Konten dari Pengguna

Ubah Sampah Plastik Menjadi Bahan Bangunan

Yahya Hafizh Surya

Yahya Hafizh Surya

Kuliah Kerja Nyata 2024 Ilmu Kelautan, FPIK, Universitas Diponegoro, Semarang

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Yahya Hafizh Surya tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ubah Sampah Plastik Menjadi Bahan Bangunan
zoom-in-whitePerbesar

Pekalongan (2/8/2024) Sampah sudah menjadi masalah yang sulit dihindari. Setiap harinya sebagian besar masyarakat pasti menghasilkan sampah, mulai dari sampah organik maupun sampah anorganik. Masalah sampah yang sulit diatasi adalah sampah anorganik salah satunya yaitu sampah plastik. Hal ini dikarenakan plastik sulit diuraikan ketika bersatu dengan alam, jadi menyebabkan banyak sampah plastik yang masih utuh walaupun sudah bertahun-tahun lamanya dibuang. Hal tersebut menjadikan sampah plastik banyak berserakan dimana-mana dan tidak terbuang ke tempat sampah bahkan banyak juga dibuang ke sungai yang dapat menyebabkan tersumbatnya aliran air dan menyebabkan air sungai serta lingkungan sekitar menjadi kurang enak dipandang. Kesadaran masyarakat yang kurang mengenai pembuangan sampah sembarangan menjadi salah satu penyebabkan sampah yang tidak terbuang pada tempatnya.

Dalam upaya mendukung keberlanjutan lingkungan dan meningkatkan kreativitas masyarakat serta belum dikenalnya ecobrick secara luas oleh masyarakat Kelurahan Pekuncen, mahasiswa KKN Pekuncen Undip berinisiatif untuk mengenalkan ecobrick kepada warga Pekuncen dengan pelaksanaan edukasi dan pelatihan pembuatan ecobrick. Ecobrick sendiri merupakan sebuah metode untuk mendaur ulang plastik dengan cara memasukkannya ke dalam botol plastik bekas sehingga membentuk "brick" atau bata plastik. Pembuatan ecobrick tidak membutuhkan biaya yang besar karena memanfaatkan sampah plastik seperti bungkus plastik dan botol plastik.

Edukasi dan pelatihan ini melibatkan masyarakat RW 05 Kelurahan Pekuncen, Kecamatan Wiradesa, Kabupaten Pekalongan. Dimana kegiatan ini berjalan dengan antusias masyarakat yang ingin menambah ilmu terkait pemanfaatan sampah plastik menjadi ecobrick dibuktikan dengan keingintahuan masyarakat yang tinggi dalam pembuatan ecobrick ini. Bahan yang diperlukan dalam pembuatan ecobrick cukup sederhana, diantaranya bungkus plastik bekas makanan, bekas deterjen, dan lain-lain yang digunakan sebagai bahan pengisi, serta botol plastik yang digunakan sebagai media. Untuk alatnya sendiri diantaranya batang panjang untuk memadatkan, dan lem perekat. Cara pembuatannya pun mudah, dimulai dengan mengumpulkan, memisahkan, dan membersihkan bungkus plastik untuk membuat ecobrick. Lalu memilih merk dan ukuran botol yang karena ecobrick dalam botol yang sama sebangun akan mempermudah dan memperindah hasil. Kemudian menggunakan tongkat kayu untuk memadatkan dan hindari besi, kaca, yang akan merusak botol. Setelah itu, memasukkan plastik lembut yang berwarna untuk dasar botol untuk membuat konstruksi bangunan ecobrick menjadi berwarna. Selanjutnya menimbang ecobrick minimal berat disesuaikan dengan volume botol seperti 1500ml = 500g, 600ml = 200 g. Rumus kepadatan minimum ecobrick yang bagus yaitu berat minimal = volume botol x 0,33 g/ml. Ecobrick dapat diubah menjadi furniture bahkan bangunan. Dengan alat dan bahan, serta cara kerja yang mudah tersebut, sehingga cocok diaplikasikan ke semua lini masyarakat dari yang muda hingga tua.

Para Ketua RT dan masyarakat yang mengikuti pelatihan mengharapkan dengan adanya edukasi dan pelatihan dari mahasiswa KKN Undip dapat diaplikasikan dengan baik oleh masyarakat. Dengan adanya edukasi dan pelatihan mengenai pembuatan ecobrick ini diharapkan bisa menjadi alternatif lain dalam pemanfaatan sampah plastik dan mengurangi pencemaran pada lingkungan.

Penulis : Yahya Hafizh Surya (26040121130045) - S1 Ilmu Kelautan

DPL : Muhammad Hamdan Mukafi, S.S., M.A

Lokasi : Kelurahan Pekuncen, Kecamatan Wiradesa, Kabupaten Pekalongan