Konten dari Pengguna

Resensi Novel Sunset & Rosie Karya Tere Liye

Hanifa Fika

Hanifa Fika

Mahasiswa FISIP UNS

·waktu baca 6 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hanifa Fika tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Identitas Buku

Judul: Sunset & Rosie

Penulis: Tere Liye

Editor: Andriyati

Penerbit: Mahaka Publishing

Tempat terbit: Jakarta

Cetakan: Cetakan I, November 2011

Tebal buku: iv + 426 halaman

Ukuran: 13,5 × 20,5 cm

ISBN: 978-602-9474-08-4

Desain cover: Resoluzy

Layout: Alfian

Dokumentasi Pribadi

Sinopsis

Sunset & Rosie menceritakan Tegar Karang, seorang laki-laki yang telah bersahabat dengan Rosie sejak mereka masih kecil. Kedekatan selama bertahun-tahun membuat Tegar menyimpan perasaan lebih kepada Rosie. Namun, perasaan tersebut tidak pernah sampai menjadi hubungan karena Rosie akhirnya memilih Nathan, sahabat Tegar sendiri.

Tegar kemudian memutuskan untuk menjauh dari kehidupan Rosie dan Nathan. Selama bertahun-tahun ia mencoba melupakan masa lalu dengan menyibukkan dirinya dengan pekerjaan. Sampai akhirnya, Tegar kembali bertemu dengan Rosie, Nathan, dan keempat anak mereka, Anggrek, Sakura, Jasmine, dan Lili. Hubungan Tegar dengan keluarga tersebut perlahan kembali dekat.

Kehidupan mereka berubah setelah tragedi pengeboman di Jimbaran, Bali, yang merenggut nyawa Nathan. Kehilangan tersebut membuat Rosie mengalami trauma berat dan harus menjalani rehabilitasi. Keempat anaknya juga harus menghadapi kenyataan bahwa mereka telah kehilangan ayah.

Dalam keadaan tersebut, Tegar memilih untuk tetap berada di sisi Rosie dan anak-anaknya. Ia membantu mengurus keluarga dan resort milik Rosie sambil berusaha membangun kembali semangat mereka. Namun, pilihan Tegar membawa persoalan baru dalam hubungannya dengan Sekar, perempuan yang selama ini juga memiliki tempat penting dalam hidupnya.

Cerita kemudian berkembang menjadi perjalanan panjang tentang cinta, kehilangan, pengorbanan, kesempatan, dan bagaimana seseorang harus berdamai dengan masa lalu. Tanpa membocorkan akhir ceritanya, pembaca akan diajak melihat bagaimana keputusan-keputusan Tegar dan Rosie membawa mereka pada sebuah pilihan yang tidak sederhana.

Resensi

Salah satu hal yang menarik dari Sunset & Rosie adalah cara Tere Liye menyampaikan kisah cinta yang tidak hanya berfokus pada hubungan antara dua orang. Sejak awal, pembaca memang diperkenalkan pada perasaan Tegar kepada Rosie, tetapi cerita kemudian berkembang menjadi persoalan yang jauh lebih luas. Ada persahabatan, keluarga, kehilangan, pengorbanan, hingga kesempatan yang datang pada waktu yang tidak terduga.

Tokoh Tegar menjadi bagian yang cukup kuat dalam novel ini. Ia bukan sosok yang selalu mendapatkan apa yang diinginkannya. Perasaannya kepada Rosie harus berhadapan dengan kenyataan bahwa Rosie memilih Nathan. Ketika akhirnya Tegar kembali masuk ke dalam kehidupan Rosie, situasinya pun sudah berbeda. Ia harus berhadapan dengan perasaan sendiri sekaligus keadaan Rosie dan anak-anaknya yang sedang berada dalam masa sulit.

Menurut saya, hubungan Tegar dengan keempat anak Rosie juga menjadi salah satu bagian yang membuat cerita terasa lebih hangat. Anggrek, Sakura, Jasmine, dan Lili memiliki karakter yang berbeda-beda, sehingga kehadiran mereka membuat cerita tidak hanya terasa sebagai kisah percintaan. Hubungan mereka dengan Tegar memperlihatkan sisi kekeluargaan yang cukup kuat dan membuat perjalanan tokoh utama terasa lebih emosional.

Tere Liye juga cukup berhasil menggambarkan suasana tempat yang menjadi latar cerita. Gili Trawangan dan beberapa tempat di Bali dan Lombok digambarkan dengan cukup detail sehingga pembaca dapat membayangkan suasana alam yang menjadi bagian dari kehidupan para tokoh. Latar tersebut juga memberikan kesan tenang di tengah konflik cerita yang cukup berat.

