semalaman. Juru bicara perusahaan menyebut seluruh makanan yang terdampak telah dibuang untuk menghilangkan risiko kesehatan.

Ilustrasi hacker. Foto: DC Studio/Shutterstock

Geert de Clercq, warga Paris, menyaksikan langsung pegawai Intermarche di pusat kota Paris membuang gerobak-gerobak berisi makanan beku yang telah mencair ke dalam kontainer sampah berukuran besar. Es krim yang mencair bahkan tumpah ke jalan dari kemasannya yang rusak.

CEO jaringan supermarket Cooperative U, Dominique Schelcher, mengaku kelompok usahanya juga menjadi sasaran serangan.

“Menargetkan peralatan yang sangat penting untuk menjaga kesegaran produk dan menjamin pasokan makanan bagi masyarakat Prancis merupakan tindakan yang sangat serius dan belum pernah terjadi sebelumnya,” tulis Schelcher di X.

Hingga kini, belum ada perkiraan total kerugian yang dialami industri ritel makanan akibat serangan tersebut. Namun, CEO Intermarche Thierry Cotillard menyebut serangan itu dapat menimbulkan kerugian hingga puluhan juta euro di seluruh Prancis hanya dalam satu hari.

Christel Delberghe, direktur jenderal asosiasi ritel Eropa EuroCommerce, mengatakan insiden ini menunjukkan pentingnya ketahanan di seluruh rantai pasok.

“Insiden ini menegaskan pentingnya ketahanan di seluruh rantai pasok,” ujar Delberghe.