Kumparan Logo

Pria Ini Pecahkan Rekor Teriak Paling Keras di Dunia, Capai 122,4 Desibel

kumparanSAINSverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi pria berteriak. Foto: Roman Samborskyi/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pria berteriak. Foto: Roman Samborskyi/Shutterstock

Rekor baru untuk manusia dengan suara paling keras kini resmi tercipta. Dia adalah Joseph McGrail-Bateup, pria asal Canberra, Australia, yang profesinya memang terasa sangat cocok dengan pencapaian ini.

Manusia ternyata mampu menghasilkan suara jauh lebih keras dari yang dibayangkan. Sebelum rekor baru ini tercatat, gelar manusia dengan suara paling keras dipegang oleh Annalisa Flanagan, seorang guru sekolah dasar dari Belfast, di mana pada tahun 1994 dia berhasil teriak kata “quiet” (diam) hingga mencapai 121,7 desibel.

Kini, rekor tersebut berhasil dilewati. McGrail-Bateup, yang bekerja sebagai town crier atau pembawa pengumuman tradisional di ruang publik, mencetak suara sebesar 122,4 desibel, memecahkan Guinness World Record.

Sekilas kenaikannya memang terlihat kecil. Namun, skala desibel bersifat logaritmik, bukan linear. Artinya, suara yang 20 desibel lebih tinggi memiliki intensitas sekitar 100 kali lebih besar. Jika selisihnya mencapai 60 desibel, energi suara yang dihasilkan bisa menjadi satu juta kali lebih kuat.

Meski telinga manusia kemungkinan tidak akan merasakan perbedaan besar antara teriakan Flanagan dan McGrail-Bateup karena keduanya sama-sama terdengar sangat keras, peningkatan rekor ini setara dengan kenaikan energi suara sekitar 17 persen.

Sebagai gambaran, tingkat kebisingan tersebut setara dengan berdiri di dekat ambulans yang sedang menyala, berada dekat mesin jet, atau menghidupkan gergaji mesin tepat di tangan sendiri.

video youtube embed

Namun pencapaian ini bukan tanpa konsekuensi. Pita suara McGrail-Bateup dan mungkin juga pendengarannya harus menanggung efek dari percobaan tersebut.

“Tidak ada cara untuk benar-benar berlatih untuk ini. Anda harus menyimpan tenaga untuk hari pelaksanaannya, apalagi kalau sedang mencoba memecahkan rekor dunia,” kata McGrail-Bateup kepada Associated Press.

Ia mengungkapkan bahwa dirinya membutuhkan tujuh kali percobaan hanya untuk meneriakkan satu kata, “now”.

“Butuh tujuh kali percobaan hanya untuk satu kata, yaitu ‘now’. Setelah itu suara saya rusak selama beberapa hari. Suaranya serak dan rasanya buruk sekali. Jadi memang tidak bisa benar-benar dilatih. Tapi saat melakukannya, ini sangat menyenangkan,” ujarnya.

Meski terdengar menakjubkan, rekor ini masih sangat jauh jika dibandingkan dengan suara paling keras yang pernah dihasilkan manusia, jika menghitung teknologi ciptaan manusia.

Gelar tersebut masih dipegang oleh Tsar Bomba, senjata nuklir berkekuatan 50 megaton milik Uni Soviet yang diuji pada 30 Oktober 1961. Ledakan Tsar Bomba diperkirakan menghasilkan suara sekitar 224 desibel.

Ilustrasi bom nuklir Foto: WikiImages/pixabay

Jika dibandingkan, energi akustik ledakan tersebut sekitar 14,5 miliar kali lebih besar daripada teriakan “now” milik McGrail-Bateup. Jadi, jika ingin mengejar rekor itu, tampaknya McGrail-Bateup masih harus banyak berlatih.

Meski berhasil menjadi manusia dengan teriakan paling keras, Guinness World Records secara spesifik memberikan McGrail-Bateup gelar teriakan paling keras oleh seorang pria. Dengan demikian, Annalisa Flanagan tetap mempertahankan rekor di kategori perempuan, hasil yang disebut membuat McGrail-Bateup cukup senang.

Menariknya, ini bukan rekor dunia pertama bagi pria berusia 58 tahun tersebut. Pada 2019, ia pernah memecahkan rekor menembakkan 10 anak panah dalam waktu tercepat, yakni 60,03 detik.

Namun rekor itu tidak bertahan lama. Hanya sembilan bulan kemudian, seorang bocah berusia 7 tahun berhasil memecahkannya dengan memangkas waktu hingga 11,4 detik lebih cepat.

Rekor tersebut lalu kembali dipecahkan pada 2023 oleh Casey Wilhelm dari Missouri yang berhasil menembakkan 10 anak panah hanya dalam 39,53 detik.