Bahasa yang digunakan relatif sederhana dan mudah dipahami. Meskipun banyak membahas kehilangan dan pergulatan perasaan, cerita tetap dapat diikuti dengan baik. Beberapa bagian bahkan memberikan ruang bagi pembaca untuk ikut memikirkan pilihan yang dihadapi para tokohnya.

Hal yang paling terasa setelah membaca novel ini adalah pandangannya tentang cinta. Tegar menunjukkan bahwa mencintai seseorang tidak selalu berarti harus memilikinya. Ada kalanya seseorang justru harus mengesampingkan keinginannya sendiri dan memilih untuk membantu orang yang dicintainya. Dari sini, novel ini terasa bukan hanya sebagai cerita romantis, tetapi juga sebagai cerita tentang kedewasaan dalam menghadapi perasaan.

Selain itu, kisah Rosie setelah kehilangan Nathan memperlihatkan bahwa setiap orang memiliki cara dan waktu yang berbeda dalam menghadapi kesedihan. Proses untuk kembali menjalani kehidupan tidak selalu mudah dan tidak dapat dipaksakan. Hal tersebut membuat konflik dalam novel terasa cukup dekat dengan kehidupan karena kehilangan memang tidak selalu dapat diselesaikan dengan cepat.

Kelebihan

Salah satu kelebihan novel ini adalah ceritanya memiliki konflik yang cukup beragam. Tere Liye tidak hanya mengandalkan konflik percintaan, tetapi juga memasukkan persoalan keluarga, persahabatan, kehilangan, dan pengorbanan. Hal tersebut membuat cerita terasa lebih kompleks dan tidak monoton.

Karakter para tokohnya juga cukup kuat, terutama Tegar, Rosie, Nathan, dan anak-anak Rosie. Setiap tokoh memiliki peran dalam perkembangan cerita sehingga hubungan antartokoh terasa saling berkaitan.

Penggambaran latar, khususnya Gili Trawangan dan wilayah Bali-Lombok, juga menjadi daya tarik tersendiri. Deskripsi yang diberikan membuat pembaca dapat membayangkan suasana tempat dan perjalanan yang dialami para tokoh.

Selain menghibur, novel ini juga memiliki banyak nilai yang dapat direnungkan. Pembaca dapat menemukan pesan mengenai kesabaran, memaafkan, menerima kehilangan, serta memahami bahwa kesempatan dalam hidup tidak selalu datang dalam bentuk yang kita harapkan.

Kekurangan

Meskipun memiliki cerita yang menarik, beberapa bagian novel terasa cukup panjang. Narasi yang banyak membahas perasaan dan hubungan antartokoh dapat membuat alur terasa sedikit lambat bagi pembaca yang lebih menyukai cerita dengan tempo cepat.

Selain itu, penyelesaian beberapa persoalan dalam cerita tidak disampaikan secara terlalu jelas. Hal tersebut memang memberikan kesempatan bagi pembaca untuk menafsirkan sendiri akhir perjalanan para tokoh, tetapi bagi sebagian pembaca justru dapat menimbulkan rasa penasaran atau kurang puas karena mengharapkan penjelasan yang lebih pasti.

Kesimpulan

Sunset & Rosie merupakan novel yang tidak hanya bercerita tentang cinta, tetapi juga tentang kehilangan, keluarga, persahabatan, dan kesempatan untuk memulai kembali. Tegar, Rosie, dan tokoh-tokoh lainnya membawa pembaca melihat bahwa kehidupan tidak selalu berjalan sesuai dengan apa yang direncanakan.

Menurut saya, kekuatan utama novel ini terletak pada pesan bahwa mencintai seseorang tidak selalu berarti harus memilikinya. Terkadang, bentuk cinta justru terlihat dari kesediaan untuk tetap peduli dan membantu ketika keadaan sedang tidak baik-baik saja. Novel ini juga mengingatkan bahwa kehilangan membutuhkan proses dan seseorang tetap perlu belajar melanjutkan hidup meskipun keadaan tidak dapat kembali seperti sebelumnya.

Secara keseluruhan, Sunset & Rosie cocok dibaca oleh pembaca yang menyukai cerita dengan unsur percintaan, persahabatan, keluarga, dan konflik emosional. Ceritanya cukup menyentuh dan memberikan banyak hal untuk direnungkan setelah halaman terakhir selesai dibaca.

Rating

(4,5/5)

Sunset & Rosie berhasil menyajikan kisah cinta yang tidak sederhana dengan konflik keluarga dan kehilangan yang membuat ceritanya terasa lebih dalam. Walaupun beberapa bagian terasa panjang dan akhir ceritanya dapat menimbulkan penafsiran berbeda, novel ini tetap memberikan pengalaman membaca yang emosional sekaligus meninggalkan pesan yang cukup kuat tentang cinta, kehilangan, dan kesempatan.