10 Atlet Panjat Tebing Indonesia Berjuang di Kejuaraan Dunia seri Chamonix

kumparanSPORTverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Yenny Wahid (tengah) berfoto bersama sejumlah atlet panjat tebing Indonesia saat pelepasan Timnas Panjat Tebing Indonesia di Bekasi, Jawa Barat, Jumat (4/3/2026). Foto: Darryl Ramadhan/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Yenny Wahid (tengah) berfoto bersama sejumlah atlet panjat tebing Indonesia saat pelepasan Timnas Panjat Tebing Indonesia di Bekasi, Jawa Barat, Jumat (4/3/2026). Foto: Darryl Ramadhan/ANTARA FOTO

Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia (PP FPTI) mengirim 10 atlet yang terdiri atas tujuh orang disiplin speed dan tiga untuk lead, guna mengikuti World Climbing Series Chamonix 2026 di Prancis, pada 10-12 Juli.

Manajer Timnas Panjat Tebing Indonesia, Wahyu Pristiawan Buntoro, mengatakan komposisi atlet speed yang tampil di Chamonix sama dengan yang tampil pada seri Krakow, Polandia, pada 3-5 Juli, sehingga mereka langsung bertolak ke Prancis.

"Sementara tim lead dan saya berangkat dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Banten, ke Chamonix pada Rabu (8/7)," kata pria yang kerap disapa Pristiawan tersebut, seperti dikutip dari ANTARA, Senin (6/7).

Dia mengungkapkan, empat atlet speed putra yang memperkuat Indonesia adalah Veddriq Leonardo, Raharjati Nursamsa, Aditya Tri Syahria, dan Antasyafi Robby Al Hilmi. Sedangka di sektor putri diperkuat Desak Made Rita Kusuma Dewi, Raji'ah Sallsabillah, dan Kadek Adi Asih.

Adapun pada disiplin lead, Indonesia menurunkan Putra Tri Ramadani yang akrab disapa Srondeng, Ravianto Ramadhan, serta satu atlet putri yaitu Alma Ariella Tsany.

Ketiga atlet tersebut merupakan pemanjat yang telah lolos memperkuat Indonesia untuk Asian Games 2026 Aichi-Nagoya di Jepang, pada September.

"Chamonix menjadi kesempatan penting untuk menambah pengalaman bertanding ketiganya sebelum ke Asian Games," ujar pria yang juga Sekretaris Umum PP FPTI itu.

Atlet panjat tebing Indonesia, Putra Tri Ramadani, dapat emas di World Climbing Series Prague saat bertanding pada Minggu (7/6) waktu setempat. Foto: FPTI

Wahyu menambahkan, masing-masing tim didampingi seorang pelatih selama mengikuti turnamen di Chamonix.

Keikutsertaan Indonesia pada seri Chamonix diharapkan menjadi momentum menjaga konsistensi performa atlet speed di level dunia, sekaligus memberikan jam terbang internasional bagi atlet lead menjelang Asian Games 2026 dan kejuaraan internasional lain dalam kalender Federasi Panjat Tebing Internasional (IFSC).

Dalam Series Krakow yang hanya menyelenggarakan pertandingan disiplin speed, timnas panjat tebing Indonesia berhasil membawa pulang empat medali, yakni masing-masing satu emas dan perak, serta dua perunggu.

Bintang utama Indonesia dalam turnamen itu adalah Desak Made Rita Kusuma Dewi asal Bali. Dia berhasil menyabet satu emas untuk nomor individu putri dan satu perak saat berpasangan dengan Antasyafi Robby Al Hilmi dalam nomor estafet campuran (mixed relay).

Tidak hanya itu, Desak juga menyumbang satu perunggu saat berpasangan dengan Raji'ah Sallsabillah dalam nomor estafet putri. Sedangkan satu perunggu lainnya ditorehkan Raharjati Nursamsa lewat nomor individu putra.