Konten dari Pengguna

Feeling Lonely: Punya Banyak Teman Namun Terasa Sepi

Hafidzah Ahla

Hafidzah Ahla

Mahasiswi Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hafidzah Ahla tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kamu kok bisa sih ngerasa kesepian gitu? Bukannya kamu punya banyak teman, ya?

Apakah kamu seseorang yang mempunyai banyak teman?? yang kalau ditanya ke orang lain pasti jawabannya kamu itu friendly, ramah, selalu senyum, temannya banyak, dan selalu kelihatan bahagia. Bener ga?? Punya banyak teman, selalu tersenyum, dan selalu terlihat ceria tidak menjadikan kamu seseorang yang tidak pernah merasa kosong. Kamu mengira kalau hidupmu terasa ramai karena kamu memiliki banyak teman yang selalu bermain dan menemanimu. Akan tetapi, kamu juga merasa kesepian disaat yang bersamaan.

Kata orang, rasa kesepian itu muncul saat kita memang sendirian alias ga punya temen. Kata orang juga, cuma orang introvert yang ga punya temen yang biasanya ngerasa kesepian. Namun, itu semua adalah anggapan yang salah. Regis Machdy, seorang Co-founder Pijar Psikologi, menuliskan dalam buku yang berjudul Sepi bahwa kesepian dapat dirasakan oleh semua orang karena kesepian adalah hal yang sangat personal. Hanya diri kita sendiri yang merasakannya, sedangkan orang lain tidak. Oleh karena itu, setiap manusia pasti pernah merasakan apa itu kesepian, termasuk kita yang mempunyai banyak teman.

Kok Bisa Merasa Kesepian Padahal Punya Banyak Teman??

Ada beberapa hal yang dapat menjadi faktor mengapa kamu merasa kesepian. Yuk, disimak dulu!

  1. LDR. Long Distance Relationship atau yang disingkat LDR bukan hanya berlaku pada hubungan romantis saja, loh! Namun, LDR juga berlaku untuk hubungan pertemanan. Dengan demikian, LDR terjadi ketika kamu mempunyai sebuah hubungan, tetapi terbatas oleh jarak. Dalam hubungan pertemanan, kamu mungkin mempunyai seseorang yang dapat memahamimu. Seseorang yang menjadi tempatmu bercerita dan menghabiskan waktu bersama. Zehra Erol menuliskan dalam buku yang ia tulis sendiri dengan judul Psikologi Kesepian, disaat kamu berpisah dengan seseorang yang dekat denganmu maka hal itu dapat memicu perasaan kosong, sedih, dan tidak bahagia yang kemudian memunculkan perasaan kesepian.

  2. Kualitas Hubungan yang Tidak Baik. Komunikasi adalah hal yang diperlukan dalam setiap aspek kehidupan, tidak terkecuali dalam hubungan pertemanan. Komunikasi yang baik dapat menjadi salah satu cara untuk menciptakan kualitas hubungan pertemanan yang baik. Komunikasi bukan hanya tentang berbicara, tetapi juga tentang memahami. Ketika tidak ada jalinan komunikasi yang baik maka akan terjadi kesalahpahaman. Kesalahpahaman itu dapat membuat kamu merasa bahwa tidak ada seorang pun yang dapat memahamimu, tidak terkecuali temanmu sendiri. Kamu akan menarik diri dari lingkungan sekitar dan menganggap bahwa hanya kamu yang merasakan hal tersebut sehingga muncul perasaan kesepian sebagai akibat dari perasaan kosong akan hilangnya seseorang yang dekat denganmu, seperti yang dikatakan oleh psikolog dari Turki, Zehra Erol.

