Robot Humanoid AI Mulai Diproduksi Massal di China

kumparanTEKNOverified-green

ยทwaktu baca 5 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Headquarter dan pabrik XPeng di Guangzhou, China. Foto: Sena Pratama/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Headquarter dan pabrik XPeng di Guangzhou, China. Foto: Sena Pratama/kumparan

Robot humanoid IRON buatan perusahaan teknologi China, XPeng, kini memasuki tahap produksi massal. Perusahaan mengeklaim robot tersebut menjadi salah satu humanoid pertama yang dapat berjalan sendiri keluar dari lini produksi setelah selesai dirakit.

IRON sebelumnya menjadi perhatian publik karena penampilannya yang sangat mirip manusia. Robot tersebut bahkan sempat viral pada tahun lalu setelah tim XPeng membelah bagian tubuhnya di atas panggung untuk membuktikan bahwa tidak ada manusia yang bersembunyi di dalamnya.

Kini, XPeng akan memproduksi IRON menggunakan fasilitas produksi yang sudah dimilikinya. Perusahaan belum mengungkap berapa banyak unit yang ditargetkan diproduksi di pabriknya.

IRON sendiri memiliki lapisan kulit berbahan kain dan tersedia dalam berbagai bentuk tubuh serta gender. Namun, seluruh model memiliki tinggi sekitar 173 sentimeter dengan berat sekitar 65 kilogram.

Prototipe IRON memiliki 82 derajat kebebasan (degrees of freedom/DoF) dari kepala hingga kaki. Sebagai gambaran, DoF menunjukkan jumlah jenis gerakan yang dapat dilakukan oleh bagian-bagian tubuh robot secara independen. Kedua tangannya masing-masing memiliki 22 DoF. Robot tersebut juga mampu bergerak dengan kecepatan hingga sekitar 2 meter per detik, atau setara dengan kecepatan seseorang berjalan kaki dengan sangat cepat.

Diklaim Bisa Bantu Pekerjaan Rumah

XPeng memiliki ambisi besar terhadap penggunaan IRON. Perusahaan membayangkan robot humanoid ini suatu hari dapat digunakan di rumah untuk membantu berbagai pekerjaan domestik, seperti membersihkan rumah dan melipat pakaian.

Perwakilan XPeng bahkan menyamakan perkembangan robot humanoid dengan kemunculan smartphone pada pertengahan 2000-an. Mereka memperkirakan robot humanoid akan semakin banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari dalam beberapa tahun mendatang.

Robot humanoid Xpeng, Iron berdiri saat Auto Shanghai Show di Shanghai, China, Rabu (23/4/2025). Foto: Go Nakamura/REUTERS

XPeng menyebut IRON sebagai robot humanoid "tingkat tinggi dan serbaguna" (high-level, general-purpose). Perusahaan mengeklaim robot tersebut mampu menerima instruksi, menyusun strategi, memahami lingkungan sekitar, serta menghindari rintangan tanpa harus mencoba-coba terlebih dahulu.

IRON juga dibekali fitur pengisian daya mandiri. Ketika baterainya mulai habis, robot dapat mencari ruang pengisian daya yang telah ditentukan dan menghubungkan dirinya sendiri ke sumber listrik. Jika seluruh klaim tersebut terbukti dalam penggunaan nyata, IRON akan menjadi salah satu robot humanoid berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) pertama yang diproduksi dalam skala besar.

Salah satu hal yang membuat IRON berbeda adalah sistem AI yang digunakan. XPeng tidak membangun mesin AI khusus untuk robot tersebut. Perusahaan menggunakan world model yang sama dengan yang dipakai pada kendaraan listrik berbasis AI dan prototipe mobil terbang miliknya.

World model merupakan sistem AI yang dirancang agar mesin dapat memahami lingkungan di sekitarnya dan memperkirakan apa yang mungkin terjadi selanjutnya. Kemampuan ini penting bagi robot karena dunia nyata jauh lebih sulit diprediksi dibandingkan lingkungan yang sepenuhnya dikendalikan.

