SALSA, Inovasi Spray Serbaguna untuk Atasi Masalah Lalat di Banaran

Mahasiswa Meteorologi Terapan Institut Pertanian Bogor
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Hafizh Kurnia Esa tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kulon Progo – Keluhan mengenai banyaknya lalat di lingkungan masyarakat mendorong mahasiswa KKN Tematik IPB University menghadirkan inovasi sederhana melalui program SALSA (Spray Serbaguna Anti Lalat). Program ini dilaksanakan pada Senin (3/8/2026) bersama ibu-ibu PKK Trisik di salah satu rumah warga.
Masalah populasi lalat menjadi salah satu persoalan yang dirasakan masyarakat Desa Banaran, termasuk di wilayah Padukuhan Sidorejo. Kondisi tersebut tidak terlepas dari aktivitas pertanian masyarakat yang banyak menggunakan pupuk kandang. Sebagai salah satu wilayah penghasil cabai di Kabupaten Kulon Progo, penggunaan pupuk kandang menjadi praktik yang umum dilakukan untuk mendukung produktivitas pertanian.
Namun, pengelolaan bahan organik yang kurang optimal dapat menjadi salah satu faktor yang mendukung keberadaan lalat di sekitar permukiman. Lalat juga berpotensi membawa mikroorganisme penyebab penyakit ketika berpindah dari lingkungan yang kotor ke makanan atau permukaan yang digunakan masyarakat.
Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKN Tematik IPB memperkenalkan SALSA sebagai alternatif spray pengusir lalat berbahan dasar food-grade. Program ini tidak hanya memperkenalkan produk, tetapi juga memberikan pengetahuan kepada masyarakat mengenai bahaya lalat serta cara sederhana membuat spray yang dapat diaplikasikan di lingkungan rumah.
Kegiatan diawali dengan pretest untuk mengetahui pengetahuan awal peserta mengenai lalat dan risiko yang dapat ditimbulkannya. Selanjutnya, mahasiswa memberikan sosialisasi mengenai bahaya lalat, cara penyebarannya, serta pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan makanan.
Setelah sesi edukasi, peserta diperkenalkan dengan SALSA beserta bahan-bahan yang digunakan. Formula tersebut memanfaatkan bahan yang relatif mudah ditemukan, yaitu serai, daun jeruk, kulit jeruk, dan cengkeh. Bahan-bahan tersebut kemudian diekstraksi menggunakan etanol 70 persen dan didiamkan selama dua hari sebelum digunakan sebagai bahan spray.
Tahap berikutnya adalah demonstrasi pembuatan SALSA. Ibu-ibu PKK tidak hanya menyaksikan proses pembuatan, tetapi juga dapat melihat secara langsung tahapan pengolahan bahan hingga menjadi spray yang siap digunakan. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi feedback, memberikan ruang bagi peserta untuk menyampaikan tanggapan, pertanyaan, dan masukan terhadap produk yang diperkenalkan.
Melalui program SALSA, mahasiswa KKN Tematik IPB berharap masyarakat dapat memperoleh alternatif sederhana untuk membantu mengurangi gangguan lalat di lingkungan rumah sekaligus meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya sanitasi dan kebersihan lingkungan. Lebih dari sekadar menghasilkan sebuah produk, kegiatan ini diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk mengembangkan solusi berbasis bahan yang mudah ditemukan di sekitar mereka.
