Didukung PBNU, Ditolak Muhammadiyah

Mahasiswa Ilmu Politik
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Hadhir Ghali Atsna'IR tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Polemik Rencana Indonesia Membuka Hubungan Diplomatik dengan Israel
Presiden Prabowo Subianto menyatakan Indonesia akan membuka hubungan diplomatik dengan Israel jika mengakui Palestina sebagai negara merdeka dan berdaulat.
Prabowo juga menyebut pemerintah siap menjamin keamanan Israel setelah Palestina merdeka. Ia menegaskan solusi dua negara ( two-state solution ) adalah salah satu-satunya jalan bagi kemerdekaan Palestina.
"Begitu negara Palestina diakui oleh Israel, Indonesia siap untuk mengakui Israel dan kami siap untuk membuka hubungan diplomatik dengan Israel." Ujar Presiden Prabowo Subianto.
dan Yushril Ihza Mahendra selaku Menteri Koordinator Hukum, HAM, Imgrasi dan permasyarakatan, Mengatakan Israel harus terlebih dahulu mengakui kemerdekaan Palestina, sebelum Indonesia mempertimbangkan membuka hubungan diplomatik dengan Israel."
Kenapa Indonesia Tak Punya Hubungan Diplomatik dengan Israel?
Sikap Indonesia yang menolak hubungan diplomatik tertulis dalam Undang-Undang Dasar 1945. Indonesia menolak penjajahan, sedangkan Israel negara yang menjajah Palestina.
Hubungan diplomatik dengan negara lain juga diatur dalam UU Nomor 37/1999 tentang Hubungan Luar Negeri. Pada Pasal 9 ayat 1, pembukaan dan juga penutupan hubungan diplomatik ditetapkan oleh Presiden dengan memperhatikan pendapat DPR.
kenapa dikatakan Didukung PBNU, Ditolak Muhammadiyah?
Bagi saya itu konsekuensi logis bagi Indonesia yang selama ini mendukung two-state solution. Berapa pun kecilnya wilayah Palestina harus berdiri sendiri sebagai negara." Ujar Ulil Abshar Abdalla selaku Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama.
dan Pimpinan Pusat Muhammadiyah Megatakan, Indonesia tidak akan membuka hubungan diplomatik dengan Israel selama negara tersebut masih menjajah Palestina." Anwar Abbas selaku Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