Dalam kondisi nyata, robot harus berhadapan dengan berbagai benda, manusia, permukaan, dan situasi yang berubah-ubah. Karena itu, robot sering kali masih bergerak lambat atau bahkan gagal melakukan tugas sederhana.

Para peneliti kini banyak mengembangkan world model dan teknologi lain, termasuk sistem vision-language-action (VLA). Sistem tersebut memungkinkan robot menggabungkan informasi visual, bahasa, dan tindakan fisik sehingga dapat merencanakan beberapa langkah sebelum menjalankan sebuah tugas.

XPeng tidak mengungkap secara detail sistem AI eksklusif yang digunakan IRON. Namun, perusahaan mengatakan setiap robot menggunakan tiga kerangka teknologi yang bekerja bersama agar IRON dapat beroperasi secara mandiri.

video youtube embed

Pertama adalah VLA (vision-language-action), yang menggabungkan kemampuan melihat lingkungan, memahami bahasa alami, dan mengendalikan gerakan fisik. Kedua adalah vision-language model (VLM), yang menggabungkan sistem untuk memproses informasi visual dengan kemampuan memahami teks.

Ketiga adalah vision-language-task/thought (VLT). Menurut XPeng, sistem ini memberikan kemampuan penalaran kepada IRON sehingga robot dapat memikirkan langkah yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas yang diberikan.

Untuk menjalankan seluruh kemampuan tersebut, setiap unit IRON dibekali tiga chip Turing AI dengan total kemampuan pemrosesan mencapai 2.250 triliun operasi per detik (TOPS). Dengan kemampuan tersebut, IRON disebut mampu menjalankan model AI yang setara dengan Llama 3.2 milik Meta secara lokal, tanpa harus terhubung ke internet.

Sebagai perbandingan, laptop baru yang sudah mampu menjalankan tugas AI sederhana secara langsung di perangkat, seperti mengubah tampilan video kamera secara real time, umumnya memiliki kemampuan sekitar 50 TOPS.

Chairman sekaligus CEO XPeng, He Xiaopeng, mengatakan perusahaan ingin menciptakan robot yang memiliki kemampuan generalisasi sehingga dapat benar-benar menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

"Kami ingin membangun jenis robot baru dengan kemampuan generalisasi penuh yang benar-benar dapat menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, menciptakan kehidupan yang lebih baik bagi manusia, dan pada akhirnya menjadi pendamping dalam kehidupan mereka," kata He sebagaimana dikutip Live Science.

Untuk tahap awal, XPeng akan menempatkan IRON di sejumlah showroom dan kampus teknologi miliknya. Langkah tersebut dilakukan sembari perusahaan menguji dan memvalidasi berbagai kemungkinan penggunaan robot.

XPeng menargetkan pengiriman IRON kepada pelanggan eksternal mulai 2027. Pada tahap awal, robot akan menyasar sektor komersial, terutama di China, untuk berbagai pekerjaan seperti layanan pelanggan dan pemandu tur. Setelah itu, XPeng berencana memperluas penggunaan dan pengiriman IRON ke negara-negara lain.

XPeng bukan satu-satunya perusahaan yang mulai memasuki tahap produksi massal robot humanoid. Perusahaan robotika asal Amerika Serikat, Figure AI, telah memproduksi Figure 03. Sementara perusahaan China, AGIBOT, disebut telah mencapai produksi sebanyak 15.000 unit pada Juni 2026 lalu.

Tesla menjadi salah satu perusahaan besar yang hingga kini belum memasukkan robot humanoidnya, Optimus, ke tahap produksi massal. Robot tersebut masih dalam tahap perakitan di pabrik. Peluncuran Optimus juga telah mengalami penundaan sebanyak empat kali sejak 2022.