Konten dari Pengguna

Fenomena Black Myth: Wukong, Bukti Kebangkitan Industri Game Tiongkok

Haidar Abyan Thalibah

Haidar Abyan Thalibah

Mahasiswa Ilmu Komunikasi Uin Sunan Ampel Surabaya

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Haidar Abyan Thalibah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sumber : AI Generated
zoom-in-whitePerbesar
Sumber : AI Generated

Industri game global saat ini sedang diguncang oleh kehadiran Black Myth: Wukong, sebuah game aksi petualangan yang dirilis pada 20 Agustus 2024. Game ini berhasil memecahkan berbagai rekor, termasuk penjualan 10 juta kopi hanya dalam tiga hari pertama peluncurannya. Ini merupakan pencapaian luar biasa bagi Game Science, pengembang di balik game tersebut, dan menjadi tanda bahwa Tiongkok mulai memainkan peran signifikan dalam industri game internasional.

Salah satu faktor yang membuat Black Myth: Wukong begitu menarik adalah penggunaan Unreal Engine 5, yang memberikan pengalaman visual berkualitas tinggi. Game ini mampu menghadirkan detail grafis yang sangat mengesankan, mulai dari efek pencahayaan hingga gerakan karakter yang begitu halus. Pemanfaatan teknologi canggih seperti ini menunjukkan bahwa Tiongkok kini mulai bersaing dengan negara-negara Barat dalam hal inovasi teknologi di dunia game

Namun, bukan hanya teknologi yang membuat Black Myth: Wukong spesial. Alur ceritanya yang diangkat dari novel klasik Journey to the West menghadirkan kedalaman budaya yang jarang ditemui dalam game-game mainstream lainnya. Setiap tokoh dan narasi dalam game ini didasarkan pada sastra kuno Tiongkok, yang menawarkan pemain perspektif baru tentang mitologi dan sejarah Tiongkok.

Yang menarik, peluncuran Black Myth: Wukong juga telah memicu perdebatan di kalangan pengamat industri game. Beberapa pihak mengkritik bahwa meskipun sukses secara komersial, game ini masih terjebak dalam pola-pola lama dari game aksi barat. Namun, tidak sedikit juga yang membelanya, menyatakan bahwa game ini membawa sentuhan khas Timur yang kuat dengan tetap mematuhi standar global dalam gameplay dan desain visual.

Dalam konteks global, sukses besar ini menunjukkan bahwa industri game Tiongkok tidak lagi hanya menjadi penonton. Dengan Black Myth: Wukong, Tiongkok kini memiliki tempat yang kuat dalam peta industri game dunia, yang selama ini didominasi oleh AS, Jepang, dan Eropa. Ini adalah langkah besar dalam upaya mereka untuk menjadi pusat inovasi digital dan budaya pop.

Black Myth: Wukong juga menjadi bukti bahwa permainan berbasis mitologi dan sejarah lokal bisa mendunia, jika disajikan dengan cara yang tepat. Keberhasilan game ini memberi pelajaran penting bagi pengembang lain di seluruh dunia bahwa elemen lokal bisa menjadi kekuatan utama untuk bersaing di pasar internasional.

Sebagai penutup, kesuksesan Black Myth: Wukong merupakan momen penting tidak hanya bagi Game Science, tetapi juga bagi industri kreatif Tiongkok secara keseluruhan. Ini adalah bukti bahwa produk budaya dan teknologi dari Tiongkok mampu menembus pasar global, dan mungkin akan menginspirasi lebih banyak pengembang dari Tiongkok untuk mengambil langkah berani yang serupa.