Tim RI Raih Dua Emas, All Indonesian Final Warnai Kejuaraan Dunia Woodball

kumparanSPORTverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Tim Woodball Indonesia saat berlaga di Kejuaraan Dunia 2026 di Perlis, Malaysia. Foto: Dok. IWbA
zoom-in-whitePerbesar
Tim Woodball Indonesia saat berlaga di Kejuaraan Dunia 2026 di Perlis, Malaysia. Foto: Dok. IWbA

Tim Woodball Indonesia mengawali perjuangan di World Cup Woodball Championship 2026 di Perlis, Malaysia, dengan hasil membanggakan. Hingga Selasa (28/7), tim 'Merah Putih' telah mengoleksi dua medali emas, sekaligus membuka peluang menambah pundi-pundi medali dari nomor-nomor yang masih dipertandingkan.

Medali emas pertama diraih dari nomor Fairway Men's Team yang diperkuat oleh Eka Candra Aprilyanto, Moh Habibullah, Fachri Husaini, I Gede Prabawa Mapet Darma Nugraha, Erif Nurachmad Satrio Mulya, dan Ahmad Yopi Solpianda.

Sementara, dominasi Indonesia juga terlihat di nomor Fairway Women's Double. Indonesia sukses memastikan All Indonesian Final setelah pasangan Nur'Izza/Ardin berhadapan dengan sesama wakil Merah Putih, Bibit Setyaningati/Ika Yulianingsih.

Pada partai puncak tersebut, Bibit Setyaningati/Ika Yulianingsih berhasil meraih medali emas, sedangkan Nur'Izza/Ardin membawa pulang medali perak bagi Tim Indonesia.

Tim Wodball Indonesia saat berlaga di Kejuaraan Dunia 2026 di Perlis, Malaysia. Foto: Dok. IWbA

Ketua Umum Indonesia Woodball Association (IWbA), Aang Sunadji, mengapresiasi pencapaian para atlet yang mampu menunjukkan kualitas terbaiknya di level dunia.

"Puji syukur, hasil sementara ini menjadi awal yang sangat baik bagi Tim Woodball Indonesia. Keberhasilan meraih dua medali emas dan terciptanya All Indonesian Final menunjukkan bahwa pembinaan woodball Indonesia berada di jalur yang tepat. Saya mengapresiasi kerja keras para atlet, pelatih, dan seluruh tim yang telah berjuang membawa nama Indonesia di panggung dunia," ujar Aang.

Peluang Indonesia untuk menambah koleksi medali emas masih terbuka lebar. Pada nomor Stroke, wakil Indonesia di single stroke putra dan putri berhasil melaju ke babak final dan akan berjuang memperebutkan gelar juara.

Selain itu, pertandingan di nomor double putra, double putri, dan mixed double stroke juga masih akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan. IWbA optimistis para atlet mampu mempertahankan performa terbaiknya untuk menambah raihan medali sekaligus mengukuhkan posisi Indonesia sebagai salah satu kekuatan utama woodball dunia.

Ketua Umum Indonesia Woodball Association (IWbA), Aang Sunadji (kanan). Foto: NOC Indonesia

"Perjuangan belum selesai. Masih ada beberapa nomor yang akan dimainkan dan peluang meraih emas masih sangat terbuka. Kami berharap seluruh atlet tetap fokus, menjaga kondisi, dan tampil maksimal hingga akhir kejuaraan. Mohon doa dan dukungan seluruh masyarakat Indonesia agar Tim Merah Putih dapat memberikan hasil terbaik," tutup Aang.