Kumparan Logo

Ilmuwan Temukan Spesies Baru Hiperparasit Jamur Zombie di Hutan Kalimantan

kumparanSAINSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Spesies baru hiperparasit jamur zombie Pleurocordyceps cornusynnemata ditemukan di Pulau Kalimantan wilayah Sabah, Malaysia. Foto: Universiti Malaysia Sabah
zoom-in-whitePerbesar
Spesies baru hiperparasit jamur zombie Pleurocordyceps cornusynnemata ditemukan di Pulau Kalimantan wilayah Sabah, Malaysia. Foto: Universiti Malaysia Sabah

Sekelompok ilmuwan Malaysia menemukan spesies baru jamur parasit yang memangsa "jamur zombie", atau jamur yang mampu mengendalikan perilaku serangga inangnya menuju kematiannya.

Penemuan tersebut berasal dari hutan hujan di Pulau Kalimantan wilayah Sabah, Malaysia. Sampel dikumpulkan dalam beberapa ekspedisi lapangan yang dilakukan Institute for Tropical Biology and Conservation, Universiti Malaysia Sabah (UMS). Hasil penelitiannya telah dipublikasikan di New Zealand Journal of Botany dan juga dimuat di jurnal taksonomi Phytotaxa pada April 2026.

Spesies baru itu diberi nama ilmiah Pleurocordyceps cornusynnemata. Para peneliti menyebutnya sebagai hiperparasit karena bukan menyerang serangganya secara langsung, melainkan menginfeksi jamur Ophiocordyceps yang sudah lebih dulu menguasai tubuh inangnya.

Ophiocordyceps dikenal luas sebagai jamur zombie. Jamur ini mampu memanipulasi sistem saraf semut sehingga serangga tersebut bergerak tidak normal, memanjat tanaman ke lokasi tertentu, lalu mati. Setelah itu, jamur akan tumbuh keluar dari tubuh bangkai semut untuk menyebarkan spora baru.

Namun, Pleurocordyceps cornusynnemata memiliki strategi berbeda.

"Ia efektif memarasit patogen utama," kata Wakil Direktur Institute for Tropical Biology and Conservation di UMS, Jaya Seelan Sathiya Seelan, kepada AFP.

Spesies baru hiperparasit jamur zombie Pleurocordyceps cornusynnemata ditemukan di Pulau Kalimantan wilayah Sabah, Malaysia. Foto: Universiti Malaysia Sabah

Alih-alih mengendalikan sistem saraf semut, jamur baru ini menyusup ke dalam jaringan Ophiocordyceps yang sedang berkembang di tubuh inangnya, kemudian memakan jaringan jamur tersebut. Dengan kata lain, jamur ini adalah "parasit bagi parasit".

Pleurocordyceps cornusynnemata ditemukan setelah para peneliti mempelajari seekor semut mati yang dikumpulkan dari Danum Valley, kawasan hutan hujan terpencil di Sabah. Nama spesies tersebut diambil dari struktur tubuhnya yang memiliki bentuk menyerupai tanduk, ciri khas yang belum pernah ditemukan pada anggota genus Pleurocordyceps lainnya.

Menurut Seelan, spesies ini memang bukan hyperparasite pertama yang diketahui ilmuwan. Namun, ini merupakan anggota pertama dalam genus Pleurocordyceps yang memiliki struktur berbentuk tanduk yang sangat khas.

Selain menemukan jamur baru tersebut, tim peneliti juga mengidentifikasi spesies baru jamur pembunuh laba-laba yang menyebarkan spora ke tubuh mangsanya sebelum akhirnya membunuhnya.

"Jamur yang baru didokumentasikan ini memiliki potensi yang sangat besar... baik sebagai sumber untuk pengembangan obat antimikroba generasi berikutnya maupun sebagai agen pengendali hayati yang sangat efektif untuk mengatasi hama pertanian," tambah Seelan.