Konten dari Pengguna

Manajemen Bermedia Sosial yang Terencana untuk Mendukung Produktivitas Siswa di SMK Lab Indonesia

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari haer udin tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Lima siswa SMK Lab Indonesia, Bogor, menerima hadiah sebagai pemenang kuis dalam kegiatan PKM Universitas Pamulang tentang manajemen bermedia sosial yang terencana dan efektif. Sumber: Dokumentasi Pribadi.
zoom-in-whitePerbesar
Lima siswa SMK Lab Indonesia, Bogor, menerima hadiah sebagai pemenang kuis dalam kegiatan PKM Universitas Pamulang tentang manajemen bermedia sosial yang terencana dan efektif. Sumber: Dokumentasi Pribadi.

Bogor, 8 Oktober 2026 — Mahasiswa Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Pamulang, melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di SMK Lab Indonesia, Bogor. Kegiatan ini mengangkat tema “Peningkatan Produktivitas Siswa melalui Manajemen Bermedia Sosial yang Terencana dan Efektif” dengan fokus pada pengelolaan aktivitas digital dan pengembangan kebiasaan produktif di kalangan siswa.

Kegiatan ini berangkat dari pemahaman bahwa media sosial memiliki dua sisi dalam kehidupan pelajar. Di satu sisi, media sosial dapat menjadi sarana memperoleh informasi, berkomunikasi, dan mengembangkan kreativitas. Di sisi lain, penggunaan yang tidak terencana berpotensi mengambil waktu yang dibutuhkan untuk belajar dan menyelesaikan tanggung jawab lainnya.

Untuk membahas persoalan tersebut, mahasiswa menyampaikan dua materi utama, yaitu “Plan Before You Post: Merencanakan Konten dan Tujuan di Media Sosial” serta “Prioritize Your Time: Mengatur Waktu dan Prioritas antara Medsos dan Aktivitas Lain”.

Materi pertama berfokus pada perencanaan aktivitas media sosial. Siswa diperkenalkan pada pentingnya menentukan tujuan sebelum mengunggah konten, menyusun rencana konten sederhana, dan mengevaluasi hasil aktivitas digital. Sementara itu, materi kedua membahas cara menentukan prioritas, membagi waktu antara belajar dan penggunaan media sosial, serta melakukan evaluasi terhadap kebiasaan harian.

Kedua materi tersebut dirancang untuk saling melengkapi. Perencanaan membantu siswa menentukan apa yang ingin dilakukan di media sosial, sedangkan manajemen waktu membantu mereka memastikan aktivitas tersebut tidak mengabaikan tanggung jawab lainnya. Dengan demikian, produktivitas tidak hanya dilihat dari banyaknya aktivitas, tetapi juga dari kemampuan mengatur waktu dan mencapai tujuan secara efektif.

Pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan ceramah interaktif dan diskusi. Untuk mengetahui perubahan pemahaman peserta, tim juga melakukan evaluasi melalui pre-test dan post-test serta mengumpulkan tanggapan peserta mengenai pelaksanaan kegiatan.

Berdasarkan data evaluasi terhadap 20 peserta, rata-rata nilai meningkat dari 78,5 pada pre-test menjadi 99,0 pada post-test. Sebanyak 18 peserta mengalami peningkatan nilai, sedangkan dua peserta memperoleh nilai yang tetap tinggi. Tidak terdapat peserta yang mengalami penurunan nilai. Hasil ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman setelah kegiatan, walaupun keberhasilan penerapan materi dalam kehidupan sehari-hari tetap perlu dilihat melalui pembiasaan dan tindak lanjut.

Kegiatan ini sekaligus menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu manajemen di luar ruang perkuliahan. Konsep perencanaan, penentuan prioritas, dan evaluasi yang dipelajari dalam perkuliahan dapat digunakan untuk membantu siswa mengelola aktivitas digital secara lebih terarah.

Melalui kegiatan PKM di SMK Lab Indonesia, Bogor, mahasiswa Universitas Pamulang berharap siswa dapat menjadi pengguna media sosial yang lebih bijak dan produktif. Tujuan akhirnya bukan menjauhkan siswa dari teknologi, melainkan membekali mereka dengan kemampuan mengelola teknologi agar dapat mendukung pembelajaran dan pengembangan diri.