Mengenal Jaringan 5G beserta Arsitektur yang Digunakan

Mahasiswa S1 Teknologi Telekomunikasi Institut Teknologi Telkom Purwokerto
Tulisan dari HANAFI RAFLI RIYANTO tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Teknologi 5G adalah versi terbaru dari teknologi jaringan seluler yang memungkinkan kecepatan transfer data yang lebih tinggi dan latensi yang lebih rendah daripada generasi sebelumnya. Teknologi 5G menggunakan frekuensi radio yang lebih tinggi dibandingkan dengan 4G, sehingga mampu menyediakan kecepatan yang lebih tinggi hingga 10 Gbps. Selain itu, 5G juga memiliki latensi yang lebih rendah, yaitu kurang dari 1 milidetik, sehingga dapat meningkatkan kualitas komunikasi yang lebih baik. Ini membuatnya cocok untuk aplikasi yang membutuhkan konektivitas yang cepat dan handal, seperti internet of things (IoT), real-time video streaming, dan jaringan komputasi terdistribusi.
Arsitektur 5G
Arsitektur 5G sendiri terdiri dari dua yaitu ada NSA (Non Stand Alone) dan SA (Stand Alone). Berikut ini adalah pengertian arsitektur NSA dan SA serta kelebihan dan kekurangannya :
NSA (Non-Stand alone) adalah arsitektur 5G yang menggunakan infrastruktur 4G untuk menyediakan layanan 5G. NSA menggunakan teknologi LTE (Long-Term Evolution) sebagai dasar untuk menyediakan layanan 5G. Keuntungan dari arsitektur NSA adalah mudah untuk diimplementasikan dan membutuhkan investasi yang lebih sedikit dibandingkan dengan arsitektur SA. Namun, kelemahan dari arsitektur NSA adalah kecepatan yang tidak sepenuhnya sesuai dengan harapan karena tergantung pada infrastruktur 4G yang ada.
SA (stand alone) adalah arsitektur 5G yang tidak tergantung pada infrastruktur sebelumnya. SA menggunakan teknologi baru yang disebut New Radio (NR) untuk menyediakan layanan 5G. Keuntungan dari arsitektur SA adalah kecepatan yang lebih tinggi dan kinerja yang lebih baik dibandingkan dengan arsitektur NSA. Namun, kelemahan dari arsitektur SA adalah membutuhkan investasi yang lebih besar dan lebih sulit untuk diimplementasikan.
Use Case 5G
Setelah mengenal arsitektur 5G kalian pasti tau mengapa di Indonesia sendiri belum bisa melakukan perataan jaringan 5G, ya tepat sekali itu karena Indonesia masih kekurangan dalam hal investasi jaringan 5G dikarenakan biaya yang sangat mahal. Karena investasi 5G mahal maka Indonesia menggunakan arsitektur 5G NSA yang mampu mengurangi biaya dari pemasangan 5G secara SA, namun untuk kecepatannya sendiri 5G secara NSA kurang, karena masih bergantung pada infrastruktur 5G.
Teknologi 5G juga memiliki potensi untuk mengubah cara kita bekerja dan bermain. Dengan kecepatan yang lebih tinggi dan latensi yang lebih rendah, 5G dapat memungkinkan aplikasi yang sebelumnya tidak mungkin dilakukan, seperti real-time video conferencing dengan kualitas tinggi, virtual reality gaming, dan jaringan komputasi terdistribusi yang dapat memecahkan masalah kompleks dengan cepat. Beberapa contoh penggunaan 5G :
Penggunaan di bidang industri: 5G dapat digunakan untuk menghubungkan peralatan dan mesin di pabrik, sehingga dapat membantu dalam pengambilan keputusan dan meningkatkan efisiensi.
Penggunaan di bidang transportasi: 5G dapat digunakan untuk menghubungkan kendaraan dan sistem transportasi masal, sehingga dapat membantu dalam pengambilan keputusan dan meningkatkan keamanan.
Penggunaan di bidang kesehatan: 5G dapat digunakan untuk menghubungkan peralatan medis dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.
Penggunaan di bidang hiburan: 5G dapat digunakan untuk menyediakan layanan streaming video berkualitas tinggi dan game online yang lebih lancar.
Penggunaan di bidang militer: 5G dapat digunakan untuk menghubungkan peralatan militer dan meningkatkan kemampuan komunikasi dan koordinasi.
Meskipun teknologi 5G masih dalam tahap awal pengembangan dan implementasi, banyak orang yang sangat antusias dengan potensi yang dimilikinya. Dengan implementasi yang lebih luas, diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan industri di seluruh dunia.
