Konten dari Pengguna

Sosial Media dapat Melestarikan Budaya Pencak Silat Betawi

Haizul Dana

Haizul Dana

mahasiswa sekolah vokasi institut pertanian bogor

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Haizul Dana tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Banyaknya warisan budaya Indonesia yang sudah diakui oleh organisasi UNESCO membuat rakyat Indonesia patut merasa bangga, salah satunya warisan budaya bela diri Pencak Silat.

Status tersebut diberikan karena pencak silat, termasuk silat Betawi dalam kelompok alirannya, dinilai memiliki akar tradisi yang kuat, terutama dalam dua aspek, yaitu bela diri dan mental-spiritual.

“Sanggar Kong Nimin hingga saat ini masih bertahan bahkan berkembang dalam ilmu bela diri pencak silat Betawi sejak tahun 2013,” ucap Bang Irfan cicit dari Kong Nimin, Jumat (4/3).

Sanggar Kong Nimin merupakan wadah seni pencak silat Betawi yang berlokasi di Jalan Haji Mading, Kembangan Utara, Jakarta Barat. Sebagai hasil akulturasi budaya dari berbagai suku, etnis, dan antargolongan, silat Betawi merupakan kejeniusan lokal yang mewarnai sejarah Jakarta.

"Media sosial, tentu sangat besar dampaknya bagi pelestarian Silat Betawi di zaman sekarang," ujar Bang Syarif anggota Sanggar Kong Nimin.

Berbeda dengan zaman dulu, akses orang-orang agar bisa belajar pencak silat sangat terbatas. Bahasa Betawi-nya pencak silat disebut "Maen Pukulan".

“Berbagai usia bisa melakukan atau belajar pencak silat Betawi di Sanggar Kong Nimin, terlebih usia kanak-kanak hingga remaja yang dapat melestarikan hingga mengembangakn pencak silat Betawi ini,” ucap Bang Imam.

Seiring dengan berkembangnya zaman, penggunaan media sosial sekarang dapat dimanfaatkan untuk mempromosikan kegiatan latihan Pencak Silat Betawi. Tak hanya latihan saja, kerap di akun Instagram @sanggar_kong_nimin_ sering membagikan posting-an saat tampil di acara-acara sehingga semua orang dapat mengetahuinya. Itulah manfaat dari media sosial berdampak bagi pelestarian.

Saat ini banyak event rutin seperti pernikahan adat Betawi, HUT Jakarta, dan event-event lainnya yang menampilkan pertunjukkan pencak silat yang banyak sarat nilai budaya. Tumbuhnya Pencak Silat Betawi di ibukota yang kian solid satu sama lain terus dilestarikan oleh generasi muda yang ‘melek’ akan teknologi di media sosial agar tidak punah.

"Pencak silat Betawi memiliki beragam aliran dan pergu

ruan. Meskipun begitu kita tetap solid antar satu dengan yang lain dengan diadakan silaturahmi rutin untuk evaluasi dan antisipasi dinamika Jakarta," ujar Bang Arif.