Konten dari Pengguna

Pro Kontra Fenomena Ngemis Online di TikTok

HANAFI RAFLI RIYANTO

HANAFI RAFLI RIYANTO

Mahasiswa S1 Teknologi Telekomunikasi Institut Teknologi Telkom Purwokerto

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari HANAFI RAFLI RIYANTO tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

https://unsplash.com/photos/Yaw9mfG9QfQ
zoom-in-whitePerbesar
https://unsplash.com/photos/Yaw9mfG9QfQ

Fenomena 'ngemis online' di TikTok adalah sebuah tren yang sedang populer di platform video singkat tersebut. Hal tersebut mereka lakukan dengan meminta sesuatu secara online, biasanya melalui komentar atau DM.

Di TikTok, fenomena ngemis online muncul ketika pengguna meminta sesuatu dari pengguna lain, seperti followers, likes, atau bahkan uang.

Beberapa pengguna yang meminta sesuatu ini menggunakan video yang menarik dan mengharapkan pengguna lain untuk memenuhi permintaan mereka dengan cara yang mudah.

"Saya sangat tidak setuju dengan fenomena ngemis online di TikTok. Ini hanya merugikan orang lain dan tidak etis. Pengguna yang melakukan ini seharusnya dikenakan sanksi agar tidak merusak reputasi orang lain," kata seorang warga.

Screenshot dari salah satu akun yang melakukan live. Foto : Hanafi Rafli/screenshot.

Walaupun demikian, ada juga warga yang menganggap bahwa fenomena ngemis online di TikTok merupakan bagian dari ekspresi kreatif dan harus diakui sebagai bentuk ekspresi diri.

Mereka berpendapat bahwa setiap orang memiliki hak untuk mengekspresikan diri dan tidak harus dikenakan sanksi.

"Saya pikir fenomena ngemis online di TikTok merupakan bentuk ekspresi kreatif. Setiap orang memiliki hak untuk mengekspresikan diri mereka. Sanksi tidak perlu dikenakan pada pengguna yang melakukan ini," ujar seorang warga.

Namun, fenomena ngemis online di TikTok juga menimbulkan kontroversi, karena dianggap sebagai bentuk eksploitasi dari pengguna yang lebih muda atau tidak berpengalaman. Beberapa orang menganggap bahwa ini merupakan bentuk penggunaan yang tidak etis dari platform, dan bahwa pengguna yang meminta sesuatu secara online seharusnya tidak diizinkan untuk tetap di TikTok.

Meskipun begitu, fenomena ngemis online di TikTok terus berlanjut dan menjadi populer di kalangan pengguna. Beberapa pengguna bahkan menggunakan fenomena ini sebagai cara untuk meningkatkan popularitas mereka di platform dan meningkatkan jumlah followers atau likes.

Namun, penting untuk diingat bahwa fenomena ngemis online di TikTok harus dihindari karena dapat merugikan orang lain dan merusak reputasi seseorang.