Sumur Hitam 14

Tumbal dan Petaka Susulan (14)

Penulis fiksi klenikmu yang tersayang. Terima kasih.
21 Agustus 2022 17:33
·
waktu baca 6 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Ki Wulung bangun dengan batuk panjang, muntahan tak terelakkan keluar dari mulutnya. Gubuk praktiknya penuh aroma ciu. Pandangannya kabur melihat perabotan praktik spiritualnya pada berantakan. Ki Wulung merangkak bangun, mengambil blangkonnya lalu dikenakan. Ia terengah-engah, dari mulutnya menetes air liur, ada campuran cairan kehitaman dari sela-sela gigi. Ki Wulung bangkit menuju meja peralatan tumbuk racikan obatnya, ia mengambil satu kotak kecil berisikan bubuk hitam. Ia torehkan jarinya, lalu menggambar celak di bawah mata. Tadi malam ia tak bermimpi, berkat berbotol-botol ciu, ia bisa berpikir jernih, menyelinap ke celah mimpi buruk untuk mendapatkan wangsit secara paksa. Ia tahu apa yang mesti dilakukan demi desa tercintanya.
Ki Wulung bergerak seperti dalam mode autopilot. Sejurus kemudian, pada hitungan waktu yang bisa ia sadari, ia telah menyeret seorang pemuda berseragam kaos karang taruna masuk ke situs sumur. Terdapat luka benturan benda tumpul di pelipis pemuda itu, ia jelas pingsan.
“Sang Hyang, Ni Dhanyang, Ki Dhanyang, dan apa pun yang ada di dalam perut bumi Kebonagung, aku persembahkan tumbal untuk kalian. Bersihkan desa kami dari segala bala!”
Lanjut membaca konten eksklusif ini dengan berlangganan
Keuntungan berlangganan kumparanPLUS
check
Ribuan konten eksklusif dari kreator terbaik
check
Bebas iklan mengganggu
check
Berlangganan ke newsletters kumparanPLUS
check
Gratis akses ke event spesial kumparan
check
Bebas akses di web dan aplikasi
Kendala berlangganan hubungi [email protected] atau whatsapp +6281295655814
Konten Premium kumparanPLUS
Darto mendekati lubang itu untuk melihat ada apa di dasarnya. Sesosok perempuan muncul dan mengentaskan diri. Darto tercekat. Baca novel Haditha, terbit setiap Minggu.
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten