Serunya Nikah Massal di Atas Danau

Tulisan dari Hanif Adzkiya tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bandung - Jumat-Sabtu, 30 – 31 Maret 2018, sebanyak 70 mahasiswa dari 12 kampus di Kota Bandung yang tergabung dalam komunitas Senyum Indonesia mengadakan nikah massal “Maret Merit” di danau perkebunan Cukul, Kecamatan Pengalengan, Kabupaten Bandung. Kegiatan ini merupakan kali kedua dilaksanakan setelah sebelumnya pada tahun 2012 dan 2013. Acara yang bertema “Berkah Halalkan Cinta, Bahagia Hingga ke Surga” ini mengusung konsep pernikahan di atas air Istana Nabi Sulaiman ini diikuti oleh 38 peserta yang berasal dari tunawisma di Kota Bandung. Peserta yang dipilih adalah tunawisma yang ingin melaksanakan pernikahan namun terkendala oleh dana dan pesyaratan administrasi. Usia pengantin juga bervariasi mulai dari 20 hingga 67 tahun. Terdapat juga beberapa pasang yang selisih umur mereka dari 10 hingga 20 tahun.
Bandung - Jumat-Sabtu, 30 – 31 Maret 2018, sebanyak 70 mahasiswa dari 12 kampus di Kota Bandung yang tergabung dalam komunitas Senyum Indonesia mengadakan nikah massal “Maret Merit” di danau perkebunan Cukul, Kecamatan Pengalengan, Kabupaten Bandung. Kegiatan ini merupakan kali kedua dilaksanakan setelah sebelumnya pada tahun 2012 dan 2013. Acara yang bertema “Berkah Halalkan Cinta, Bahagia Hingga ke Surga” ini mengusung konsep pernikahan di atas air Istana Nabi Sulaiman ini diikuti oleh 3peserta yang berasal dari tunawisma di Kota Bandung. Peserta yang dipilih adalah tunawisma yang ingin melaksanakan pernikahan namun terkendala oleh dana dan pesyaratan administrasi. Usia pengantin juga bervariasi mulai dari 20 hingga 67 tahun. Terdapat juga beberapa pasang yang selisih umur mereka dari 10 hingga 20 tahun.
Rangkaian acara berisi daurah pra nikah, akad di atas danau, walimah, wayang dakwah, dan bakti sosial untuk masyarakat sekitar. Untuk pembekalan masa depan pengantin diberikan dana usaha sebesar 500 ribu dan bantuan berupa bimbingan serta pengarahan jika pengantin ingin kembali ke kampung halaman.
Menurut Ketua Pelaksana, Bayu Permadani, dipilihnya tempat Pangalengan agar acara sakral yang hanya terjadi seumur hidup bisa dikenang selamanya oleh pengantin. Tujuan diadakan acara ini menurut mahasiswa Matematika ITB 2016 ini adalah agar para tunawisma dapat membangun keluarga baru dan pada akhirnya mereka kembali ke rumah masing – masing.
Pernikahan unik di atas danau ini membawa kesan tersendiri bagi pengantin. "Alhamdulillah, sudah sah, rasanya berbeda dengan pernikahan saya yang pertama". Tutur Sukirman Nababan, salah satu peserta maret merit. Mereka berharap seusai mengikuti acara nikah massal ini, mereka dapat membangun keluarga yang sakinah mawaddah warrahmah.
Di luar acara nikah massal ini, komunitas mahasiswa yang berdiri sejak 2015 ini juga rutin mengadakan acara bakti sosial seperti Khitan Massal, Ramadhan Cinta, dan Qurban Run Away.
