HP Rilis AI PC OmniBook Ultra, EliteBoard G1a, hingga Wolf Security di RI

HP Indonesia memperkenalkan rangkaian perangkat dan solusi berbasis AI dalam ajang HP Elevate 2026 sebagai strategi perusahaan memperkuat posisinya di era kerja baru yang semakin terdigitalisasi.
Lewat acara tersebut, HP menampilkan portofolio terbaru yang mencakup AI PC, solusi workplace, teknologi keamanan, hingga inovasi percetakan. Seluruhnya dirancang dalam satu ekosistem terintegrasi untuk membantu perusahaan memanfaatkan AI secara lebih praktis dan berdampak langsung terhadap operasional bisnis.
Beberapa solusi yang diperkenalkan antara lain HP IQ, jajaran AI PC terbaru, lini printer LaserJet generasi baru, HP Workforce Experience Platform, serta sistem keamanan HP Wolf Security.
Di lini AI PC, misalnya, HP memamerkan beberapa produk baru dari seri OmniBook yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan profesional, kreator, pelajar, gamer, hingga pelaku bisnis. Di antaranya OmniBook Ultra, OmniBook X Flip, OmniBook 7, OmniBook 5, OmniBook 3, dan OmniBook X.
Sementara untuk laptop gaming dan aksesoris, HP membawa HyperX OMEN 16 VALORANT, HyperX OMEN 35L Gaming Desktop, HyperX OMEN OLED 34, Earbud HyperX III dan Earbuds IIIS, HyperX Flipcast, dan HyperX Clutch Tachi.
Untuk PC bisnis dan profesional, ada HP EliteBoard G1a Next Gen AI PC, HP ProBook 4 G2 Series, HP EliteBook 8 G2 Series, HP EliteBook X G2 Series, dan HP EliteBook X Flip G2. Di lini percetakan, HP memboyong HP LaserJet Pro 4000 series, HP LaserJet Enterprise 5000 Series, dan HP LaserJet Enterprise 6000 Series.
Langkah ini datang di tengah meningkatnya adopsi AI di Indonesia. HP menyebut penggunaan AI di kalangan pelaku usaha tumbuh 47 persen secara tahunan pada 2025, dengan sekitar 18 juta bisnis mulai mengintegrasikan teknologi tersebut ke aktivitas operasional mereka.
Meski adopsinya meningkat, perusahaan menilai banyak organisasi masih berada pada tahap awal implementasi dan belum sepenuhnya menerjemahkan investasi AI menjadi nilai bisnis yang nyata.
President Director HP Indonesia, Juliana Cen, mengatakan AI kini bukan lagi agenda jangka panjang, melainkan sudah menjadi bagian dari cara orang bekerja, berkolaborasi, hingga mengambil keputusan.
“Di HP, fokus kami adalah membantu organisasi di Indonesia mengadopsi AI secara praktis, aman, dan bermakna. Kami ingin membantu bisnis mengurangi kompleksitas, meningkatkan produktivitas, dan memberdayakan karyawan untuk memberikan performa terbaik mereka,” ujar Juliana.
AI Tidak Hanya Berjalan di Cloud
Salah satu pesan utama yang dibawa HP di Elevate 2026 adalah perubahan cara AI diproses. Jika selama ini sebagian besar beban komputasi AI bergantung pada cloud, HP melihat tren baru di mana pemrosesan mulai bergeser lebih dekat ke pengguna melalui pendekatan edge computing atau on-device AI.
Model ini memungkinkan berbagai kemampuan AI berjalan langsung di perangkat tanpa selalu membutuhkan koneksi ke pusat data. Pendekatan tersebut dinilai semakin penting ketika organisasi mulai menerapkan alur kerja AI yang lebih kompleks, mulai dari produktivitas harian, pembuatan konten, pengembangan perangkat lunak, hingga sistem AI yang dapat membantu menyelesaikan tugas secara otomatis.
Untuk mendukung transisi itu, HP memperkenalkan HP IQ. Platform ini menjadi lapisan orkestrasi yang menghubungkan perangkat AI PC HP dengan berbagai perangkat kerja lain dalam satu pengalaman yang terintegrasi.
Melalui kombinasi kemampuan AI di perangkat, pengalaman penggunaan yang lebih adaptif, serta integrasi dengan HP Workforce Experience Platform, HP ingin membantu organisasi menciptakan alur kerja yang lebih sederhana dan kolaborasi yang lebih efisien.
Bagi tim teknologi informasi (TI), sistem ini juga dirancang memberi visibilitas yang lebih luas terhadap kondisi perangkat dan performa lingkungan kerja digital.
Sementara dalam segi keamanan, HP memperluas kapabilitas HP Wolf Security untuk meningkatkan perlindungan di seluruh portofolio PC komersialnya melalui integrasi yang lebih erat dengan HP Workforce Experience Platform dan lingkungan TI perusahaan. Peningkatan ini membantu organisasi menyederhanakan pengelolaan keamanan sekaligus meningkatkan visibilitas, perlindungan, dan ketahanan terhadap ancaman siber.
“Perusahaan di Indonesia mulai bergerak dari tahap uji coba menuju penerapan praktis. Namun meningkatkan implementasi AI bukan sekadar tantangan teknologi. Organisasi perlu meninjau kembali cara kerja mereka, membekali tenaga kerja dengan keterampilan yang tepat, serta menyiapkan infrastruktur yang mendukung implementasi AI secara aman dan mulus,” kata Budiono, Managing Director Accenture AI & Data.
HP juga menghadirkan pembaruan pada HP Wolf Pro Security, yang mengadopsi pendekatan keamanan berlapis dengan teknologi Threat Containment untuk membantu melindungi endpoint PC dari serangan phishing maupun ransomware.
Terakhir, HP Workforce Experience Platform (WXP) kini dilengkapi berbagai kapabilitas baru, termasuk rekomendasi remediasi berbasis AI, pelaporan telemetri yang dapat dikustomisasi, Carbon Footprint Report untuk mendukung inisiatif keberlanjutan, Microsoft Teams Pulse Notifications, integrasi Wolf Protect and Trace API, serta dukungan kolaborasi premium melalui Poly+ Analyze.
