Program UTAMA KKN UMY Dorong Efisiensi dan Ketahanan Ekonomi Petani Jagung

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari halimatus Rahmadanti tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Program Usaha Tani Prima Desa (UTAMA) yang digagas mahasiswa KKN Reguler 002 UMY di Dusun Jetis tidak hanya berfokus pada aspek lingkungan, tetapi juga pada penguatan ekonomi petani jagung. Program ini dirancang untuk membantu petani mengelola biaya produksi secara lebih efisien.
Serangan hama ulat yang berulang kerap memaksa petani melakukan penyemprotan pestisida kimia secara intensif. Kondisi ini menyebabkan meningkatnya pengeluaran untuk pembelian bahan kimia setiap musim tanam.
Mahasiswa KKN melihat bahwa tingginya biaya produksi dapat berdampak pada menurunnya keuntungan petani. Dalam jangka panjang, hal ini berpotensi memengaruhi stabilitas ekonomi keluarga serta keberlangsungan usaha pertanian.
Melalui pelatihan pembuatan biopestisida, mahasiswa memperkenalkan alternatif yang lebih hemat biaya. Bahan-bahan yang digunakan berasal dari lingkungan sekitar sehingga lebih mudah diakses oleh warga.
Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 25 warga RT 8 Dusun Jetis. Mahasiswa menjelaskan secara rinci takaran bahan, proses pembuatan, serta cara penyimpanan agar biopestisida tetap efektif digunakan.
Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman mengenai waktu penyemprotan yang tepat untuk memaksimalkan hasil pengendalian hama. Edukasi ini bertujuan agar petani tidak hanya memahami teori, tetapi juga praktik yang tepat di lapangan.
Ketua KKN Reguler 002, Levina Dzakiyah Jayapraja, menyampaikan bahwa efisiensi biaya produksi menjadi salah satu indikator keberhasilan program. Dengan pengeluaran yang lebih terkontrol, petani diharapkan memperoleh margin keuntungan yang lebih baik.
Mahasiswa juga menyoroti keterkaitan antara hasil panen jagung dan keberlangsungan UMKM desa yang menggunakan jagung sebagai bahan baku. Stabilitas produksi dinilai berperan penting dalam menjaga rantai ekonomi lokal.
Warga menyampaikan bahwa pelatihan ini membuka wawasan baru terkait pengelolaan biaya pertanian. Beberapa peserta bahkan menyatakan akan mulai mengurangi penggunaan pestisida kimia secara bertahap.
Melalui Program UTAMA, mahasiswa KKN UMY berharap dapat berkontribusi dalam memperkuat ketahanan ekonomi petani Dusun Jetis. Program ini diharapkan menjadi langkah awal menuju pertanian yang tidak hanya produktif, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat.
