Konten dari Pengguna

Politikus Selebriti: Bagaimana dengan Tipe Kepemimpinannya?

Hafizhah Nur Latifah

Hafizhah Nur Latifah

Public Administration Student in University of Indonesia

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hafizhah Nur Latifah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Politisi Selebriti. Picture: Freepik
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Politisi Selebriti. Picture: Freepik

Sepertinya kita sudah tidak asing lagi apabila mendengar vokalis band naik takhta menjadi wali kota, aktor kawakan berubah status menjadi penghuni Gedung Senayan, dan gitaris band pun kini menjadi jajaran komisaris BUMN. Seakan-akan hal tersebut sangatlah lumrah terjadi, sama halnya seperti melihat Pak Presiden blusukan ke pedalaman.

Tapi, bukankah para selebriti tersebut adalah orang-orang dengan pengalaman yang minim? Lalu mengapa kehadiran mereka di ranah politik sangat disambut dan dielu-elukan?

Di Indonesia sendiri, persoalan mengenai perpindahan profesi dari artis menjadi politikus telah dimulai dari berakhirnya masa orde baru, dan semakin diperluas kesempatannya oleh Parpol semenjak satu dasawarsa terakhir (Subandi & Ubaid, 2020). Parpol sering beranggapan bahwa masuknya selebriti ke partai dapat menjadi tambahan peluang untuk sukses masuk ke dalam parlemen. Itu karena basis penggemar seleb yang kuat dan dapat menjamin perolehan suara (Choriyati & Wiendjiarti, 2020).

Setiap pemimpin baik itu selebriti maupun non-selebriti, pastinya memiliki tipe kepemimpinannya sendiri. Tipe itu lah yang menjadi bahan pertimbangan masyarakat untuk memilih pemimpin, bahkan dengan mengesampingkan pengalaman mereka yang tidak lebih dari sekepalan tangan.

Armstrong (2012) menggolongkan tipe kepemimpinan seseorang menjadi 5 (lima) macam, di antaranya:

  1. Charismatic leaders Pemimpin dengan tipe kepemimpinan karismatik biasanya bergantung pada pembawaan dan kepribadiannya. Orang dengan tipe kepemimpinan seperti ini seringkali jauh dari label “orang biasa”, sehingga pemimpin karismatik kerap kali memiliki predikat beserta pengikut yang terinspirasi darinya. Dalam hal pemberian motivasi, pemimpin karismatik pun menempatkan dirinya sebagai contoh langsung bagi bawahan atau karyawannya.

  2. Visionary leaders Sesuai dengan namanya yaitu visioner, tipe kepemimpinan ini mengandalkan visinya yang jelas dan keyakinannya akan merancang masa depan. Setiap karyawan dan pengikut yang dibawahi olehnya wajib memiliki target yang telah dirancang dengan penuh perhitungan dan pengawasan sebelumnya.

  3. Transformational leaders Pemimpin-pemimpin transformasional adalah orang-orang yang sangat mengupayakan perubahan mendasar pada perilaku pegawainya dengan harapan tujuan serta visinya dapat tercapai. Adapun parameter yang tepat untuk kita mengukur seberapa transformasional seorang pemimpin adalah dengan melihat kepercayaan, kekaguman, loyalitas, dan respek pengikut terhadap pemimpin untuk selalu melakukan kinerja yang baik tanpa diminta.

  4. Transactional leaders Tipe kepemimpinan yang satu ini merupakan tipe yang paling umum kita temui di kehidupan nyata. Memperdagangkan uang, posisi, maupun keamanan kepada bawahannya sendiri merupakan rumus mutlak bagi para pemimpin transaksional. Hal ini mereka lakukan agar pegawai bergerak sesuai dengan apa yang mereka mau dan perintahkan.

  5. Authentic leaders Singkatnya, pemimpin otentik bertindak sesuai dengan nilai personal dan keyakinan yang dianut dalam membangun kredibilitas dan memenangkan kepercayaan para pegawai. Maka dari itu, kecerdasan intelektual, sosial, maupun spiritual menjadi penting bagi para pemimpin otentik.

Berdasarkan lima tipe kepemimpinan yang telah disebutkan di atas, dapat disimpulkan bahwa selebriti masuk ke dalam tipe kepemimpinan karismatik. Sebab, selebriti sendiri memiliki "pembawaan" yang sangat jauh dari orang biasa dan secara tidak langsung membuatnya dikelilingi pengikut yang terinspirasi olehnya atau biasa kita sebut sebagai penggemar.

Lebih lanjutnya, mereka juga tidak segan untuk menjadikan diri sendiri sebagai percontohan, yang kadang dapat menjadi boomerang apabila yang dicontohkan adalah kebijakan-kebijakan yang sifatnya kontroversial.

Referensi

Armstrong, M. (2012). Armstrong's handbook of management and leadership: developing effective people skills for better leadership and management. Kogan Page Publishers.

Choiriyati, W., & Wiendijarti, I. (2020). Popularitas Selebriti sebagai Komoditas Politik. Jurnal Ilmu Komunikasi, 9(2), 128-142.

Subandi, H. H., & Ubaid, A. H. (2020). Selebritis Menjadi Politisi: Studi tentang Bagaimana Selebritis Menang atau Kalah dalam Pemilu Legislatif. JIIP: Jurnal Ilmiah Ilmu Pemerintahan, 5(1), 21-45.