Sehamparan Peladangan

Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah (Pramoedya Ananta Toer)
·waktu baca 1 menit
Tulisan dari Hangkoso Satrio tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
mati untuk hidup
makan untuk lapar
susah untuk senang
lari saja untuk mengulang
toh bertemu lagi
.............................................
siapa nyana siapa dikata
suka suka diriku
diriku bukan punya ku
diriku budak pikiran ku
...........................................
semua memaksa untuk dipilih
diriku memaksa untuk memilih
mengapa namanya pilihan jika tidak ada pilihan?
Tuhannya saja dipilih orang tuanya
meyakini berdasarkan ketakutan yang ditakut-takuti keyakinan
.................................................
salahkan memilih jika memang tak tau untuk apa memilih?
toh sudah hidup
kan katanya tak ada pilihan untuk tidak hidup
agitasi kebenaran
penjejalan kepercayaan
relativitas yang beku
sebeku hati manusia melihat kebenaran diseberang
seperti mantra yang tak tau apa artinya
#15 januari 2015
