Cotard 's Syndrome : Apakah Benar Manusia Bisa Hidup Seperti Zombi?

Psychology Student At UIN Jakarta
Tulisan dari Hafidza Karim tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
“Zombi itu cuma karakter fiksi, mana ada di dunia nyata.” Ungkapan tersebut ternyata tidak tepat loh karena ternyata “zombi” ini bisa dikatakan benar adanya. "Zombi" disini mengilustrasikan untuk seseorang yang memiliki karakteristik seperti zombi, dikatakan hidup tetapi sudah seperti mayat, dianggap mati tetapi masih hidup.
Nah, menariknya, "zombi" ini adalah sebuah gangguan kejiwaaan yang dapat dialami oleh manusia, yaitu Cotard's Syndrome. Jadi, apa sih sebenarnya Cotard's Syndrome itu?

Mengenal Lebih Dekat dengan Cotard's Syndrome
Cotard's Syndrome adalah suatu gangguan kejiwaaan yang sangat langka karena sulitnya mengidentifikasi dan mendiagnosis gangguan ini, dan juga masih sedikit penelitian tentang Cotard's Syndrome ini. Kondisi ini ditandai oleh halunasi yang ekstrem. Penderita sindrom Cotard percaya bahwa mereka telah meninggal, tidak ada, atau kehilangan darah atau organ dalamnya.
Gejala Cotard Syndrome
Gejala utama sindrom Cotard meliputi waham nihilistik, yaitu keyakinan delusional bahwa kehidupan tidak memiliki arti atau nilai, dan segala sesuatu adalah sia-sia. Sindrom ini sering terkait dengan perasaan putus asa dan penolakan eksistensi oleh seseorang.
Gejala Cotard dapat bervariasi dalam tingkat keparahan, mulai dari ringan di mana pasien merasa putus asa, hingga bentuk yang lebih parah di mana pasien menyangkal eksistensi mereka sendiri dan dunia. Selain itu, gejala Cotard juga termasuk gejala melankoli cemas, ide-ide hukuman atau penolakan, ketidakpekaan terhadap rasa sakit, waham tentang ketiadaan tubuh sendiri dan waham keabadian.
Apa sih Penyebab Terjadinya Cotard's Syndrome?
Faktor-faktor yang diduga menyebabkan Cotard's Syndrome masih belum diketahui secara pasti dan masih tahap penelitian lebih lanjut. Namun, terdapat beberapa faktor yang diduga sebagai penyebabnya, antara lain gangguan kimia di otak, penggunaan obat-obatan tertentu, dan kerusakan pada bagian otak tertentu. Selain itu, Cotard's Syndrome juga dikaitkan dengan gangguan neurologis, gangguan psikiatrik seperti depresi berat atau psikosis, perubahan kimia di otak, dan trauma fisik atau emosional yang signifikan.
Pencegahan yang dapat dilakukan
Belum ditemukan pencegahan Cotard's Syndrome secara spesifik karena penyebabnya pun masih belum diketahui secara pasti. Namun, langkah-langkah umum untuk menjaga kesehatan mental dan mengurangi risiko gangguan psikiatrik dapat membantu secara keseluruhan. Langkah umum yang bisa dilakukan meliputi:
Mengelola stress sebaik mungkin
Mengelola pola hidup, termasuk pola makan dan pola tidur yang baik dan benar
Dukungan lingkungan yang positif
Kesehatan fisik yang tetap terus dipantau
Konsultasi dengan profesional kesehatan mental
Kesimpulan
Cotard's Syndrome adalah kondisi psikologis langka yang ditandai oleh delusi ekstrem di mana penderita merasa telah mati atau tidak ada, serta gejala nihilistik, perasaan putus asa, dan penolakan eksistensi. Meskipun penyebab pasti sindrom ini belum diketahui, beberapa faktor seperti gangguan kimia di otak dan kerusakan otak diduga berperan. Tidak ada pencegahan spesifik, tetapi menjaga kesehatan mental dan berkonsultasi dengan profesional dapat membantu mengurangi risiko gangguan psikiatrik. Cotard's Syndrome adalah kondisi kompleks dan jarang terjadi, sehingga diagnosis dan perawatan dari profesional kesehatan mental sangat penting.
