Konten dari Pengguna

211 Tahun Pertempuran Waterloo: Akhir Riwayat Napoleon Bonaparte

Hafuza Ophelio Artafa

Hafuza Ophelio Artafa

Military history enthusiasts

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hafuza Ophelio Artafa tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

18 Juni lalu merupakan salah satu tanggal paling menentukan dalam sejarah Eropa modern. Hari itu, pasukan Napoleon Bonaparte ditumpas dalam Pertempuran Waterloo, menutup babak terakhir kekuasaannya yang sempat bangkit lagi setelah pengasingan.

Setiap tanggal 18 Juni, dunia mengenang momen runtuhnya kekuasaan Napoleon di medan perang dekat Desa Waterloo, sekitar 20 kilometer selatan Brussels, Belgia yang kini masuk wilayah Braine-l’Alleud. Tahun ini, peringatan jatuh pada peringatan ke-211 sejak pertempuran legendaris itu berkecamuk.

Kekalahan Napoleon di Waterloo merupakan klimaks dari periode yang dikenal sebagai “Hundred Days” atau Seratus Hari. Setelah dibuang ke Pulau Elba pascakekalahannya dalam Perang Koalisi Keenam, Napoleon berhasil melarikan diri dan kembali ke Prancis pada Maret 1815. Ia tiba di Paris pada 20 Maret 1815 dan kembali merebut kekuasaan.

Pertempuran besar ini meletus pada 18 Juni 1815 dan berlangsung sekitar sembilan jam. Napoleon yang memimpin Armée du Nord menghadapi pasukan gabungan di bawah komando Adipati Wellington di selatan Brussels.

Salah satu kesalahan strategis Napoleon adalah meremehkan kecepatan pemulihan pasukan Prusia usai kekalahan mereka di Pertempuran Ligny, dua hari sebelum Waterloo. Di sisi lain, Wellington memilih medan pertahanan yang cerdik lereng balik (reverse slope) yang melindungi pasukannya dari pengamatan langsung sekaligus meredam keunggulan artileri Prancis.

Kombinasi kedatangan bala bantuan Prusia dan pertahanan kukuh pasukan Wellington akhirnya meruntuhkan serangan bertubi-tubi Napoleon, termasuk serangan terakhir dari pasukan elite Garda Kekaisaran yang berhasil dipukul mundur.

lukisan karya William Sadler yang menggambarkan Pertempuran Waterloo By William Sadler - Napoleon.org.pl, Public Domain, https://commons.wikimedia.org/w/index.php?curid=15176449

Medan pertempuran Waterloo kini menjadi destinasi wisata sejarah yang ramai dikunjungi, terutama menjelang dan saat peringatan tahunan. Beberapa titik penting di area tersebut antara lain Hougoumont, La Haye Sainte, dan Memorial 1815 Museum yang menyimpan koleksi terkait pertempuran tersebut.

Selain peringatan rutin setiap 18 Juni, kawasan ini juga kerap menggelar reka ulang pertempuran (reenactment) berskala besar yang melibatkan ratusan hingga ribuan peserta berkostum era Napoleon, terutama pada tahun-tahun peringatan kelipatan lima.

Kekalahan di Waterloo menandai akhir riwayat politik dan militer Napoleon Bonaparte. Ia kemudian diasingkan untuk kedua dan terakhir kalinya ke Pulau Saint Helena, sebuah pulau terpencil di Samudra Atlantik, hingga akhir hayatnya.

Pertempuran ini sering disebut sebagai penutup dari lebih dari dua dekade konflik berkepanjangan di Eropa serta membuka jalan bagi periode stabilitas yang relatif panjang di benua tersebut.