FBD 66 Universitas Brawijaya Menyusun Pedoman Belajar Tajwid untuk TPQ

Mahasiswa S-1 Psikologi Universitas Brawijaya
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari HABIBA RAMADANI tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Membaca Al-Qur'an merupakan salah satu bagian penting dalam kehidupan beragama masyarakat muslim. Kemampuan baca dan tulis Al-Qur’an merupakan modal mendasar dalam kehidupan beragama masyarakat muslim dan merupakan indikator bagi kualitas keagamaannya. Maka dari itu, pendidikan baca dan tulis Al-Qur’an menjadi langkah formal dalam peningkatan kualitas masyarakat muslim dan keberhasilan baik di bidang agama maupun bidang umum. Salah satu lembaga pendidikan yang mengajarkan baca tulis Al-Qur'an adalah Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ).
Taman Pendidikan Al-Qur’an adalah suatu lembaga pendidikan keagamaan yang berfokus pada pengajaran membaca Al-Qur’an sesuai dengan kaidah bacaan Al-Qur'an serta ibadah-ibadah dasar lainnya seperti shalat, doa harian, zikir, dll. Menurut As’ad Humam, TPQ adalah lembaga pendidikan yang mengajarkan Al-Qur’an untuk anak usia SD (7 sampai 12 tahun) yang bertujuan untuk mendidik peserta didiknya agar mampu membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar dan menjadikannya sebagai pedoman hidup.
Masyarakat muslim Babadan tidak termasuk dalam perkecualian. Sebagai bagian dari komunitas yang majemuk secara agama di wilayah tersebut (bagian lainnya adalah masyarakat Hindu), mereka memiliki peran tersendiri dalam mewarnai kehidupan bermasyarakat dan beragama di Babadan. Harmoni antara ketaatan beragama dan toleransi sosial menjadi elemen fundamental bagi kehidupan masyarakat di Babadan. Pendidikan keagamaan menjadi salah satu sarana bagi masyarakat Babadan untuk mewujudkan dan melestarikan hal tersebut, termasuk di dalamnya adalah pendidikan baca tulis Al-Qur'an yang diselenggarakan oleh TPQ.
Berdasarkan pada kenyataan tersebut, pendidikan keagamaan dan baca tulis Al-Qur'an bagi anak usia dini di TPQ diharapkan tidak hanya membekali anak dengan pengetahuan keagamaan dasar, kesalehan sosial, dan kepribadian religius. Namun, ia juga diharapkan dapat memelihara dan mempromosikan toleransi dan kerukunan antarumat beragama yang telah terjalin di Babadan, sebagai bagian dari edukasi keagamaan berorientasi kemanusiaan dan perdamaian.
Untuk mencapai tujuan tersebut, FBD Kelompok 66 menyelenggarakan program kerja “Belajar Mengaji” yang berkolaborasi dengan TPQ Wahid Hasyim di Dusun Petungroto, Desa Babadan. Kegiatan ini berisi program belajar mengajar yang dilaksanakan secara bersama-sama oleh TPQ Wahid Hasyim dan mahasiswa FBD Kelompok 66 Universitas Brawijaya dan menyasar anak-anak peserta didik yang terbagi dalam jilid pemula, satu, hingga tujuh.
Untuk mendukung tercapainya tujuan tersebut, FBD Kelompok 66 Universitas Brawijaya merancang sebuah booklet yang berisi materi yang ringkas tentang ilmu tajwid, yaitu ilmu kaidah untuk membaca Al-Qur'an. Buklet ini disusun dengan nama “Pedoman Belajar Tajwid” dan ditujukan untuk anak-anak peserta didik TPQ Wahid Hasyim.
Booklet Pedoman Belajar Tajwid berisi materi tajwid yang dibutuhkan bagi peserta didik TPQ Wahid Hasyim untuk dapat membaca Al-Qur'an dengan baik dan benar sesuai kaidah-kaidah tajwid. Di dalamnya, disajikan berbagai materi ketajwidan mulai dari hukum nun sukun dan tanwin, hukum mim, mad, idgham, hukum huruf mim dan ba’, dan materi ketajwidan lainnya. Kesemuanya dikemas dengan desain yang colorful dan menarik bagi anak-anak.
FBD Kelompok 66 Universitas Brawijaya melakukan penyerahan booklet Pedoman Belajar Tajwid secara simbolis kepada TPQ Wahid Hasyim pada 27 Juli 2025.
