Konten dari Pengguna

H. Satrio

Hangkoso Satrio

Hangkoso Satrio

Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah (Pramoedya Ananta Toer)

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hangkoso Satrio tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Di kantor bertemu seseorang Jurist generasi terakhir Meester in de Rechten (MR) yang bernama J. Satrio. Suatu title sarjana zaman Belanda yang telah dihilangkan oleh Soekarno. awalnya title itu setara dengan S2, sedangkan SH yang sekarang hanya setara dengan S1

Soekarno menurunkan kualitas jurist karena suatu alasan

MET JURISTEN KAN MEN GEEN REVOLUTIE MAKEN VAN INDONESIA

karena adegium itu kualitas hukum di Indonesia setelah generasi itu hancur berantakan dan sistem hukum di Indonesia berubah total dengan konsep sendiri yang tidak mengerti thesis sebelum membuat antithesisnya. dosa terbesar Soekarno terhadap Indonesia adalah menghancurkan tatanan hukum yang pada awalnya sudah terstruktur dengan baik oleh M. Yamin, M. Roem, dan kawan-kawan.

singkat kata dari pertemuan pertama dgn Mr tersebut di dalam hati berkata

kenalkan pak nama saya H. Satrio, orang yang akan mengalahkan bapak 20 tahun lagi

-------------

Aku yang dulu begitu gila. Tapi 20 tahun belum lewat.