Konten dari Pengguna

Di Balik Tombol Checkout: Mengapa Kita Akhirnya Membeli di Marketplace?

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hani Azizah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Di Balik Tombol Checkout: Mengapa Kita Akhirnya Membeli di Marketplace?
zoom-in-whitePerbesar

Penulis : Aldi Irawan dan Hani Azizah Azaniansyach

Mahasiswa Program Studi Manajemen, Universitas Pamulang

Foto oleh Getty Images di Unplash

Pernah membuka marketplace hanya untuk “lihat-lihat”, tetapi beberapa menit kemudian sudah berada di halaman checkout?

Awalnya, mungkin kita hanya ingin mencari satu barang. Namun, di layar muncul berbagai hal seperti diskon, flash sale, gratis ongkir, cashback, rating, dan ulasan dari pembeli lain.

Tanpa sadar, kita mulai berpikir:

“Kalau nggak beli sekarang, nanti promonya habis.”

Di sinilah keputusan pembelian menjadi menarik. Kita tidak selalu membeli hanya karena membutuhkan sebuah produk. Berbagai informasi yang muncul di marketplace dapat ikut memengaruhi pertimbangan sebelum akhirnya kita memutuskan untuk membeli.

Promosi: Membuat Kita Ingin Membeli Sekarang

Promosi menjadi salah satu hal yang paling mudah menarik perhatian ketika kita membuka marketplace. Flash sale, diskon, cashback, voucher, dan gratis ongkir membuat sebuah produk terlihat lebih menarik.

Salah satu penelitian mengenai konsumen marketplace di Tulungagung menemukan bahwa promosi flash sale dan cashback berpengaruh terhadap keputusan pembelian. Penelitian tersebut melibatkan 120 responden dan menggunakan analisis regresi linear berganda. (Moldivani, 2024)

Penelitian lain mengenai model flash sale countdown timer juga menemukan adanya pengaruh terhadap keputusan pembelian konsumen. Konsep countdown timer memberikan batas waktu pada promosi sehingga konsumen dihadapkan pada kesempatan membeli dalam waktu yang terbatas. (Herlina, Loisa, & S. M., 2021)

Tidak heran jika kita sering melihat tulisan seperti “tersisa 10 menit” atau “promo berakhir sebentar lagi”.

Padahal, beberapa menit sebelumnya kita mungkin belum memiliki niat untuk membeli.

Promosi dapat membuat sebuah produk terasa lebih menarik dan mendorong kita untuk mempertimbangkan pembelian pada saat itu juga.

Namun, setelah tertarik dengan promosi, biasanya kita belum langsung membeli. Kita masih ingin memastikan apakah produk tersebut memang layak dibeli.

Salah satu caranya adalah dengan membaca review.

Review: Kita Melihat Pengalaman Pembeli Lain

Setelah tertarik dengan sebuah produk, biasanya kita melihat rating dan membaca review dari pembeli sebelumnya.

Kita bisa menemukan komentar mengenai kualitas barang, ukuran, kondisi produk saat diterima, hingga kesesuaian produk dengan deskripsi yang diberikan penjual.

Hal ini menjadi penting karena saat berbelanja online, kita tidak dapat melihat atau mencoba produk secara langsung sebelum melakukan pembelian.

Review dari pembeli lain dapat memberikan gambaran tambahan sebelum kita mengambil keputusan.

Penelitian Priangga dan Munawar terhadap 178 mahasiswa di Kota Bandung menemukan bahwa online customer review dan online customer rating berpengaruh terhadap keputusan pembelian di marketplace Lazada. (Priangga & Munawar, 2022)

Temuan serupa juga terlihat dalam penelitian Aziiz dan Zaini terhadap konsumen produk Erigo di Shopee. Penelitian tersebut menemukan bahwa online customer review dan online customer rating berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian. (Aziiz & Zaini, 2024)

Karena itu, rating dan review sering menjadi bagian yang diperhatikan sebelum seseorang memutuskan untuk membeli.

Namun, bukan berarti kita hanya perlu melihat ulasan yang positif.

Ulasan negatif juga dapat memberikan informasi yang berguna. Dari sana, calon pembeli dapat mengetahui kekurangan produk atau pengalaman yang kurang menyenangkan dari pembeli sebelumnya.

