Konten dari Pengguna

Mahasiswa KKN UMY Gelar Sosialisasi Pertanian dan Pelatihan Biopestisida

halimatus Rahmadanti

halimatus Rahmadanti

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari halimatus Rahmadanti tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dokumentasi: Pribadi
zoom-in-whitePerbesar
Dokumentasi: Pribadi

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler 002 Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menggelar sosialisasi pertanian dan pelatihan pembuatan biopestisida melalui Program Usaha Tani Prima Desa (UTAMA) di Dusun Jetis, Kapanewon Saptosari, pada Senin (9/2). Kegiatan ini menjadi salah satu program unggulan kelompok KKN dalam upaya mendukung peningkatan produktivitas pertanian masyarakat setempat.

Program tersebut dilaksanakan berdasarkan hasil observasi dan wawancara langsung dengan warga, khususnya para petani jagung di Dusun Jetis. Dari hasil pengamatan tersebut, mahasiswa menemukan bahwa serangan hama ulat menjadi salah satu permasalahan utama yang menyebabkan penurunan hasil panen. Pengendalian hama yang kurang tepat bahkan sering kali meningkatkan biaya produksi karena ketergantungan pada pestisida kimia.

Selain berdampak pada hasil pertanian, kondisi ini juga memengaruhi sektor ekonomi desa. Jagung merupakan salah satu komoditas yang mendukung aktivitas UMKM lokal, sehingga penurunan kualitas dan kuantitas hasil panen turut berpengaruh pada keberlangsungan usaha masyarakat.

Sosialisasi ini diikuti oleh sekitar 25 peserta yang terdiri dari Ibu Dukuh dan masyarakat RT 8 Dusun Jetis. Kegiatan diawali dengan pemaparan materi mengenai pengenalan biopestisida, perbedaan antara pestisida kimia dan pestisida hayati, serta dampak jangka panjang penggunaan bahan kimia terhadap kesuburan tanah dan kesehatan lingkungan.

Mahasiswa KKN juga menjelaskan manfaat penggunaan biopestisida sebagai alternatif yang lebih aman dan berkelanjutan. Biopestisida dinilai mampu mengurangi residu kimia pada tanaman serta menjaga keseimbangan ekosistem pertanian.

Dokumentasi: Pribadi

Tidak hanya penyampaian materi, kegiatan ini dilanjutkan dengan praktik langsung pembuatan biopestisida menggunakan bahan-bahan alami yang mudah ditemukan di sekitar lingkungan warga. Peserta diajak mengikuti setiap tahapan, mulai dari persiapan bahan, proses pencampuran, hingga teknik penyemprotan yang efektif pada tanaman jagung. Antusiasme warga terlihat dari aktifnya diskusi dan pertanyaan yang diajukan selama sesi praktik berlangsung.

Ketua KKN Reguler 002 UMY, Levina Dzakiyah Jayapraja, menyampaikan bahwa Program UTAMA dirancang sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal. Menurutnya, pendekatan partisipatif menjadi kunci keberhasilan program agar masyarakat tidak hanya menerima materi, tetapi juga mampu menerapkannya secara mandiri.

“Kami berharap melalui program ini, petani dapat mengurangi ketergantungan pada pestisida kimia dan mulai beralih ke metode yang lebih ramah lingkungan. Dengan begitu, biaya produksi dapat ditekan dan hasil panen menjadi lebih berkualitas,” ujarnya.

Masyarakat Dusun Jetis menyambut baik kegiatan tersebut dan mengapresiasi kontribusi mahasiswa KKN dalam mendukung pengembangan sektor pertanian desa. Warga berharap adanya pendampingan lanjutan agar praktik pembuatan dan penggunaan biopestisida dapat diterapkan secara konsisten dalam jangka panjang.

Melalui Program Usaha Tani Prima Desa (UTAMA), mahasiswa KKN Reguler 002 UMY berkomitmen untuk terus mendampingi masyarakat selama masa pengabdian berlangsung. Program ini diharapkan menjadi langkah awal menuju sistem pertanian yang lebih berkelanjutan, meningkatkan kemandirian petani, serta mendukung stabilitas ekonomi masyarakat Dusun Jetis secara menyeluruh.