Pentingnya Literasi Digital di Era Informasi

mahasiswa teknik elektro universitas pamulang
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Hafiz Alghifari tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Perkembangan teknologi pada saat ini sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Hampir semua kegiatan dapat dilakukan dengan bantuan teknologi, mulai dari berkomunikasi, mencari informasi, belajar, berbelanja, sampai melakukan pekerjaan. Kehadiran internet dan media sosial juga membuat informasi dapat menyebar dengan sangat cepat. Dengan hanya menggunakan smartphone, seseorang sudah bisa mendapatkan berbagai informasi dalam waktu singkat.
Perkembangan tersebut tentu memberikan banyak manfaat bagi masyarakat. Dalam bidang pendidikan misalnya, mahasiswa dapat mencari materi perkuliahan melalui internet tanpa harus selalu bergantung pada buku. Selain itu, teknologi juga memudahkan mahasiswa dalam berkomunikasi dengan dosen maupun teman dan mengerjakan berbagai tugas.
Namun, kemudahan dalam mendapatkan informasi juga mempunyai sisi negatif. Tidak semua informasi yang ada di internet benar dan dapat dipercaya. Banyak berita palsu atau hoaks yang sengaja dibuat dan kemudian disebarkan melalui media sosial. Selain itu, terdapat juga berbagai penipuan online, pencurian data pribadi, dan penyalahgunaan media sosial. Oleh karena itu, masyarakat, terutama generasi muda, perlu mempunyai kemampuan literasi digital yang baik.
Literasi digital sangat penting karena seseorang tidak hanya dituntut untuk bisa menggunakan teknologi, tetapi juga harus mampu memahami dan menggunakan teknologi dengan bijak. Dengan adanya literasi digital, seseorang diharapkan dapat membedakan informasi yang benar dan salah serta lebih berhati-hati dalam menggunakan internet.
Literasi digital dapat dipahami sebagai kemampuan seseorang dalam menggunakan teknologi digital untuk mencari, memahami, mengolah, dan menyampaikan informasi. Literasi digital bukan hanya tentang kemampuan menggunakan smartphone, komputer, atau aplikasi tertentu. Lebih dari itu, seseorang juga harus mampu menggunakan teknologi secara kritis dan bertanggung jawab.
Contohnya, ketika mendapatkan sebuah informasi melalui media sosial, seseorang sebaiknya tidak langsung percaya dan membagikannya kepada orang lain. Informasi tersebut perlu diperiksa terlebih dahulu dengan melihat sumbernya dan membandingkannya dengan sumber lain. Hal sederhana seperti ini merupakan salah satu bentuk literasi digital.
Selain itu, literasi digital juga berhubungan dengan cara seseorang berperilaku di internet. Pengguna media sosial harus memahami bahwa apa yang dilakukan di dunia digital tetap mempunyai dampak terhadap orang lain. Oleh karena itu, etika dalam berkomunikasi juga menjadi bagian penting dari literasi digital.
Bagi mahasiswa, literasi digital mempunyai peran yang cukup penting. Saat ini sebagian besar kegiatan perkuliahan sudah memanfaatkan teknologi. Mahasiswa dapat mencari jurnal, buku elektronik, artikel, dan berbagai sumber pembelajaran melalui internet.
Akan tetapi, banyaknya informasi yang tersedia terkadang membuat mahasiswa kesulitan menentukan sumber yang dapat dipercaya. Tidak semua artikel atau informasi yang ditemukan melalui mesin pencari mempunyai kualitas yang sama. Karena itu, mahasiswa perlu mempunyai kemampuan untuk memilih sumber yang relevan dan dapat dipertanggungjawabkan.
Literasi digital juga dapat membantu mahasiswa dalam mengerjakan tugas. Mahasiswa dapat menggunakan teknologi untuk mencari referensi dan memahami materi yang belum dipahami. Namun, teknologi sebaiknya digunakan sebagai alat bantu, bukan untuk membuat mahasiswa menjadi malas berpikir. Mahasiswa tetap harus memahami isi materi dan mampu menyampaikan pemikirannya sendiri.
Kurangnya literasi digital dapat menimbulkan berbagai masalah. Salah satunya adalah mudah percaya terhadap berita yang belum terbukti kebenarannya. Saat ini informasi dapat menyebar dengan cepat melalui media sosial. Jika seseorang tidak terbiasa memeriksa informasi terlebih dahulu, maka informasi yang salah dapat dengan mudah dipercaya dan disebarkan kembali.
Selain hoaks, kurangnya pemahaman mengenai keamanan digital juga dapat menyebabkan seseorang menjadi korban penipuan. Misalnya, seseorang menerima pesan yang meminta data pribadi atau mengarahkan pengguna ke sebuah tautan yang mencurigakan. Jika tidak berhati-hati, data pribadi dapat disalahgunakan.
Masalah lainnya adalah penggunaan media sosial yang tidak bertanggung jawab. Beberapa orang terkadang menulis komentar atau mengunggah sesuatu tanpa memikirkan dampaknya. Padahal, apa yang sudah diunggah di internet dapat tersebar luas dan dapat menimbulkan masalah di kemudian hari.
Untuk meningkatkan literasi digital, hal pertama yang dapat dilakukan adalah membiasakan diri untuk memeriksa informasi sebelum mempercayainya. Ketika mendapatkan berita dari media sosial, kita dapat melihat siapa sumbernya, kapan informasi tersebut dibuat, dan apakah informasi yang sama juga diberitakan oleh sumber lain yang terpercaya.
Selanjutnya, masyarakat juga perlu memahami pentingnya menjaga data pribadi. Data seperti kata sandi, kode OTP, dan informasi pribadi lainnya tidak boleh diberikan kepada sembarang orang. Pengguna internet juga perlu berhati-hati ketika membuka tautan yang berasal dari sumber yang tidak dikenal.
Di lingkungan pendidikan, literasi digital dapat ditingkatkan melalui pembelajaran dan diskusi mengenai penggunaan teknologi. Mahasiswa dapat diajarkan bagaimana mencari sumber yang terpercaya, menggunakan referensi dengan benar, serta memahami etika dalam menggunakan informasi dari internet.
Keluarga juga mempunyai peran dalam meningkatkan literasi digital. Orang tua dapat memberikan pemahaman kepada anak mengenai penggunaan internet yang aman dan bertanggung jawab. Dengan adanya kerja sama antara keluarga, sekolah, perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat, kemampuan literasi digital dapat berkembang dengan lebih baik.
Berdasarkan pembahasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa literasi digital merupakan kemampuan yang sangat penting di era informasi seperti sekarang. Perkembangan teknologi memberikan banyak kemudahan dalam kehidupan, tetapi juga menghadirkan berbagai risiko jika tidak digunakan dengan baik.
Bagi mahasiswa, literasi digital sangat berguna dalam kegiatan perkuliahan karena sebagian besar informasi dan sumber pembelajaran dapat ditemukan melalui internet. Namun, mahasiswa tetap harus mampu memilih informasi yang terpercaya dan tidak hanya bergantung pada teknologi.
Literasi digital pada akhirnya bukan hanya tentang kemampuan menggunakan teknologi, tetapi juga tentang bagaimana seseorang dapat menggunakan teknologi secara bijak, kritis, aman, dan bertanggung jawab. Dengan memiliki literasi digital yang baik, masyarakat diharapkan dapat memperoleh manfaat dari perkembangan teknologi sekaligus menghindari berbagai dampak negatif yang mungkin terjadi.