Dengan kata lain:

Promo membuat kita tertarik. Review membantu kita mempertimbangkan apakah produk tersebut layak dibeli.

Harga Murah Belum Tentu Paling Murah

Ada satu hal lagi yang sering membuat kita salah menilai: harga yang terlihat di halaman produk belum tentu sama dengan jumlah uang yang akhirnya kita keluarkan.

Misalnya:

Produk A

Harga: Rp100.000

Voucher: Rp20.000

Gratis ongkir

Total: Rp80.000

Produk B

Harga: Rp85.000

Ongkir: Rp15.000

Total: Rp100.000

Sekilas, Produk B terlihat lebih murah karena harga produknya hanya Rp85.000.

Namun setelah memperhitungkan ongkos kirim dan voucher, jumlah yang dibayarkan untuk Produk A justru lebih kecil.

Karena itu, ketika berbelanja online, kita sebaiknya tidak hanya melihat harga yang tertera pada produk. Kita juga perlu memperhatikan biaya lain dan potongan yang tersedia.

Sederhananya:

Total pembayaran = harga produk + ongkir + biaya tambahan − diskon atau voucher

Cashback juga perlu diperhatikan karena mekanismenya dapat berbeda-beda. Ada cashback yang langsung mengurangi pengeluaran dan ada pula yang diberikan dalam bentuk saldo atau manfaat yang dapat digunakan untuk transaksi berikutnya.

Jadi, harga yang terlihat paling rendah belum tentu membuat total pengeluaran menjadi paling kecil.

Ketika Promosi, Review, dan Harga Bertemu

Menariknya, ketika berbelanja di marketplace, kita biasanya mempertimbangkan beberapa hal sekaligus.

Kita menemukan produk karena flash sale.

Kita semakin tertarik karena melihat rating yang tinggi.

Kita membaca review untuk memastikan kualitasnya.

Kemudian kita menemukan voucher dan gratis ongkir.

Akhirnya kita berpikir:

“Oke, ini worth it.”

Dan tombol Checkout pun ditekan.

Dalam proses tersebut, keputusan pembelian tidak selalu muncul karena satu alasan saja. Kita dapat mempertimbangkan daya tarik promosi, pengalaman pembeli lain, harga, serta kebutuhan terhadap produk.

Penelitian mengenai flash sale, cashback, review, dan rating juga menunjukkan bahwa faktor-faktor tersebut dapat berkaitan dengan keputusan pembelian dalam konteks marketplace tertentu. Namun, hasil penelitian tersebut berasal dari kelompok konsumen dan objek penelitian yang spesifik, sehingga tidak berarti setiap konsumen akan mengambil keputusan dengan cara yang sama.

Pada akhirnya, setiap orang tetap memiliki pertimbangan masing-masing sebelum membeli.

Sebelum Checkout, Coba Berhenti Sebentar

Marketplace memang membuat proses belanja menjadi sangat mudah.

Tetapi kemudahan tersebut juga membuat jarak antara “ingin membeli” dan “sudah membeli” menjadi sangat pendek.

Sebelum menekan tombol checkout, mungkin kita bisa bertanya kepada diri sendiri:

  • Apakah saya benar-benar membutuhkan barang ini?

  • Berapa total biaya yang harus saya bayar?

  • Apakah review-nya cukup meyakinkan?

  • Apakah rating-nya berasal dari jumlah ulasan yang cukup?

  • Apakah promonya benar-benar menguntungkan?

  • Apakah saya tetap akan membeli barang ini jika tidak ada flash sale?

Pertanyaan sederhana tersebut dapat membantu kita mempertimbangkan kembali sebuah pembelian sebelum benar-benar membayarnya.

Karena pada akhirnya, keputusan membeli bukan hanya tentang mendapatkan diskon terbesar.

Kita juga perlu memahami nilai barang yang dibeli, melihat pengalaman konsumen lain, dan menghitung jumlah uang yang benar-benar harus dikeluarkan.

Di balik satu tombol checkout, ternyata ada banyak pertimbangan yang terjadi: promosi, pengalaman pembeli lain, harga, dan kebutuhan kita sendiri terhadap sebuah produk.