Konten dari Pengguna

Aquascape: Mengubah Kreativitas Menjadi Pendapatan

Haikal Failasuf

Haikal Failasuf

Mahasiswa semester 7 Program Studi Akuakultur, Universitas Diponegoro.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Haikal Failasuf tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Aquascape hasil kolaborasi mahasiswa KKN Undip dan Karang Taruna Tunas Mekar, Desa Jatikuwung.
zoom-in-whitePerbesar
Aquascape hasil kolaborasi mahasiswa KKN Undip dan Karang Taruna Tunas Mekar, Desa Jatikuwung.

Karanganyar (3/8) - Aquascape, seni menata elemen bawah air seperti tanaman, batu, dan kayu dalam akuarium, kini telah berkembang menjadi sumber pendapatan yang menjanjikan. Awalnya hanya sebuah kegiatan rekreasi, aquascaping kini menjadi tren yang tak terelakkan di kalangan pecinta hobi dan para pengusaha.

Tren ini melibatkan berbagai kalangan, mulai dari anak muda kreatif hingga para profesional yang mencari peluang usaha baru. Mereka memanfaatkan keahlian dalam mendesain aquascape untuk memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat. Komunitas aquascape yang berkembang pesat di Indonesia juga turut mendorong popularitas seni ini, terutama di kota-kota besar seperti Jakarta dan Surabaya, serta di berbagai daerah lainnya.

Di Desa Jatikuwung, inisiatif untuk memperkenalkan aquascape sebagai peluang usaha baru datang dari Haikal Failasuf Ramadan, mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) yang tergabung dalam KKN Tim II Universitas Diponegoro 2024. Melalui program kerja monodisiplin, Haikal memberikan penyuluhan dan pelatihan kepada Karang Taruna Tunas Mekar serta masyarakat setempat tentang teknik dasar aquascaping dan cara mengubahnya menjadi sumber pendapatan yang potensial. Program ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat dalam seni aquascaping sekaligus membuka peluang ekonomi baru di desa tersebut.

Aquascape diminati karena kemampuannya menggabungkan keindahan visual, tantangan teknis, dan kesempatan untuk mengekspresikan kreativitas. Banyak aquascaper yang telah berhasil mengubah hobi ini menjadi bisnis menguntungkan, dengan menjual karya mereka secara online, membuka jasa konsultasi, dan mengadakan workshop untuk berbagi pengetahuan.

Popularitas aquascape mulai meningkat pesat dalam lima tahun terakhir, seiring dengan meningkatnya kesadaran akan pentingnya estetika ruang hidup dan lingkungan yang lebih alami. Kini, aquascaping bukan hanya sekadar hobi, tapi juga sarana untuk menghasilkan pendapatan tambahan, bahkan menjadi karir penuh waktu. Dengan program kerja seperti yang dilakukan oleh Haikal di Desa Jatikuwung, semakin banyak masyarakat yang dapat memanfaatkan aquascaping untuk mengubah kreativitas menjadi pendapatan yang nyata.

Pemberian aquascape kepada Karang Taruna Tunas Mekar, Desa Jatikuwung.