Prokrastinasi Akademik: Dampak dan Cara Mengatasinya

Mahasiswa Psikologi Universitas Brawijaya
Konten dari Pengguna
15 November 2022 8:22
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Hana Fauziah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi "Prokrastinasi". Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi "Prokrastinasi". Foto: Shutterstock
ADVERTISEMENT
Pernah tidak kalian mendengar kata prokrastinasi? Ketika saya berbincang dengan teman-teman saya tentang prokrastinasi, ternyata banyak dari mereka yang merespons seperti berikut:
ADVERTISEMENT

“Itu apa ya?”

“Aku belum pernah dengar kata itu sebelumnya, deh.”

Padahal, prokrastinasi adalah perilaku yang sangat umum terjadi, terutama dalam dunia akademik.
Prokrastinasi juga memiliki korelasi dengan julukan yang biasa kita ketahui, yaitu deadliner. Korelasi ini pun akan dijelaskan lebih lanjut dalam tulisan ini.
Oleh karena itu, dalam tulisan ini saya akan memaparkan tentang apa itu prokrastinasi, apa dampaknya, dan cara mengatasinya.

Apa Itu Prokrastinasi Akademik?

Secara singkat, prokrastinasi akademik adalah sebuah kebiasaan menunda-nunda pekerjaan atau tugas-tugas akademik. Seorang procrastinator dengan sengaja tidak mengerjakan tugasnya meskipun ia tahu bahwa tugas tersebut penting untuk diselesaikan. Namun, ia lebih memilih untuk mengerjakan hal lain yang bukan prioritas.
Biasanya seorang procrastinator akan mengatakan,
ADVERTISEMENT

“Aku akan memiliki motivasi untuk mengerjakan hal ini besok.”

Namun, pada keesokan harinya ia tidak dapat membuat dirinya sendiri untuk mengerjakan tugasnya, lalu mengatakan hal yang sama seperti di hari sebelumnya, dan begitu terus siklusnya.
Pasti Anda familier dengan julukan deadliner. Seorang deadliner biasanya menunda-nunda tugasnya sehingga mereka mengerjakan tugas-tugas di akhir waktu. Nah, deadliner ini merupakan salah satu contoh atau dampak dari perilaku prokrastinasi.
Namun, jangan salah dalam mengartikan. Prokrastinasi tidak sama dengan malas. Orang yang malas tidak mengerjakan tugasnya karena ia tidak masalah dengan kenyataan bahwa ia tidak mengerjakan tugasnya, sedangkan procrastinator memiliki keinginan untuk mengerjakan suatu tugas, tetapi tidak dapat membuat diri mereka sendiri untuk mulai mengerjakannya.
ADVERTISEMENT

Apa Dampak dari Prokrastinasi Terhadap Psikis?

Orang yang melakukan prokrastinasi biasanya memiliki anxiety atau rasa cemas. Bisa kita bayangkan jika kita memiliki suatu tugas yang harus diselesaikan, tetapi kita terus menunda-nunda pekerjaan tersebut, sementara deadline pengumpulannya semakin dekat. Dapat dipastikan kita akan terus mengkhawatirkan tugas tersebut.
Dampak lain dari prokrastinasi adalah stress. Memang hormon stress dapat membuat otak kita lebih aktif ketika kita sedang di bawah tekanan dalam mengerjakan tugas yang deadline-nya beberapa jam lagi. Namun, dampak jangka panjang ketika kita memiliki hormon stress yang berlebihan dapat membuat volume otak menyusut, loh. Dengan demikian, secara logis kita akan lebih lamban dalam berpikir.
Selanjutnya, regret dan guilt feeling juga merupakan dampak dari perilaku prokrastinasi. Seorang procrastinator akan mendapatkan rasa bersalah dan menyesal karena mereka merasa tidak maksimal mengerjakan tugasnya, dll.
ADVERTISEMENT

Bagaimana Cara Mengatasi Prokrastinasi?

Secara umum terdapat tiga hal yang dapat mengatasi prokrastinasi.
Hal yang pertama adalah dengan merubah perilaku. Kita harus mengubah perilaku kita menjadi lebih produktif dan dapat memaksakan diri kita untuk disiplin dengan mulai mengerjakan tugas-tugas yang merupakan prioritas.
Lalu yang kedua adalah perubahan kognisi atau cara berpikir. Perubahan kognisi ini korelasinya sangat erat dengan mindset. Kita harus dapat mengubah pola pikir atau mindset kita untuk mulai mengerjakan suatu tugas secepatnya dan tidak menunda-nunda. Selain itu, kita juga harus mengetahui dan memahami bahwa waktu adalah hal yang sangat berharga dan tidak dapat diulang kembali.
Selanjutnya, yang terakhir adalah perbaikan motivasi, yaitu dengan cara berpegang kembali dengan basic-basic motivation diri masing-masing. Misalnya, untuk saya pribadi, dengan bertanya pada diri sendiri seperti berikut:
ADVERTISEMENT

“Untuk apa aku kuliah di sini?”

“Untuk apa aku jauh-jauh merantau?”

Jawabannya adalah

“Untuk menuntut ilmu.”

“Untuk menjadi orang yang dapat berkontribusi pada masyarakat.”

“Untuk membanggakan orang tua.”

Dengan demikian, motivasi untuk mengerjakan hal-hal seperti tugas pun akan tumbuh dengan sendirinya.

Referensi

Schicker, P. L. & A. (2019, July 12). What is procrastination and how can you overcome it? Procrastination.com - Stop Procrastinating, Start Living. Retrieved November 7, 2022, from https://procrastination.com/what-is-procrastination
Saman, Abdul. (2017). Analisis Prokrastinasi Akademik Mahasiswa (Studi Pada Mahasiswa Jurusan Psikologi Pendidikan Dan Bimbingan Fakultas Ilmu Pendidikan). Jurnal Psikologi Pendidikan & Konseling, 3(2), 55-62
Talitha, T. (2022, April 13). Pengertian Prokrastinasi: Sebuah Kebiasaan Menunda-Nunda pekerjaan. Best Seller Gramedia. Retrieved November 7, 2022, from https://www.gramedia.com/best-seller/prokrastinasi/
ADVERTISEMENT
editor-avatar-0
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020