Vladimir Putin Puji Elon Musk Manusia Jenius, Akui Rusia Tertinggal dari Starlink

kumparanTEKNOverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Rusia Vladimir Putin menyampaikan keterangan kepada awak media saat sesi konferensi pers pada akhir kunjungannya ke China di Beijing, China, Rabu (3/9/2025). Foto: Sergei Bobylyov / POOL / AFP
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Rusia Vladimir Putin menyampaikan keterangan kepada awak media saat sesi konferensi pers pada akhir kunjungannya ke China di Beijing, China, Rabu (3/9/2025). Foto: Sergei Bobylyov / POOL / AFP

Presiden Rusia, Vladimir Putin, memuji CEO SpaceX Elon Musk sebagai manusia jenius. Putin juga mengungkapkan bahwa dirinya menjalin komunikasi erat dengan Musk terkait pengembangan Rassvet, layanan internet satelit Rusia yang diproyeksikan menjadi pesaing Starlink.

"Elon Musk adalah seorang jenius, benar-benar jenius," kata Putin dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Rusia-Afrika pada Rabu (28/10).

Putin membandingkan perkembangan teknologi satelit Rusia dengan Starlink milik Musk. Menurutnya, SpaceX telah memiliki lebih dari 5.000 satelit di orbit, sementara Rusia baru memulai langkah awal untuk mengembangkan sistem serupa. Potensi hubungan antara Putin dan Musk ini dapat membawa dampak serius, terutama di tengah perang Rusia-Ukraina yang masih berlangsung sejak 2022.

CEO Tesla dan SpaceX, Elon Musk, memberi isyarat ketika ia berbicara dalam parade perdana di dalam Capitol One Arena, di Washington, DC, Senin (20/1/2025) waktu setempat. Foto: Angela Weiss/AFP

Belakangan, Elon Musk menunjukkan ketidakpuasannya terhadap Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy. Situasi ini memunculkan kekhawatiran di kalangan pejabat Ukraina bahwa negara mereka bisa kehilangan akses ke Starshield, layanan komunikasi satelit versi militer dari jaringan Starlink yang selama ini diandalkan pasukan Ukraina.

Kekhawatiran tersebut sempat mendapat dasar. Selama sekitar 10 hari pada awal bulan ini, drone-drone Ukraina mengalami gangguan konektivitas yang cukup sering.

Menurut laporan The Wall Street Journal, Musk memerintahkan SpaceX untuk membatasi akses Starlink bagi Ukraina. Namun, laporan lain dari Reuters menyebut perintah tersebut justru berasal dari Gedung Putih.

Musk kemudian mengeklaim melalui unggahan di platform X bahwa Ukraina telah melanggar ketentuan layanan Starlink karena menggunakan teknologi tersebut untuk melakukan "serangan drone ofensif untuk membunuh orang".

Layanan Starlink di Ukraina kini tampaknya telah kembali beroperasi secara normal. Di tengah situasi tersebut, Musk juga menyampaikan pernyataan yang menegaskan pentingnya Starlink bagi pertahanan Ukraina.

"Jika Starlink dimatikan, garis depan Ukraina akan langsung runtuh. Ini bukan ancaman, melainkan sekadar pernyataan fakta," tulis Musk melalui akun X miliknya.