Edukasi Pengemasan Ikan Pindang, Langkah Kecil Menuju Ketahanan Pangan Nasional
Tulisan dari Hanif Faturahman tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

📍 Kendal, 23 Juni 2025 – Dalam rangka mendukung ketahanan pangan berbasis produk perikanan lokal, mahasiswa Universitas Diponegoro menggelar edukasi mengenai jenis-jenis pengemasan produk pindang secara umum kepada masyarakat Desa Tambaksari, Kabupaten Kendal.
Kegiatan ini mesnjadi bagian dari pengabdian mahasiswa melalui program KKN Tematik, bekerja sama dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), dengan fokus pada pengolahan ikan yang aman, sehat, dan bernilai tambah.
Kenapa Pengemasan Pindang Penting?
Produk ikan pindang merupakan salah satu hasil olahan tradisional yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Sayangnya, masih banyak pelaku usaha skala kecil yang belum memahami pentingnya pengemasan yang baik dan benar untuk menjaga kualitas, daya tahan, dan keamanan produk.
“Kalau kemasan seadanya, produk cepat rusak, berbau, dan tidak menarik di mata konsumen. Padahal potensi pasar ikan pindang cukup besar,” ungkap Hanif, mahasiswa Teknologi Hasil Perikanan UNDIP.
Mengenal Jenis-Jenis Pengemasan Pindang
Dalam edukasi ini, masyarakat dikenalkan dengan berbagai jenis kemasan yang dapat digunakan untuk produk pindang, mulai dari:
Kemasan daun pisang dan bambu (tradisional, ramah lingkungan, tapi masa simpan pendek)
Kemasan plastik PE (Polyethylene) – praktis, murah, dan melindungi dari kontaminasi
Vacuum pack (kedap udara) – memperpanjang umur simpan dan cocok untuk pasar modern
Kemasan kaleng steril – untuk industri skala besar dan ekspor
Edukasi juga menekankan pentingnya label kemasan, yang mencakup tanggal produksi, komposisi, izin edar, dan cara penyimpanan. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan konsumen dan daya saing produk lokal.
Pengemasan yang Baik, Ketahanan Pangan Terjaga
Dengan pengemasan yang tepat, produk pindang tidak hanya lebih aman dikonsumsi, tapi juga dapat bertahan lebih lama tanpa pengawet kimia berbahaya. Ini merupakan salah satu bentuk kontribusi nyata terhadap ketahanan pangan, terutama di wilayah pesisir yang mengandalkan produk hasil laut.
“Kalau produk tahan lama dan higienis, masyarakat bisa menyimpan stok pangan lebih baik. Ini jadi penting apalagi saat kondisi darurat atau inflasi harga pangan,” tambah Hanif.
Dari Desa, Untuk Negeri
Kegiatan ini tidak hanya menyasar pelaku UMKM, tetapi juga ibu rumah tangga dan pemuda desa, agar mereka memahami bahwa pengemasan bukan sekadar membungkus, tapi bagian penting dari rantai pangan yang sehat dan aman.
“Harapannya, masyarakat bisa mulai menerapkan pengetahuan ini dalam usaha mereka, agar produk lokal punya nilai jual lebih tinggi dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas,” ujar salah satu anggota BUMDes.

