Kesehatan adalah Kekayaan: Peran Sektor Kesehatan dalam Pembangunan Ekonomi

Mahasiswa Universitas Pamulang, buat opini untuk tugas Perkuliahan
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Hamalia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ketika berbicara tentang pembangunan ekonomi, perhatian masyarakat biasanya tertuju pada pertumbuhan industri, investasi, infrastruktur, perdagangan, dan lapangan pekerjaan. Namun, ada satu faktor yang sering kali dianggap sebagai urusan sosial semata, yaitu kesehatan. Padahal, kesehatan memiliki hubungan yang sangat erat dengan kemampuan suatu negara untuk membangun perekonomian.
Menurut saya, kesehatan seharusnya tidak lagi dipandang hanya sebagai pengeluaran pemerintah atau cost center. Kesehatan merupakan investasi terhadap sumber daya manusia. Masyarakat yang sehat memiliki kesempatan lebih besar untuk belajar, bekerja, menghasilkan pendapatan, dan berkontribusi terhadap perekonomian.
Kesehatan dan Produktivitas Masyarakat
Salah satu hubungan paling sederhana antara kesehatan dan ekonomi dapat dilihat dari produktivitas tenaga kerja. Seseorang yang sehat cenderung memiliki kemampuan untuk bekerja secara lebih optimal dibandingkan seseorang yang sering mengalami gangguan kesehatan.
Penelitian Bloom, Canning, dan Sevilla (2004) menunjukkan bahwa kesehatan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap output ekonomi. Dalam penelitian tersebut, kesehatan dipandang sebagai bagian dari modal manusia (human capital) yang dapat memengaruhi produktivitas tenaga kerja.
Hal ini sebenarnya mudah kita lihat dalam kehidupan sehari-hari. Ketika seorang pekerja sering sakit, ia tidak hanya kehilangan pendapatan, tetapi perusahaan juga dapat mengalami kehilangan produktivitas. Dalam skala yang lebih besar, apabila banyak masyarakat mengalami masalah kesehatan, dampaknya dapat dirasakan oleh perekonomian secara keseluruhan.
Investasi Kesehatan Bukan Sekadar Pengeluaran
Masih terdapat anggapan bahwa anggaran kesehatan hanya merupakan beban bagi pemerintah. Pandangan tersebut perlu diubah.
Buku Pengantar Ekonomi Kesehatan yang diterbitkan dengan dukungan Kementerian Kesehatan membahas hubungan antara kesehatan dan ekonomi makro, termasuk kesehatan sebagai bagian dari fungsi produksi, produktivitas tenaga kerja, tabungan dan investasi, serta hubungan antara pengeluaran kesehatan dan perekonomian.
Artinya, uang yang digunakan untuk meningkatkan fasilitas kesehatan, menyediakan tenaga kesehatan, melakukan pencegahan penyakit, imunisasi, maupun meningkatkan akses pelayanan kesehatan dapat dilihat sebagai investasi jangka panjang.
Kesehatan Juga Berkaitan dengan Kemiskinan
Masalah kesehatan dan kemiskinan memiliki hubungan yang saling memengaruhi. Masyarakat dengan pendapatan rendah dapat mengalami kesulitan mendapatkan pelayanan kesehatan yang berkualitas. Sebaliknya, penyakit yang membutuhkan biaya besar dapat mengurangi kemampuan ekonomi sebuah keluarga.
Karena itu, pembangunan kesehatan perlu memperhatikan akses dan keterjangkauan, bukan hanya pembangunan rumah sakit atau penambahan fasilitas kesehatan. Jika pelayanan kesehatan hanya mudah diperoleh oleh masyarakat di kota besar, sementara masyarakat di daerah terpencil masih kesulitan mendapatkan dokter, obat, maupun fasilitas kesehatan, maka manfaat pembangunan kesehatan belum dirasakan secara merata.
Sektor Kesehatan Juga Menciptakan Aktivitas Ekonomi
Peran sektor kesehatan tidak berhenti pada pelayanan kepada pasien. Di dalamnya terdapat berbagai aktivitas ekonomi seperti rumah sakit, klinik, apotek, industri farmasi, alat kesehatan, laboratorium, teknologi kesehatan, hingga tenaga profesional.
Artinya, semakin berkembang sektor kesehatan, semakin besar pula ekosistem ekonomi yang terbentuk di sekitarnya. Namun, perkembangan tersebut harus tetap diarahkan pada kebutuhan masyarakat. Pelayanan kesehatan tidak seharusnya hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga harus mempertimbangkan kualitas, keamanan, keterjangkauan, dan pemerataan.
Tantangan Indonesia: Pertumbuhan Harus Disertai Pemerataan
Indonesia memiliki wilayah yang luas dengan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat yang berbeda-beda. Karena itu, tantangan sektor kesehatan bukan hanya bagaimana meningkatkan kualitas pelayanan, tetapi juga bagaimana memastikan masyarakat di berbagai daerah memperoleh akses yang layak.
Ketimpangan akses kesehatan dapat menjadi masalah ekonomi karena kualitas sumber daya manusia di suatu daerah sangat dipengaruhi oleh kondisi kesehatan masyarakatnya. Oleh sebab itu, pembangunan kesehatan perlu berjalan bersama dengan pembangunan pendidikan, infrastruktur, ekonomi daerah, dan perlindungan sosial.
Penutup
Menurut saya, ungkapan “kesehatan adalah kekayaan” bukan sekadar slogan. Kesehatan merupakan salah satu bentuk kekayaan yang menentukan kemampuan manusia untuk menjalani kehidupan secara produktif.
Pembangunan ekonomi yang hanya mengejar angka pertumbuhan tanpa memperhatikan kualitas manusia akan menghadapi persoalan dalam jangka panjang. Sebaliknya, masyarakat yang sehat dapat menjadi modal penting bagi terciptanya tenaga kerja yang produktif, aktivitas ekonomi yang lebih stabil, dan pembangunan yang berkelanjutan.
Karena itu, sektor kesehatan sebaiknya ditempatkan bukan sebagai beban pembangunan, tetapi sebagai investasi pembangunan manusia. Pemerintah, dunia usaha, tenaga kesehatan, dan masyarakat memiliki peran masing-masing untuk memastikan investasi tersebut menghasilkan manfaat yang luas.
Pada akhirnya, ukuran keberhasilan pembangunan bukan hanya seberapa besar ekonomi tumbuh, tetapi juga seberapa sehat dan produktif masyarakat yang menikmati pertumbuhan tersebut.
