Konten dari Pengguna

Neuroscience Of Learning: Jelajahi Pikiran Tanpa Batas Untuk Hasil Inovatif

HABIBA RAMADANI

HABIBA RAMADANI

Mahasiswa S-1 Psikologi Universitas Brawijaya

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari HABIBA RAMADANI tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Source: canva
zoom-in-whitePerbesar
Source: canva

Setelah menginjak dunia sekolah, pernahkah teman-teman kepikiran mengapa kreativitas belajar saya berbeda dengan yang lain? Mengapa ada yang memahami materi harus secara visual, auditori, dan kinestetik? Selain itu, ada juga yang belajar harus mendengarkan musik, sementara yang lain harus fokus sepenuhnya. Terkadang, kita juga sering mendengar anak laki-laki yang nakal bisa dapet juara kelas dan mereka lebih kreatif, sedangkan anak perempuan rata-rata pintar dan serba bisa.

Hal-hal yang terjadi di sekitar kita yang berhubungan dengan kreativitas belajar, sebenarnya tidak dapat dimungkiri bahwa hal itu juga disebabkan oleh faktor lingkungan. Mulai dari bagaimana didikan yang diberikan orang tuanya, cara guru mengajar, fasilitas yang digunakan, dan bagaimana pertemanannya.

Berdasarkan sudut pandang neurosains bagaimana ya?

Source: canva-neurosains

Dari sudut pandang neurosains sendiri, hal itu tentu berhubungan dengan otak dan sistem saraf individu tersebut. Kepintaran seseorang, kemudahan seseorang mendapatkan suatu informasi, dan bagaimana cara dia mengingat informasi, itu semua berhubungan dengan sistem saraf dalam otak individu. Otak adalah pusat kendali manusia mulai dari segi biologis, fisik, dan sosial. Otak merupakan pusat kendali berpikir, mengingat, mengatur, perasaan, bahkan tentang keinginan manusia semua itu dikendalikan oleh otak. Di dalam otak terdapat kurang lebih 100 miliar sel neuron, dan 1 triliun sel neuroglia. Neuron-neuron tersebut akan membangun 10.000 cabang dendrit yang bisa mencapai 100.000, hal tersebut akan membentuk 1.000 triliun sinapsis, di mana sinapsis itu sendiri merupakan koneksi komunikasi.

Bagian utama pada otak

Bagian-bagian utama pada otak terbagi menjadi tiga bagian, yaitu: cerebrum, cerebellum, dan brainstem.

  • Otak besar (cerebrum) memiliki peran dalam berpikir, mengingat, mengendalikan pikiran, serta berperan besar dalam proses belajar individu. Cerebrum sendiri terdiri atas beberapa bagian seperti: lobus frontal yang berperan dalam kegiatan berpikir, lobus temporal yang berperan dalam persepsi bunyi dan suara, dan lobus parietal yang berperan utama dalam memori, serta fungsi penglihatan.

  • Otak kecil (cerebellum) yang terletak dibagian belakang kepala tepatnya di bawah lobus occipital yang berdekatan dengan bagian atas ujung leher. Cerebellum memiliki peran dalam mengatur keseimbangan.

  • Batang otak (brainstem) terletak di dalam bagian dasar tulang tengkorak sampai ke sumsum tulang belakang. Pada brainstem terdapat saraf kranial yang memiliki fungsi dalam pertukaran informasi dari otak besar kemudian otak kecil dan tulang belakang.

Secara biologis, manusia dibedakan jadi dua tipe yaitu laki-laki dan perempuan. Dalam struktur otak laki-laki dan perempuan ada perbedaan. Perbedaan tersebut terdapat pada bagian corpus calossum, hypothalamus, inferior parietal lobe, dan hippocampus.

  • Corpus calossum merupakan materi putih yang terdiri atas serat. Memiliki fungsi dalam pertukaran informasi antara belahan otak kanan dan kiri. Corpus calossum perempuan lebih tebal dibandingkan laki-laki. Hal ini yang menyebabkan setiap bagian otak pada laki-laki akan bekerja secara terpisah, dan mereka fokus pada pekerjaan yang dikerjakan saat itu. Berbeda dengan perempuan yang orang-orang kenal serba bisa atau dapat melakukan dua atau lebih pekerjaan secara bersamaan. Dari cara berbahasa saja dengan corpus calossum yang tebal pada perempuan menyebabkan mereka lebih mahir dan lancar dalam berkomunikasi.

  • Hypothalamus adalah struktur otak yang terletak di bawah thalamus, dan berfungsi untuk mengendalikan organ dan sel tubuh. Hypothalamus laki-laki lebih besar dibanding perempuan. Hal ini yang menyebabkan laki-laki mempunyai kepekaan terhadap stimulus yang lebih tinggi daripada perempuan. Perempuan dikenal lebih tenang karena dalam otaknya mengandung hormon serotonin.

  • Inferior parietal lobe berperan dalam kemampuan spasial. Inferior parietal laki-laki lebih besar dibanding perempuan. Hal ini yang menyebabkan laki-laki suka momodifikasi suatu barang dan memerankan imajinatifnya.

  • Hippocampus adalah bagian sistem limbik yang terletak pada bagian lobus temporal medial otak. Bagian ini memiliki peran dalam ingatan atau memori. Memori merupakan proses kerja otak yang berperan dalam penyimpanan informasi yang kemudian diolah dalam proses sinaptic sehingga menjadi pengetahuan yang baik.

Memori sendiri ada 3 macam yaitu :

  • Memori sensorik, yang berperan dalam menerima informasi dari pancaindera.

  • Memori jangka pendek (Short Term Memory/STM), berperan untuk mencatat segala pengalaman individu yang bersifat sementara. Jadi, butuh pengulangan supaya dapat menjadi memori jangka panjang.

  • Memori jangka panjang (Long Term Memory/LTM), berperan dalam menyimpan segala informasi yang penting bagi individu, pada bagian ini hippocampus memainkan peran yang sangat penting. Informasi yang diserap dan dihantar oleh pancaindera akan diperiksa terlebih dahulu oleh thalamus, setelah itu diterima otak hippocampus.

Source: canva

Ragam kreativitas belajar selain disebabkan oleh faktor lingkungan, juga disebabkan oleh perbedaan struktur otaknya. Itu semua terjadi karena adanya perbedaan dalam cara otak individu untuk memproses informasi yang mereka dapatkan. Hal itu bisa berkaitan dengan bagaimana kecenderungan sensorik seseorang, bagaimana keterlibatan otak dalam mengatur dan menangkap informasi serta berkaitan juga dengan ingatan individu. Hal itu yang menyebabkan dalam belajar ada yang memiliki tingkat hafalan yang tinggi, ada yang belajar harus dengan komunikasi, dan ada juga yang belajar harus mempraktekkan langsung. Dari perbedaan tersebut makanya ada orang yang lebih dominan otak kiri atau otak kanan. Namun untuk meningkatkan mutu pembelajaran, hal yang dapat dilakukan adalah dengan menciptakan kondisi belajar yang memungkinkan otak individu bekerja secara maksimal. Untuk mencapai proses belajar yang maksimal sebaiknya seseorang tidak hanya memerankan satu belahan otak saja tetapi menyeimbangkan keduanya.