  3. Memasuki Fase Dewasa. Bianglala Andriadewi menuliskan bahwa pada masa awal remaja hingga umur 20-an, kamu akan mengalami perubahan di berbagai aspek dalam kehidupanmu, seperti perubahan kondisi dan situasi di lingkungan sekitar, sosial maupun keluarga, sehingga wajar jika kamu merasa kesepian. Rasa kesepian itu muncul sebagai bentuk penyesuaian kamu dengan keadaan. Pada masa ini, kamu sedang memasuki fase quarter life crisis atau fase ketika kamu merasa bingung dan takut terhadap apa yang akan terjadi di masa depan serta fase disaat kamu harus belajar untuk mandiri terkait kehidupanmu sendiri.

Memangnya Benar Kesepian Itu Hal yang Buruk??

Kesepian sering diartikan dengan konotasi yang negatif. Banyak orang menganggap bahwa kesepian hanya berlaku untuk orang-orang yang tidak bisa berbaur dengan manusia lain di sekitarnya. Manusia memang makhluk sosial, makhluk yang membutuhkan orang lain. Kamu sebagai seorang manusia membutuhkan manusia lain sebagai bentuk pemenuhan kebutuhan intimasi atau kedekatan. Buku Sepi menuliskan bahwa setiap orang membutuhkan waktu untuk dapat mengeksplor, mengenali, dan memahami dirinya sendiri agar dapat menciptakan hubungan yang baik dengan manusia lainnya. Kamu dapat mengubah POV-mu dalam memandang apa itu kesepian dan mengisi kesepian tersebut dengan mencoba mengenali diri kamu sendiri sehingga kesepian tidak lagi dipandang sebagai hal yang negatif. Selain itu, kesepian juga dapat memunculkan ide-ide kreatif kamu, loh!

Lantas, Cara Apa Aja Sih yang Bisa Dilakukan untuk Mengatasi Rasa Kesepian Itu??

Jika kamu sedang merasa kesepian, kamu bisa mencoba beberapa cara berikut untuk mengatasi perasaanmu itu. Apa saja yaa??

  1. Mindfulness. Jika kamu mengetahui dan memahami apa yang sedang terjadi dan apa yang kamu rasakan sekarang ini maka kamu sudah berada di step awal dalam mengatasi perasaan kesepian yang kamu rasakan. Dalam buku Sepi, mindfulness merupakan hal yang dapat melatih kamu untuk memahami bahwa pikiran yang kamu pikirkan hanyalah sebatas pikiran dan perasan yang kamu rasakan hanyalah sebatas perasaan.

  2. Journaling. Menulis dalam secarik kertas atau mengetik di aplikasi notes yang terinstal pada smartphone-mu dapat menjadi salah satu cara untuk menuangkan segala emosi dan perasaan yang kamu rasakan. Dengan begitu, kamu dapat mengenali emosi yang sedang kamu rasakan dengan baik sehingga kamu bisa mencari solusi untuk mengatasi hal tersebut.

  3. Aktivitas fisik. Menyibukkan dirimu sendiri dengan hal yang positif tentu saja menjadi sebuah anjuran. Contohnya adalah melakukan aktivitas fisik seperti olahraga. Olahraga dapat menjadi penyalur emosi yang baik karena selain dapat meringankan stres, olahraga juga menyehatkan tubuh jadi manfaatnya combo!

  4. Deep talk. Kamu bisa mengatakan bagaimana perasaanmu dan apa yang kamu inginkan di dalam sebuah hubungan pertemanan dengan teman terdekatmu. Selain itu, temanmu juga dapat membantu kamu jika kamu memberitahu mereka. Sedekat apa pun mereka denganmu, mereka tetaplah seorang manusia yang perlu diberitahu kesalahannya dan bukan manusia sempurna. Selain deep talk dengan orang lain, kamu juga perlu deep talk dengan dirimu sendiri. Membangun hubungan yang baik dengan diri sendiri sangat amat diperlukan karena hanya kamu yang mengetahui siapa kamu, bukan orang lain.

Sumber:

Erol, Z. (2022). Psikologi Kesepian (A. Aziz & A. Suryadi, Trans.). Tangerang Selatan: baca.

Psikologi, P. (2022). Sepi. Jakarta: Elex Media Komputindo.